NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 25


__ADS_3

Siang ini Abi sedang meeting di luar kantor, kali ini ia menjadi seorang Abian Atmaja seorang CEO dari Atmaja Group tempat dimana ia bekerja. Namun kini ia sedang menjadi bos nya di kantor pusat karena meeting yang Abian kerjakan sekarang ini memanglah sangat penting. Abian sedang mengembangkan usahanya yang akan ia kembangkan di luar negeri, jadi meeting ini memang sangat penting hingga ia harus turun tangan sendiri di temani oleh Pak Will.


Tiga jam sudah ia melakukan meeting itu sampai akhirnya semua setuju dengan ide yang ingin ia kembangkan. Tidaklah mudah untuk sampai pada kata mufakat, karena butuh kegigihan ekstra bagi Abian untuk meyakinkan semua orang.


Pak Will sangat bangga, pada Tuan Mudanya yang baik hati ini, Abian sudah seperti putra baginya. Karena sejak orang tuanya meninggal Pak Will lah yang selalu setia menemaninya. Walaupun Abian sebenarnya lebih suka dianggap sebagai orang biasa, karena ia merasa bebas jika bersikap seperti itu.


Kini di ruangan itu hanya tinggal Pak Will dan juga Abian yang baru akan beristirahat karena merasa sangat lelah, baru saja Abian akan memejamkan matanya sebentar terdengar suara bunyi ponselnya. Abian langsung membuka matanya lagi, dan mencari dimana ponselnya.


"Ini Tuan Muda. " Pak Will memberikan ponsel Abian yang ia simpan sejak meeting di mulai. Melihat foto wajah cantik Aira yang terpampang di halaman depan ponselnya membuat Abi sangat bersemangat menggeser icon berwarna hijau itu. Dengan segera Abi menempelkan ponsel di telinganya.


"Kak Abiiiiiii.....!!!"


"Astaga, " Abi langsung terlonjak kaget saat mendengar suara teriakan sang istri.


"Aira ada apa ?" Tanya Abi panik.


"_______________"


"Baiklah tunggu aku, jangan menangis " ucap Abi, kemudian ia terbangun dan hendak meninggalkan kantornya.


Pak Will yang melihat Abian panik pun bertanya " Ada apa Tuan Muda ?"


"Pak Will ikut aku ke kampus Aira, " ajak Abian tanpa berkata apa-apa lagi. Pak Will hanya mengangguk saja mengiyakan, ia tidak berani bertanya lebih lanjut lagi karena melihat Abian yang panik.

__ADS_1


****


Di Kampus


"Dasar gadis miskin ! Berani sekali kau menyakiti putriku !!!" Teriak seorang wanita setengah baya dengan dandanan cetar membahana ciri khas ibu-ibu sosialita yang ternyata dia adalah ibunya Melisa.


"Kau, apa pekerjaan ayahmu, ayahmu pasti hanya seorang karyawan biasa. Berani sekali kau melukai Putriku yang sangat berharga...!!!" Hardik seorang pria yang berstatus ayah Melisa itu. Seumur hidup Aira belum pernah merasa terhina dengan statusnya yang hanya dari keluarga sederhana. Ia selalu merasa bahagia dan juga beruntung lahir dari keluarga yang sangat menyayanginya.


"Jaga bicaramu....!!!" Sultan sangat tidak suka dengan cara orang tua Melisa yang sangat sombong.Apalagi gadis yang ia kenal sangat galak ini sampai meneteskan air mata Itu berarti hatinya memang terluka. Gadis kecil itu tengah menyelimuti dirinya dengan jaket Sultan dan menangis sesenggukan. Ia merasa di permalukan di hadapan banyak orang karena statusnya yang hanya orang biasa.


"Nak Sultan jangan membela gadis miskin ini, gadis seperti ini tidak pantas di bela. Jika di beri hati akan semakin tidak tahu diri....!!!" Hardiknya lagi.


"SIAPA YANG KAU BILANG MISKIN DAN TIDAK TAHU DIRI !!!" Teriak Abi dengan lantang dengan wajah menahan amarah, untuk saat ini ingin sekali Abi menghancurkan tempat itu karena sudah berani membuat istrinya menangis.


Semua orang langsung melihat ke arah Abian, yang sedang berdiri dengan gagahnya. Kali ini ia terlihat sangat tampan karena memakai pakaian ciri khas seorang tuan muda. Bukan memakai pakaian yang biasa ia pakai jika akan berangkat bekerja.


Ayah Melisa tahu siapa yang sedang berdiri di sana dan menatapnya dengan tajam.


"T-tuan A-abi, sedang apa anda di sini ? Tanyanya dengan gugup. Abi melihat pria itu dengan tatapan mematikan.


"Aku kemari untuk menyelamatkan istriku dari hinaan manusia rendah sepertimu....!!!" Tunjuk Abi padanya, kemudian ia melihat istrinya yang sedang menunduk menangis. Abi langsung menghampiri Aira Dan membuka jasnya untuk menyelimuti tubuh istrinya yang basah kuyup dan juga penuh luka, keadaan istrinya memang sangat kacau. Abian benar-benar merasa geram. Abian melempar jaket yang Aira pakai dan menggantinya dengan jasnya.


Abian mengangkat wajah Aira dan menghapus air matanya, "Jangan menangis ada aku " ucap Abian dan kemudian memeluk Aira mendekap tubuh kecil itu ke dalam pelukannya yang nyaman.

__ADS_1


"T-tuan A-abi...." panggil ayah Melisa gugup, kini bukan ayahnya saja yang gugup tetapi ibunya beserta Melisa juga ikut gugup karena ia tahu jika ayahnya bersikap seperti itu, maka orang yang dihadapinya adalah orang yang lebih tinggi jabatannya dibandingkan dengan ayah Melisa.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu !!!" Sebelumnya Abi tidak pernah marah kepada siapapun tetapi melihat istrinya yang dilukai bahkan dihina orang lain ia benar-benar tidak tahan dan ingin menghancurkan siapapun orang yang sudah menyakitinya.


"T-tuan kita bisa bicarakan ini baik-baik," ucapnya masih dengan gugup.


"Pak Will....! "


"Iya Tuan Muda...."


"Lakukan apa yang harus kau lakukan pada mereka semua, tanpa terkecuali.....!!!"


"Baik, " Jawabnya dengan menunduk.


"Ayo sayang kita pulang, " Abi merangkul Aira dan membawanya pulang tanpa memperhatikan ketakutan di wajah mereka semua.


"Astaga habislah kita, Melisa kenapa kau mencari masalah dengan Tuan Muda Abian....!!!" Ayah Melisa berbalik memarahi putrinya yang berharga itu.


"A-aku...." Melisa gugup.


"Anda bisa menyelesaikan masalah anda dan Nona muda dengan saya " ucap Pak Will menatapnya tajam


"Astaga, habislah kita...."

__ADS_1


****


Besok Senin jangan lupa votenya ya 💃💃💃


__ADS_2