NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 66


__ADS_3

"Kak Abiiiiii...!!!" teriak Aira.


"Iya sayang, kau kenapa?" tanya Abi panik yang melihat Aira berteriak seperti kesakitan sambil memegang perutnya.


"Perutku sakit?" rengek Aira, ia pun terlihat meringis kesakitan.


"Sakit?" Abi pun langsung mendekati Aira dan mengusap perutnya Aira yang terasa sangat kencang. Abi merasa ada yang tidak beres. Cairan di kasur pun terlihat lengket, dan sepertinya itu bukan air seni.


Tanpa banyak berpikir, Abi pun langsung menggendong Aira, dan berteriak panik pada karyawannya. Agar menyiapkan mobil untuk ia pergi ke rumah sakit.


Pak Will yang mendengar ada keributan pun langsung menghampiri Abi dan bertanya apa yang terjadi padanya.


"Maaf tuan ada apa?" tanya Pak Will.


"Istriku sakit perut, sepertinya ia akan melahirkan. Siapkan perlengkapannya dan antarkan nanti ke rumah sakit. Karena aku akan pergi duluan," ucap Abi kemudian ia pun pergi tanpa mendengar jawaban dari Pak Will.


Pak Will yang mengerti pun langsung meminta pelayan untuk menyiapkan persiapan barang-barang apa saja yang akan dibawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Supir pun sudah siap di depan untuk mengantar Abi dan Aira ke rumah sakit. Abi pun perlahan membawa Aira masuk ke dalam mobil. Ia terlihat meringis sambil terus memegang perutnya.


"Apa sangat sakit?" tanya Abi, Aira pun mengangguk. Jujur saja rasanya sangat tidak nyaman antara sakit, mulas dan juga terasa panas. Aira benar-benar merasa tidak nyaman dan ingin menangis saja, tapi ia takut membuat Abi khawatir jadi ia mencoba untuk menahannya saja.


"Tolong cepat bawa istriku ke rumah sakit!" ucap Abi panik sambil terus memeluk Aira.


Setelah sekitar dua puluh menit akhirnya Abi dan Aira pun sampai di rumah sakit karena perjalanan dari rumah ke rumah sakit lumayan cukup jauh. Abi menyesal kenapa rumahnya tidak dekat dengan rumah sakit. Jadi ia tidak terlalu lama membuang waktu saat perjalanan.


Dan kini Aira dengan cepat dibawa untuk diperiksa, dokter pun dengan segera memeriksa Aira, tapi Abi terkejut saat melihat dokter memasukan jarinya pada milik Aira.


"Astaga dokter! Apa yang kau lakukan pada istriku!!!" teriak Abi, dokter yang memeriksa Aira pun sampai terlonjak kaget karena mendengar suara Abi.


"Apa itu?" tanya Abi.


"Kami sedang memeriksa apa Nona sudah siap untuk melahirkan atau belum, Tuan?" jawab dokter itu.


Abi terlihat mengusap wajahnya kasar, tapi mau tidak mau prosedurnya memang sudah seperti itu. Akhirnya ia hanya pasrah saat dokter memeriksa Aira. Meskipun Aira terlihat meringis, Abi harus bisa menahan hatinya dan juga mengontrol emosinya. Agar tidak marah ataupun membentak dokter itu.

__ADS_1


"Sudah pembukaan empat, Tuan." jawab dokter itu.


"Lalu berapa lama lagi anakku akan lahir?" tanya Abian.


"Tidak tentu Tuan, bisa satu jam dua jam atau lebih dari itu," jawaban dari dokter ternyata tidak memuaskan Abi. Hingga ia merasa sangat kesal.


"Kau seorang dokter tapi kau tidak tahu apa-apa!!! Bagaimana kau bekerja!!!' Bentak Abi, ia merasa sangat takut melihat Aira kesakitan hingga ia tidak bisa mengontrol emosinya. Namun, uluran tangan Aira menghentikan amarah Abi.


"Jangan marah, Kak. Jangan membuat mereka takut, kalau mereka ketakutan mereka tidak akan bisa memeriksaku dengan benar. Kau tidak mau itu terjadi kan makanya kau jangan marah-marah kepada mereka ya," ucap Aira lemah.


Abi pun menganggukkan kepalanya setuju, Aira benar jika ia harus bisa mengontrol emosinya agar dokter bisa bekerja dengan baik untuk memeriksa dan membantu Aira yang akan melahirkan.


*


*


*

__ADS_1


Maaf telat up ya, Mimin gak enak badan 🤕🤕🤒



__ADS_2