
Sejak kejadian bertemu dengan Tasya dua hari lalu, mood Aira menjadi kurang baik hingga Abi tidak mendapat jatah main kuda-kudaan dua hari belakangan ini. Dan itu sangat tidak baik untuk kesejahteraan gagang sapu miliknya.
Abi seolah tidak punya tenaga ekstra untuk bekerja hingga ia selalu merasa lemas, Angga yang melihat sahabatnya seperti orang yang tidak pernah makan pun langsung bertanya padanya. "Bi, kenapa kau terlihat lemas dua hari ini, apa kau kurang makan ?" Tanya Angga. Abi pun menatap Angga dengan pandangan sayu dan juga menyedihkan, membuat Angga khawatir padanya.
"Aku bukan kurang makan, tapi kurang minum susu jadi aku tidak punya tenaga " jawab Abi lemas.
"Astaga kau ini seperti anak kecil saja, tunggu sebentar aku akan membelikannya untukmu " ucap Angga kemudian pergi untuk membeli susu untuk Abi. Abian langsung tertawa melihat sahabatnya pergi untuk membeli minuman sehat itu, Angga tidak tahu saja jika Abi bukan ingin minum susu kotak, tapi ia ingin minum susu murni lanngsung dari pabriknya. Pabrik Aira yang dua hari ini tutup karena kesal. Mengingat itu Abi menjadi lemas lagi.
"Hai Abi, " panggil seorang wanita cantik yang menghampirinya, Abi melihat ke arah orang yang memanggilnya dan Abi langsung melihat dengan malas ke arah orang itu sebab dialah yang membuat Aira menutup pabriknya.
Melihat respon Abi sangat dingin membuat Tasya sedikit tersinggung, Ya gadis itu adalah Tasya. Tapi tunggu dulu kenapa gadis ini ada di sini pikir Abi. Abi pun menegakan tubuhnya dan memandang Tasya, "sedang apa kau di sini ?" Tanya Abi. Merasa mendapat respon akhirnya Tasya duduk di dekat Abi tepatnya di kursi Angga.
"Aku melamar kerja di sini dan aku di terima " jawab Tasya dengan senyum merekah, karena melihat pria tampan pujaannya ada di hadapannya.
"Astaga, kenapa dia malah bekerja di sini, bagaimana kalau Aira tahu nanti. Bisa-bisa gagang sapuku kekeringan dan layu karena tidak bisa menyelam, ini sangat bahaya bagiku. Aku harus bicara dengan Pak Will " gumam Abi.
"Ngomong-ngomong kau sedang apa di sini Abi, bukankah kau pemilik perusahaan ini ?" Tanya Tasya yang merasa aneh karena seorang pemilik perusahaan duduk di meja karyawan biasa.
"Tentu saja aku sedang bekerja, memangnya apa lagi " jawab Abi mengerjakan pekerjannya lagi.
"Lalu kenapa kau duduk di sini Abi ?" Tanya Tasya masih penasaran padanya.
"Karena aku sangat nyaman bekerja di sini, sudahlah kau sangat cerewet aku jadi tidak bisa berkonsentrasi " ucap Abi tanpa memandangnya. Ia juga masih kesal pada Tasya karena kehadirannya di restoran itu membuat Aira tutup pabriknya. Menyebalkan. Melihat respon Abi Tasya hanya mengerucutkan bibirnya kesal, kenapa dari dulu pria ini sulit sekali di dekati pikirnya.
"Hei minggir kau !" Ketus Angga pada Tasya, ia membawa dua kotak susu berukuran agak besar, sengaja ia membelinya untuk Abi yang lemas karena kekurangan minum susu.
"Ishh, galak sekali " ucap Tasya sambil pergi meninggalkan mereka berdua. Angga pun meletakan dua kotak susu itu dihadapan Abian. "Ini susunya, kau suka rasa cokelat kan dan yang rasa strawberi ini untukku " ucap Angga.
"Sekarang aku lebih suka rasa original " jawab Abi sambil meminum susu yang di belikan oleh Angga agar perhatian sahabatnya itu tidak terlihat sia-sia. Angga terlihat sangat semangat minum susu rasa strawberi itu, pria yang selalu menobatkan dirinya sebagai pria manis. Namun pada kenyataannya ia selalu bersikap masa bodoh terhadap wanita sama sepertinya. Tapi kali ini hatinya terketuk oleh kecantikan Catherine, namun Angga juga belum mendalami perasaannya takut jika nanti ia kecewa.
