NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 24


__ADS_3

Di kampus seperti biasa Sultan mencoba untuk mendekati Aira, namun seperti biasa Aira selalu menjauhinya. Ia tidak mau dan juga tidak suka jika pria yang mengaku anak Sultan itu selalu mengganggunya. Dan sikap Sultan yang selalu mendekati Aira itu, membuat seseorang sangat tidak menyukainya. Dia adalah Melisa, seorang gadis cantik anak dari pengusaha kaya yang sukses.


Menjadi seorang putri yang lahir dari keluarga kaya raya, membuat Melisa menjadi sosok yang egois dan yang ia inginkan harus ia dapatkan. Dan saat ini gadis itu tengah menginginkan Sultan, seorang pria tampan dan juga anak dari pengusaha kaya. Melisa menginginkan Sultan menjadi miliknya karena menurutnya, hanya ia yang cocok dengan Sultan dari segi wajah dan juga kekayaan.


Namun yang membuat Melisa jengah adalah Sultan sama sekali tidak pernah melihatnya, ia malah selalu terlihat mendekati Aira yang ia tahu sudah menikah. Itu membuat Melisa sangat geram dan tidak terima.


Di kantin


Melisa dan teman-temannya sedang berkumpul di sana, namun tatapan Melisa kini tengah menatap tajam pada Aira yang sedang berkumpul dengan teman-temannya dan di pandangi dari jauh oleh Sultan. Membuat Melisa sangat geram.


"Lihatlah wanita gatal itu, sudah menikah tapi masih saja tebar pesona pada pria lain" ucap Melisa dengan tatapan tajamnya pada Aira.


"Siapa ?" Tanya salah satu temannya yang bernama Maya.


"Siapa lagi kalau bukan Aira, aku heran kenapa dia menikah di usia muda kalau masih ingin bersenang-senang dengan pria lain." Sinis Melisa.


"Mungkin memang tabiatnya yang kurang baik, aku juga heran kenapa banyak pria yang suka padanya " sambung Maya menggelengkan kepalanya.


"Mungkin dia menikah untuk menutupi aibnya saja " sambung Vina temannya Melisa.


"Benar juga, astaga ternyata gadis itu sangat iuuhhh...." Maya bergidik membayangkan jika Aira memang bukan perempuan baik-baik.


"Terserah dia mau mendekati siapa, tapi aku tidak suka jika ia mendekati Sultan. Sultan itu milikku tidak boleh ada yang mendekatinya " ucap Melisa dengan kesal.

__ADS_1


"Kita beri saja dia pelajaran, agar dia jera. " Maya memberi ide pada Melisa.


"Aku setuju, " sambung Vina


"Baiklah, aku juga sangat ingin memberinya pelajaran." jawab Melisa sambil menatap tajam pada Aira.


*


*


Aira yang sedang berada di kantin bersama teman - temannya tidak tahu jika ada beberapa pasang mata yang sedari tadi terus melihatnya. Aira kemudian pergi sebentar untuk ke toilet. Saat sedang berada di sana semuanya tampak normal seperti biasa. Setelah urusannya selesai Alyra pun hendak kembali ke kantin menuju teman-temannya. Namun ia terkejut karena tiba-tiba ada yang mendorongnya hingga ia terjatuh dan terbentur ke dinding toilet.


"Hei... Apa yang kau lakukan ! " teriak Alyra karena ia merasa terkejut dan juga merasa sakit di kepalanya akibat benturan.


"Apa maksudmu ?!" Tanya Aira mencoba untuk bangun namun kemudian ia di dorong lagi.Yang lebih terkejut seseorang menyiramnya dengan air yang banyak.


"Arrkhhhh....."


"Itu hukuman yang pantas untuk wanita gatak sepertimu, semua pria kau goda dasar tidak tahu malu...!!!"


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan, minggir...!!!" Teriak Aira dengan kesal, namun tubuh kecilnya di dorong lagi dan sebuah tamparan mendarat di pipi mulusnya hingga menimbulkan jejak berwarna merah. Pipinya kini terasa panas begitu juga hati dan pikirannya. Ia tidak terima di perlakukan seperti ini


Aira bangun dengan cepat dan mendorong Melisa hingga terjatuh, dan kemudian membalas menamparnya dan juga menjambak rambutnya.

__ADS_1


Namun Aira kalah jumlah karena ia hanya sendiri dan Melisa di bantu teman-temannya. Perkelahian di toilet pun tidak bisa dihindari hingga keadaan di sana sangatlah kacau.


Semua berhenti saat ada dosen dan beberapa mahasiswa lainnya yang menghentikan mereka. Tadi sempat ada yang melihat perkelahian di sana dan ada ada yang melaporkannya pada dosen.


"Hentikan....!!!" teriak dosen itu.


"Apa yang kalian lakukan ini sangat memalukan...!!! kalian semua ikut saya, dan hubungi orang tua kalian semua...!!!" Setelah itu dosen itu pergi.


Mendengar ada keributan pun Sultan menghampirinya, dan ia terkejut saat melihat Aira dengan keadaan sangat kacau. Tubuhnya basah kuyup dengan beberapa luka di wajahnya. Dan juga pakaiannya yang basah membuat bagian tubuh depannya tercetak jelas hingga ia menutupinya dengan tangan karena ia merasa tidak nyaman dan juga sangat malu.


Dengan segera Sultan menutupi tubuh Aira dengan jaketnya, Aira merasa tidak nyaman apalagi aroma parfumnya sangat menggangu karena ia jadi merasa dekat dengan Sultan. Tapi keadaannya membuat ia tidak punya pilihan lain.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Sultan khawatir.


"Mana aku tahu...." jawabnya ketus dan memakai jaket Sultan dan memakainya, kemudian ia pergi meninggalkan toilet dan menghindari kerumunan orang menuju ruangan dosennya untuk mendapatkan hukuman. Aira kemudian dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk mintai tolong.


"Kak Abiiiiii.......!!!"


*


*


*

__ADS_1


Aihhh Mimin penasaran sama reaksi Abi 😆😆😆, kalo like nya banyak. Mimin doubel up 😌


__ADS_2