NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 79


__ADS_3

Keesokan harinya Sandi sudah mulai pergi bekerja seperti biasanya, tapi kali ini keberangkatannya ke kantor terasa berbeda. Berbeda karena kini saat ia berangkat ke kantor segala persiapannya, disiapkan oleh Nilam. Mulai dari pakaian, dasi, sepatu dan juga bekal makanannya. Wahh, ini adalah hari yang sangat indah bagi Sandi di mana sebelumnya ia tidak pernah mendapatkan pelayanan seperti ini. Tentu saja ia tidak pernah mendapatkan pelayanan seperti ini, karena Sandi baru saja menikah dan mempunyai istri, sedangkan dulu ia hanyalah seorang bujang lapuk yang tidak mempunyai siapa-siapa di perantauan ini.


"A Sandi, nanti bekalnya jangan lupa dimakan ya, Nilam khusus masak spesial untuk A Sandi," ucap Nilam sambil menyiapkan bekal makan siangnya nanti.


"Siap, kalau tiap hari kamu masak kaya gini. Aa bisa jauh lebih hemat karena tidak usah membeli makanan," jawab Sandi sambil sarapan dengan lahap makanan kesukaan kembar Batak dari negeri tetangga itu.


"Iya atuh A, kan A Sandi teh sekarang udah punya istri. Jadi bisa bekal makanan ke kantor setiap hari, ayo makannya yang banyak gak usah malu-malu," ucap Nilam, membuat Sandi hampir saja tersedak karena mendengar ucapan Nilam. Memangnya kenapa ia harus malu-malu padanya saat sedang makan. Ahhh sudahlah jangan terlalu dipikirkan, Nilam memang baik dan juga cantik. Tapi terkadang ia bersikap aneh, tapi maklum sajalah ia kan gadis desa. Eh maksudnya status istri tapi masih gadis, eh apa ya status yang jelas untuk Nilam. Karena meskipun ia sudah menikah, tapi ia kan belum pernah anu-anu dengannya. Jadi ia adalah gadis bersuami, astaga ... Julukan apalagi itu kepiting goreng sampai matang karena terus memikirkan status Istrinya yang kurang jelas itu. Padahal status ia sendiri pun masih belum jelas, karena ia juga seorang suami yang masih perjaka. Status mereka berdua masih setengah -setengah.

__ADS_1


"Aa berangkat dulu ya," pamit Sandi, setelah ia sarapan dengan sangat kenyang ia berangkat ke tempat kerja yang selama ini memberikan ia uang hingga ia bisa menjadi seorang juragan tanah di desanya.


"Iya A, ehh tunggu dulu." Nilam pun beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Sandi.


"Kenapa, bekalnya sudah Aa bawa." jawab sandi sambil memeriksa tas kerjanya dan memastikan bekal makanan yang dibuat oleh Nilam telah Ia bawa.


"Baiklah Aa berangkat ya," pamit' Sandi.

__ADS_1


"Iya Aa, hati-hati ... Assalamualaikum," ucap Nilam, Sandi pun langsung melihat ke arah Nilam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal . ia merasa malu karena sudah berbangga diri merasa menjadi seorang suami dan imam yang baik, akan tetapi ia bisa sampai lupa untuk mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam," jawab Sandi sambil tersenyum malu-malu ayam pada Nilam, setelah itu siapa lekas naik ke dalam mobilnya dan berangkat menuju ke kantor.


"Ya ampun, suami Nilam lucu banget. Jadi gemes pengen anu-anu ehhh ..." ucap Nilam sambil menutup mulutnya, ia merasa malu karena sudah keceplosan saat bicara ingin bercocok tanam dengan Sandi.


****

__ADS_1


Ihhh kok Mimin jadi gumush sama mereka ya 🤣🤭💃💃


__ADS_2