*
__ADS_1
*
*
Aira sudah mulai kuliah lagi, dan kini ia sedang berada di kampus berkumpul bersama teman-temannya. Namun wajahnya Aira juga tidak terlihat bersemangat karena ia juga sebenarnya sangat merindukan Abi.
Padahal marahnya Aira tidak lama tapi Abi pria yang tidak bisa membujuk perempuan jadilah Aira merasa kesal lagi padanya. Padahal Aira hanya ingin dibujuk saja oleh suaminya itu.
"Ra, kenapa wajahmu di tekuk seperti itu, apa kau dan suamimu sedang ada masalah ?" Tanya Sinta
"Iya aku sedang kesal padanya, kenapa banyak sekali wanita yang menyukainya. Aku kan cemburu" jawab Aira kini mereka sedang berada di dalam kelas.
"Wajar saja kalau banyak yang menyukai suamimu, dia itu kan tampan dan juga kaya satu hal lagi suamimu itu sangat baik pada semua orang. Dia adalah tipe sempurna " jawab Sinta.
"Iya kau benar, uhhhh tapi aku kesal tahu....!!!"
"Isshh kau ini jangan bodoh, jangan lama-lama marah padanya karena itu sama saja dengan kau memberikan kesempatan kepada perempuan lain untuk mendekatinya. Sudah tahu suamimu itu banyak penggemar tapi kau malah menjauhinya, kalau aku jadi kau aku akan takut suamiku akan lari ke pelukan perempuan lain "ucap Sinta sambil tertawa.
Mendengar ucapan Sinta Aira pun menjadi terkejut sekaligus merasa takut jika suaminya akan tergoda oleh perempuan lain, untuk itu ia langsung memutuskan untuk pergi ke kantor Abi karena takut jika Abi tergoda oleh perempuan lain yang lebih cantik darinya. Ia tidak ingin kejadian seperti Sandi dahulu terulang lagi kepada Abi.
"Aihhh dasar...." ucap Sinta geleng-geleng kepala melihat Aira pergi.
*
*
*
Di kantor
Tasya masih tidak menyerah untuk mendekati Abi, ia terus mendekatinya saat jam makan siang. Sikap Tasya membuat Abi sangat risih.
__ADS_1
"Abi aku membawakanmu makanan jadi kau tidak perlu mengantri " ucap Tasya.
"Kau tidak usah repot-repot aku bisa mengambilnya sendiri" jawab Abi.
"Hei kau, minggir aku mau duduk !" ketus Angga membawa dua mangkuk makanan satu untuk Abi dan satu untuknya.
"Masih ada bangku kosong di sana kenapa kau malah menyuruhku pergi !" jawab Tasya tak kalah ketus.
"Tidak mau, minggir sana " ucap Angga kekeuh menyuruh Tasya pergi.
"Kak Abi...!!!" Suara seseorang yang sangat Abi rindukan ternyata ada di sana. Abi merasa senang sekaligus takut terjadi salah paham.
Gaswat Tasya juga sedang ikut nimbrung alamat pabrik terkena segel lagi pikir Abi lemas.
Dengan segera Abi pun menghampiri Aira ia tidak mau terjadi salah paham karena Tasya. "Sayang kau disini, sayang Jangan salah paham aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya dari tadi dia yang menggangguku sungguh. Jangan marah padaku apalagi menutup lagi pabrikmu aku sangat menderita sayang "ucap Abi memelas membuat hati Aira terenyuh mendenganya.
Benar yang diucapkan oleh Sinta jika Aira memang tidak boleh marah pada Abi, karena di luaran sana banyak gadis cantik yang mengincarnya ia tidak mau kehilangan Abi untuk itu Aira langsung memeluk Abi di sana
"Kak Abi maafkan aku, jangan marah ya "ucap Aira
"Tidak sayang, aku tidak marah tapi aku sangat senang kau tidak marah lagi padaku " ucap Abi
"Tidak, aku tidak marah " ucap Aira yang merasa datang tepat waktu karena sudah menyelamatkan suaminya dari godaan pelakor.
'Yesss.... pabrik di buka aku bisa minum susu lagi ' batin Abi bersorak.
"Panas.... panas " ejek Angga.
Dughh....
"Arghhhh...." Angga mengaduh kesakitan karena kakinya di tendang oleh Tasya.
__ADS_1
"Rasakan...." ucap Tasya sambil pergi meninggalkan Angga, ia merasa cemburu melihat Abi yang sangat romantis pada istrinya.
"Akan ku balas kau....!!!" teriak Angga.