NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 50


__ADS_3

Pagi ini keluarga triple A tengah sarapan bersama, Andini terus menatap ke arah putranya. Ia masih menunggu Angga menghabiskan sarapannya, kemudian ia ingin bicara padanya.


"Ibu, mau bicara apa?" tanya Angga.


"Soal acara lamaran kamu, nanti hari minggu saja biar kamu libur kerja dia juga libur kerja," ucap Andini.


"Wahhh, ibu serius?" Angga benar-benar tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh ibunya tentang pertunangannya, rupanya tidak main-main.


"Jangan coba-coba membuat ibu malu, apalagi kalau kabur. Awas kamu!"


"Memangnya ibu sudah melihat bagaimana wajah calonku, aku tidak mau kalau tidak cantik. Dia harus cantik dan seksi jangan lupa dia juga harus menjadi istri yang baik. Karena aku tidak mau suatu saat nanti aku akan menjadi duda tampan," ucap Angga.


"Lebih baik jadi Duda tampan dari pada perjaka tua, terlihat tidak laku," cibir Andini.


"Sudah-sudah, yang penting kamu nurut saja. Ibu sama Ayah gak mungkin asal cari jodoh buat kamu. Yang pasti orangnya cantik, wanita karier juga dan gak manja. Itu yang ayah tahu," ucap Arman.


"Sepertinya kalian sudah mengenalnya?"


"Tentu saja kami mengenalnya, orang dia anak sahabat Ibu. Ibu sering ketemu kalau lagi arisan sama kumpul-kumpul." jawab Andini.


"Sudah, jangan banyak protes yang penting pisangmu itu dapat sarang," ucap Arman.

__ADS_1


"Kalau sarangnya bekas bagaimana?"


"Dijamin original pastinya," ucap Andini.


*


*


*


Hari minggu pun tiba, acara lamaran yang terlalu cepat itu pun akhirnya akan dilaksanakan. Semua orang sudah siap termasuk Abi dan juga Aira yang akan ikut acara lamaran dadakan ini. Jika adiknya dulu menikah dadakan kini kakaknya pun mengadakan lamaran dadakan. Tapi itu tidak masalah, yang penting hubungan keduanya bahagia.


Karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, cukup dua puluh menit saja mereka semua sudah sampai d tempat tujuan. Mereka semua disambut hangat oleh keluarga calon pria mereka sangat senang karena mereka akan berbesanan. Sungguh mereka tidak menyangka sebelumnya.


"Ayo, ayo masuk," ajak Ibu Rini ibu dari wanita yanga akan menjadi calon istri Angga.


"Iya terima kasih, oh ya ini kami bawa sedikit oleh-oleh untuk kalian," ucap Andini.


"Aduhhh gak usah repot-repot, ayo silahkan duduk," ucap Tedi suami dari Rini.


"Hanya sedikit hadiah saja," timpal Arman. Mereka semua pun duduk disana sambil menunggu calon Angga. Sebenarnya Angga merasa malu jika harus dijodohkan seperti ini, seperti tidak laku saja pikirnya. Namun, karena ia anak yang berbakti akhirnya ia menyetujuinya juga. Lagi pula Angga juga penasaran karena ia juga ingin cepat-cepat merasakan bagaimana rasanya jika pisang miliknya masuk sarang. Oh rupanya manusia cuek ini tidak sabar untuk main nganu-nganu.

__ADS_1


"Oh ya mana calon kakak ipar, aku sudah tidak sabar untuk melihatnya," ucap Aira.


"Sebentar saya panggilkan," jawab Rini sambil tersenyum.


"Tasya..." panggilnya.


Deg...


Perasaan Angga mulai tak enak, "Tasya," gumamnya tapi Angga berusaha untuk menepisnya. Nama Tasya itu banyak tidak mungkin hanya dia saja pikir Angga. Tak lama setelah itu munculah seorang gadis cantik dengan memakai blouse berwarna putih yang sangat indah.


"Nah itu dia anak ibu Tasya," tunjuknya pada Tasya yang ternyata memang Tasya yang sering Angga jumpai di kantor.


"Apa...!!!" Angga, Abi dan Aira mereka sangat terkejut melihat Tasya. Jadi perempuan ini yang di gadang-gadang calon menantu oleh ibu dan juga ayah nya.


Astaga, mimpi apa dia hingga ia dijodohkan dengan musuhnya di kantor. Angga sungguh shock begitu pun dengan Tasya, bagaimana mereka bisa menikah dengan orang yang setiap kali bertemu selalu saja cekcok dan tidak pernah akur.


" Astaga, alamat gagal pisang masuk sarang," gumam Angga.


***


Like dan komentarnya jangan lupa ya 💃💃💃😘😘

__ADS_1


__ADS_2