
Setelah seharian belanja barang-barang yang sangat di butuhkan Aira, atau lebih tepatnya diinginkan oleh Aira. Kini mereka pergi makan siang untuk mengisi perutnya yang terasa sangat lapar. Mereka pun kini pergi ke restoran rekomendasi Abi, karena menurut Abi restoran itu makanannya sangat enak dan juga tempatnya sangat mahal pastinya.
Untuk kali ini Aira setuju dengan keinginan Abi, karena rekomendasi suaminya itu tidak pernah salah. Makanan yang ia rekomendasikan pasti rasanya sangat enak.
"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Abi.
"Apa aja yang penting ada pedesnya dan bikin kenyang, aku gak menunya soalnya," ucap Aira dengan jujur, hingga Abi tertawa dibuatnya.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, dan ternyata memang benar. Rasa makanan di restoran itu benar-benar nikmat. Lidah Aira seolah dimanjakan disana. Dan Aira berjanji jika nanti makanannya habis dan ia masih lapar, maka ia akan minta tambah dan meminta suaminya untuk memesannya lagi.
"Kak Abi, ini sangat enak. Nanti aku mau tanya pesan lagi kalau belum kenyang ya," ucap Aira.
"Tentu saja, bahkan kau boleh membawanya ke rumah jika mau," jawab Abi hingga Aira pun girang dibuatnya.
Mereka berdua makan sambil bercerita dan juga bercanda bersama, mereka sangat menikmati moment-moment mereka saat ini. Hingga ada seseorang yang membuat mereka tidak nyaman khususnya Aira.
"Hai Tuan Abian," sapa seorang wanita yang sangat cantik dan juga sangat seksi tentunya. Aira berdecak sebal, inilah yang membuatnya selalu kesal jika pergi dengan Abi. Karena selalu saja ada wanita cantik yang menggodanya hingga Aira merasa sangat kesal.
__ADS_1
"Hai, anda siapa?" tanya Abi ramah seperti biasa. Wanita cantik itu langsung tersenyum dan duduk di dekat Abi dengan gaya malu-malu kambingnya, membuat Aira seketika ingin muntah saat melihatnya.
"Ya ampun, padahal kemarin kita baru saja bertemu. Tapi anda sudah lupa begitu saja. Saya Rachel Tuan Abian, mitra bisnis anda," ucapnya. Jujur saja Abian memang tidak terlalu memperhatikan siapa wanita yang ikut meeting dengannya kemarin. Karena ia hanya fokus pada diagram - diagram yang ada didepannya.
"Oh maafkan aku, aku lupa," jawab Abi sekenanya.
"Tidak apa-apa, sepertinya anda sedang menghabiskan waktu luang ya disini. Jika anda tidak keberatan, boleh kah saya bergabung dengan anda." ucap Rachel tanpa mempedulikan Aira yang sedang duduk disana. Sambil mengeluarkan tatapan tajamnya pada Rachel.
"Maaf Nona Rachel, tolong jangan duduk disitu. Kau menghalangi pandangan istriku," ucap Abian, mendengar kata istri sejenak senyum manis di bibir merahnya itu langsung pudar.
"Istri?" tanya Rachel memastikan jika pendengarannya tidak salah. Karena setahu Rachel Abian belum menikah dan masih lajang. Bahkan pengusaha muda tampan dan sukses ini, tidak pernah terdengar menjalin hubungan dengan siapapun. Lalu sekarang ia mendengar kata istri. Sungguh Rachel dibuat terkejut olehnya.
"Jadi anda sudah menikah?" tanya Rachel.
"Benar, jadi minggirlah jangan duduk disitu. Lihatlah Istriku sudah terlihat sangat kesal melihatmu," jawab Abian dengan senyum ramah seperti biasa.
"Oh astaga, aku tidak menyangka jika anda menikah dengan seorang remaja. Yang bahkan belum matang," ucap Rachel balik memandang Aira tidak suka. Ia merasa jika ia lebih baik dari Aira. Karena Rachel berpikir jika ia mempunyai banyak kelebihan di dalam dirinya. Yaitu cantik, cerdas, mandiri dan juga sangat seksi. Bahkan buah mangganya saja ukurannya sudah mendekati ukuran buah kelapa. Hingga ia merasa menang dalam setiap ukuran dibandingkan dengan Aira.
__ADS_1
"Hei Nona, kau pikir aku ini buah pepaya enak saja. Tubuhku memang kecil tapi usiaku sudah produktif untuk menghasilkan seorang bayi, kau dengar itu!" ketus Aira.
"Tapi tidak ada yang menarik dalam dirimu itu, apa kau memaksanya untuk menikah denganmu?" Apa yang diucapkan oleh Rachel memang benar ada nya, jika ia memaksa Abi untuk menikah dengannya. Tetapi kini mereka sudah saling mencintai, jadi itu bukan masalah untuk Abi pikir Aira.
"Kenapa kau diam, berarti apa yang aku katakan adalah benar. Astaga ternyata kau wanita yang..."
"Sangat cantik," potong Abi.
"Apa?" Rachel tidak percaya saat melihat ke arah Abian yang memuji istrinya yang terlihat seperti gadis remaja ini.
"Aira adalah seorang perempuan yang sangat cantik, lucu dan menggemaskan. Aira selalu membuatku jatuh cinta setiap harinya. Bahkan aku sangat sangat mencintainya, iya kan sayang ku," ucap Abi.
"Kak Abi, I love you," rengek Aira dan langsung memeluk Abi karena terharu mendengar ucapannya.
"I love you too," ucap Abi dan merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Tanpa mempedulikan Rachel yang melongo melihat kelakuan mereka berdua. Hingga aroma hati gosong pun mulai tercium.
'Haaah syukurlah, jatah minum susu aman,' gumam Abi dalam hati, ia takut jika istrinya marah, maka Abi akan cuti nganu-nganu malam ini. Untung saja Abi bisa mengambil hati istrinya yang selembut squishi miliknya ehh...
__ADS_1
****
Like dan komentarnya dong 💃💃💃