NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 28


__ADS_3

Semenjak melihat Abian begitu sangat mencintai istrinya, dengan perlahan Catherine mundur dan tidak ingin mengejar Abian lagi . Ia tidak mau tersakiti karena mencintai pria yang tidak mencintainya. Lebih baik mundur sekarang dari pada tersakiti semakin dalam begitu pikirnya.


Abian pun terus tersenyum melihat ke arah ponselnya karena kini ia sedang bertukar pesan dengan Aira. Ternyata jatuh cinta itu sangat indah, dan Abian baru merasakannya. Untungnya ia jatuh cinta pada istrinya sendiri, hingg saat temu kangen ia langsung bisa ehemm- ehemm.


Dan Angga , sejak melihat Catherine dari dekat kini jantungnya selalu berdetak tidak karuan. Catherine adalah makhluk yang indah di mata Angga. Ingin sekali Angga menggapainya dan memeluknya serta menciumnya ehh...


"Abi...." panggil Angga.


"Kenapa ?" jawab Abi tanpa berpaling dari ponselnya.


"Apa kau pernah jatuh cinta ?" Tanya Angga.


"Pernah, dan sekarang aku sedang jatuh cinta " jawab Abian.


"Benarkah, dengan siapa ?" Tanya Angga penasaran.


"Dengan adikmu memangnya dengan siapa lagi, dasar bodoh " Abian berdecak sebal pada kakak iparnya ini. Angga malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa bodoh dengan pertanyaannya sendiri.


"Aku lupa kau menikah dengan adik-ku" jawab Angga tertawa.


"Berarti selama ini kau lupa jika aku ini adik iparmu, Kakak," ucap Abian dengan nada mengejek dan tertawa.


"Jangan memanggilku Kakak, telingaku jadi gatal " ucap Angga, namun Abi malah tergelak.


"Sepertinya aku juga jatuh cinta, " ucap Angga dengan senyum mengembang.


"Oh ya dengan siapa ?" Tanya Abi dan mulai tertarik mendengar cerita kakak iparnya, karena Aira juga pamit untuk berbelanja katanya. Jadi Abi akan fokus mendengar curahan hati kakak iparnya sekarang.


"Dengan Catherine," Angga berbisik pada Abian. Abian langsung terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


"Wuoaahh benarkah, lalu bagaimana dengannya apa dia menyukaimu ?" Tanya Abian penasaran. Di tanya seperti itu Angga langsung lesu kembali dan terlihat tidak bersemangat.


"Dia menyukaimu, bukan menyukai ku" ucap Angga lemas.


"Tapi aku kan tidak menyukainya, aku hanya mencintai adikmu Aira ku yang cantik " ucap Abian tersenyum bodoh lagi.


"Dasar bucin, aku tidak menyangka kau sangat mencintai adik-ku yang cerewet dan galak itu. Padahal dulu kau sangat takut padanya " ucap Angga , Angga masih ingat bagaimana dulu ia takut pada Aira yang cerewet dan juga galak dan selalu mencari masalah.


"Sampai sekarang pun aku masih takut padanya, tapi sekarang aku takut kehilangannya. Jiaaaahhh....aku jadi malu sendiri " ucap Abi sambil malu-malu kambing.


"Andai kau bukan bos ku sudah aku toyor kepalamu yang bodoh itu " ucap Angga berdecak sebal saat melihat ekspresi Abian yang menggelikan.


"Coba saja, aku pecat kau nanti dan kau akan menjadi bujangan pengangguran dan tidak bisa menikah dengan Catherine" ucap Abian tertawaan, Angga hanya berdecih saja mendengar ucapan budak cinta di hadapannya ini.


*


*


*


Aira pun memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Ia mulai masuk dan tempat pertama yang ia tuju adalah tempat barang-barang keperluan rumah tangga.


