NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )

NIKAH DADAKAN (Aira & Abian )
Bab 51


__ADS_3

"Kalian saling mengenal?" tanya Rini, sedangkan Andini dan Arman pura-pura tidak tahu. Padahal mereka sengaja menjodohkan Angga dengan Tasya karena Angga selalu mengatakan jika Tasya adalah calon menantu. Meskipun Angga tidak mengatakannya tapi Arman dan Andini tahu, karena kue yang dibawa Angga adalah buatan Rini. Bagaimana ia tahu, karena Rini adalah sahabatnya dan juga Andini selalu berlangganan kue miliknya, karena rasanya memang sangat enak.


"Dia rekan kerjaku di kantor, dan itu adalah Bos ku di kantor?" jawab Tasya. Rini dan Tedi langsung merasa senang dan juga tenang, karena jika mereka bekerja di satu kantor dan juga bos nya nanti adalah adik iparnya. Itu akan menjamin pekerjaan mereka berdua pikir orang tua Tasya.


"Kebetulan sekali ya, itu sangat bagus jika mereka sudah saling mengenal. Jadi tidak usah perkenalan lagi, bukankah begitu Nak Angga?" tanya Rini sang calon mertua.


"I-iya Bu, jawab Angga," lebih baik menjawab iya. Tidak mungkin Angga menjawab jika Tasya adalah musuhnya yang buah mangganya pernah tersentuh walaupun tidak sengaja.


"Ya ampun Tasya, calon suami kamu itu tampan sekali dan juga sangat sopan. Mereka harus cepat-cepat dinikahkan, pasti banyak gadis cantik yang mengejarnya." ucap Rini.


"Iya, kami setuju," jawab Andini dan akhirnya mereka pun sepakat agar pernikahan Angga dan Tasya di percepat. Mereka semua sangat bahagia, terkecuali para calon pengantin. Entah seperti apa perasaan mereka saat ini, karena mereka akan menikah dengan musuhnya.


Namun, Abi dan Aira yang tahu bagaimana hubungan antara mereka berdua terus berusaha menahan tawanya agar tidak meledak.


*

__ADS_1


*


*


"Bagaimana rasanya dijodohkan dengan musuh?" tanya Abi sambil tertawa. Kini mereka berdua tengah berada di depan rumah untuk ngobrol. Setelah kepulangan dari acara lamaran tadi, Angga lebih banyak diam dan kini dia sedang duduk di teras rumahnya sambil menghabiskan secangkir Kopi. Untuk itu Abi menghampirinya dan ingin mengajaknya berbicara barangkali sahabatnya ini butuh teman untuk mencurahkan isi hatinya.


"Rasanya seperti permen tiga warna," jawab Angga. Abi yang mendengarnya hanya tergelak saja.


"Kau tahu jika dulu aku dan Aira adalah pasangan yang tidak saling mencintai," ucap Abi jujur kepada Angga, hingga Angga terkejut mendengarnya bagaimana bisa Abi mengatakan hal itu jika di saat ia mengatakannya kepada orang tuanya dan juga Angga jika dirinya dan Aira saling mencintai, bahkan ingin segera menikah dan acara pernikahan mereka pun diadakan dengan mendadak karena desakan dari Adi dan juga Aira.


"Apa maksudmu?" tanya Angga, kemudian Abi pun menceritakan semuanya kepada Angga mulai dari Aira yang putus dari Sandi dan juga penghinaan sandi terhadap Aira. Dan juga Aira yang hendak bunuh diri jika Abi tidak ingin menikahinya saat itu juga, untuk itulah Abi bersedia menikah dengan Aira.


"Dan asal kau tahu saja awal-awal pernikahanku dengan dirinya aku mengalami banyak siksaan."


"Jadi adikku, menyiksamu?" tanya Angga penasaran.

__ADS_1


"Lebih jelasnya dia menyiksa gagang sapu milikku," bisik Abi.


"Apa?!"


"Aihhhhh, jadi begini, kau tahu kan jika aku menikah dengannya karena tidak saling mencintai. Tetapi aku ini laki-laki normal. Aku tidak bisa tidur dengan perempuan dalam satu ranjang dan tidak melakukan apa-apa dan itu sangat menyiksaku, bahkan setiap hari diriku selalu membayangkan jika aku akan meniduri adikmu, tetapi bayangan wajahmu dan keluargamu selalu menahanku untuk tidak menyentuhnya. Aku selalu merasa menjadi orang jahat karena aku sudah menikahi orang yang sangat berharga dalam hidup kalian,"


"Lalu, bagaimana hubungan kalian sekarang?" tanya Angga penasaran.


"Hubungan kami sekarang sangat baik bahkan Kami sekarang sudah saling mencintai dan untuk selanjutnya aku tidak perlu menceritakannya karena Kau pasti akan mengerti." ucap Abi, Angga pun paham tidak mungkin sahabatnya ini menceritakan acara nganu nganu bersama dengan adiknya itu kepadanya.


"Jadi, sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan kepadaku?" tanya Angga.


"Aku yakin jika kau pun akan merasakan hal yang sama denganku yaitu tersiksa saat tidur dengan istrimu suatu saat nanti, dan aku ingin memberikan saran kepadamu jika sebenarnya perempuan itu sangat ingin kita sentuh tetapi mereka malu untuk mengatakannya jadi aku menyarankan kepadamu agar kau yang memulai duluan .Jangan biarkan gagang sapumu tersiksa itu sangat sakit rasanya. Biarkan dia muntah-muntah pada tempatnya," ucap Abi jujur.


"Apa! Oh astaga, selama aku mengenalmu baru kali ini aku melihat sisi bobrokmu," Angga geleng-geleng kepala mendengar saran dari sahabatnya yang terkenal polos. Namun setelah menikah, ternyata kini Abi berubah menjadi manusia polos-polos lucknut.

__ADS_1


***


Udah dua bab nihh... Mimin rajin ya 💃💃💃😚😚 sayangnya kalian gak rajin kasih Mimin hadiah 😌


__ADS_2