NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 65


__ADS_3

Karena kesal pada Mega akhirnya Abi dan Aira pulang duluan, dan tidak menunggu acara sampai selesai. Karena niat awal mereka juga tidak akan lama di sana ditambah dengan ucapan Mega yang terlihat ingin menghina Aira membuat Abi geram. Istri yang sangat ia sayangi dan cintai dikatakan jelek oleh orang lain membuat Abi tidak terima.


Sepanjang perjalanan menuju pulang wajah Abi masih terlihat kesal, dan membuat Aira menjadi merasa bersalah dan juga tidak enak.


"Kak Abi," panggil Aira.


"Iya sayang ada apa?"


"Apa Kak Abi marah padaku?" tanya Aira dengan wajah yang terlihat sedih. Sekilas Abi melihat ke arah Aira, terlihat sekali jika istri kesayangannya sangat sedih.


"Marah? Kenapa aku marah padamu?"


"Karena dari tadi Kak Abi diam saja," Helaan napas keluar dari mulutnya Abi.


"Aku bukan marah padamu sayang, aku kesal pada Mega yang selalu seenaknya jika bicara. jika saja bukan perempuan pasti sudah aku cekik dia," ucap Abi dengan kesal, Aira tertawa melihat suaminya yang kesal.


"Kak Abi jika kau marah, kau terlihat sangat lucu,"


"Benarkah? Apa aku terlihat lucu dan menggemaskan?" tanya Abi.

__ADS_1


"Iya, kau sangat lucu dan juga sangat menggemaskan dan juga sangat tampan," jawab Aira.


"Terimakasih sayang," ucap Abi, wajah Abi yang tadi sangat kesal kini terlihat sangat bahagia bahkan hidungnya saja kembang kempis saking senangnya.


*


*


*


Kini Abi dan Aira sudah sampai di rumah, setelah berganti pakaian dan juga membersihkan tubuhnya. Mereka kini langsung naik ke atas tempat tidur.


"Iya tidurlah," sambil mengecup kening Aira dan menyelimutinya.


Setelah Aira tidur Abi pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Namun, sampai tengah malam Abi masih belum menyelesaikan pekerjaannya.


Saat sedang bekerja Abi melihat ke arah Aira yang tidur akan tetapi terlihat gelisah. Matanya terpejam tapi terdengar rintihan kecil dan juga wajah yang berkerut entah ia sedang merasakan sakit atau ia sedang bermimpi buruk. Abi pun memutuskan untuk membangunkannya sejenak.


"Aira ... Aira sayang, kau kenapa? ayo bangun." Abi menepuk-nepuk pipi Aira perlahan dan juga sedikit menggoyangkan bahunya.

__ADS_1


Setelah beberapa kali coba untuk dibangunkan akhirnya Aira pun perlahan membuka matanya.


"Aira kau kenapa? Apa kau mimpi buruk?" tanya Abi, tapi Aira menggelengkan kepalanya dan terlihat meringis lagi sambil mengelus perutnya.


"Tidak, tapi perutku terasa sakit dan terasa kencang," jawab Aira sambil terus mengelus lagi perutnya. Abi pun ikut mengusapnya, dan memang perutnya terasa sangat kencang.


"Aku ambilkan kayu putih ya," Aira pun mengangguk saja, karena kali ini ia benar-benar merasa tidak nyaman di perutnya.


Tak lama Abi pun kembali dengan membawa kayu putih. Saat Abi hendak mengangkat pakaian Aira. Pakaian itu terasa basah, Abi pun menyingkirkan selimutnya.


"Aira, apa kau mengompol?" tanya Abi.


"A-apa? A-aku mengompol? tanya Aira kaget karena dikatakan mengompol oleh suaminya. Antara malu dan juga merasakan sakit, Aira pun kemudian perlahan dan terbangun. Aira melihat bagian ke bawah kakinya, dan benar saja terlihat basah dan itu seperti orang yang mengompol. Ia sangat malu, pantas saja tadi ia merasa basah. Tapi karena tiba-tiba terasa tidak nyaman di perutnya ia pun tidak terlalu mempedulikannya.


"Oh astaga kau sudah besar tapi masih mengompol, berarti aku harus semakin rajin bekerja untuk membeli diapers kamu dan juga anak kita," ucap Abi sambil tertawa.


"Kak Abiiiiii..." teriak Aira.


****

__ADS_1


Nanti lanjut lagi ya 🤗💃💃


__ADS_2