Saat sedang asik berbelanja terdengar suara orang yang berbicara dengannya, bukan menyapa tapi malah mencibirnya.


"Lihatlah, wajahnya terlihat bahagia padahal dia sudah membuat hidup orang menderita " cibir seorang yang ia kenal.


"Melisa, ?" Aira terkejut melihat Melisa ada di sana dengan ibunya dan mereka juga sedang berbelanja kebutuhan rumah tangga sama seperti Aira.


"Kenapa, kau terkejut melihatku masih hidup " ucapnya sambil berdecih saat melihat Aira. Terlihat jelas rona kebencian di wajahnya.

__ADS_1


"Tidak juga, aku hanya terkejut saja melihatmu di sini" jawab Aira tanpa memperdulikan Melisa dan ibunya, jujur saja ia tidak mau mencari masalah dengan mereka. Apalagi kini mereka sedang berada di tempat umum.


"Apa kau tahu, kau sudah menghancurkan hidupku dan juga keluarga ku ! Dan sekarang kau malah bersenang-senang di atas penderitaan orang lain dasar tidak punya hati !" Melisa berkata dengan nada sangat membencinya. Untung saja di sana tidak banyak orang hingga ucapan mereka tidak terdengar oleh banyak orang.


"Sudah Melisa, orang sepertinya mana mungkin punya hati " ucap ibu Melisa. Drama yang sangat hebat, mereka yang berbuat salah tapi kini mereka berdua seolah menimpakan semua kesalahan pada Aira. Sungguh luar biasa pikir Aira.


"Oh ya ampun, kalian senang sekali membicarakan diri sendiri ya.... " ucap Aira sambil asik memilih belanjaannya tanpa memperdulikan mereka berdua.


"Apa maksudmu ?" Tanya Melisa.


"Maksud ku sudah sangat jelas, kau yang sudah berbuat jahat tapi kau seolah yang telah di jahati. Di sini kau berperan jika kau itu adalah korban padahal yang sebenarnya kau adalah pelaku dan penyebab dari masalah yang sedang kau hadapi, astaga kau hebat sekali berakting " ucap Aira dengan santai.


"Diam kau....!!!" Tunjuk Melisa pada Aira dengan sangat geram hingga ada beberapa orang yang melihat mereka.


"Kau yang diam, aku peringatkan kau jika kau berani macam-macam lagi aku pastikan suami ku akan menghancurkan kalian sampai dasar dan tak bersisa. Kau masih ingat kan siapa suamiku " ucap Aira, baru kali ini ia merasa punya kekuatan saat menyebut nama suaminya. Mendengar Aira bicara seperti itu, Melisa mendadak bungkam. Ia tidak boleh lupa jika Aira itu siapa, habislah jika Melisa mencari masalah lagi dengannya.


"Oh ya aku punya saran, kenapa kau tidak melamar pekerjaan saja menjadi pemain sinetron ikan ngesod. Kau tahu tidak wajahmu itu sangat cocok menjadi pemain di film yang kau pasti tahu kan, bagaimana nyanyiannya" ucap Aira tersenyum.


Mendengar ucapan Aira, mendadak wajah Melisa menjadi berbinar cerah karena ia jadi merasa sangat cantik, karena menurut Aira ia cocok menjadi artis sinetron ikan ngesod.


"Benarkah ?" Tanya Melisa.


"Benar sekali kau kan pandai berbohong ehh maksudku kau pandai berakting" ucap Aira.


"Mamah sudah duga kalau kamu itu cantik dan cocok jadi pemain sinetron" sambung Mamahnya Melisa semakin mengembang saja senyum Melisa.


"Benarkan Tante, wajah Melisa itu cantik dan peran sebagai pelakor jahat sangat cocok untuknya " ucap Aira sambil terbahak karena melihat ekspresi Melisa dan ibunya yang sangat kesal.


"Apa....!!!"

__ADS_1


****


Likenya dong 😚😚😚


__ADS_2