NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
kehadiran vania dan talia


__ADS_3

" mas mulai besok anisa sudah mulai bekerja! ucap anisa memberi tahu arkan.


"siapa yang menyuruh kamu kerja!! ucap arkan.


" anisa sendiri mas, ucap anisa ketakutan saat menatap mata arkan, badan anisa bergetar tatapan arkan yang begitu dingin, bulu kuduknya berdiri sendiri seperti ada hantu lewat.


" aku sudah kasih kamu uang, apa masih kurang!! kamu nggak usah kerja!! bentak arkan lalu meninggalkan meja makan.


" iyah mas, ucap anisa


" kamu jangan bikin malu saya yah nis, apa jadinya kalau keluarga saya tau kamu bekerja! ucap arkan, akhirnya arkan meninggal kan anisa di meja makan sendrian.


anisa tak kuasa menahan air matanya, anisa terus menerus menanggis.


" ting... tong... suara bel pintu rumah, anisa merasa kaget saat dia sedang menanggis dan melamun. ia segera membukaan pintu rumahnya.


" cekreeekk.. terlihat seorang ibu dan anak di depan pintu.


" mba mas arkannya ada? ucap vania.


" mamah om yang mau jadi papahnya talia mana?? ucap talia ke vania.


" iyah sabar donk sayang, nui mba cantik mau memanggil. ucap vania.


anisa yang mendengar percakapan mereka hatinya begitu sakit sempat mau menanggis tapi di tahan.


" bentar yah bu, saya panggilkan mas arkan sebentar. ucap anisa sopan dan mempersilahkan mereka berdua duduk di ruang tamu.


anisa kemudian meninggalkan mereka menuju kamar arkan, matanya memerah air matanya mulai mengalir terus menerus tapi anisa berusaha sabar.


" tok.. tok.. mas ada tamu. ucap anisa di balik pintu.


" siapa? teriak arkan .


" tidak tau mas, satu orang wanita bersama anaknya. jawab anisa.


arkan langsung keluar kamar.

__ADS_1


" kenapa kamu menanggis nis?? tanya arkan binggung.


" mas arkan jahat mas, dia siapa mas? kenapa anaknya mengucapkan kalau mas mau jadi ayahnya dia?? jawab anisa dengan matanya mengeluarkan air.


" dia temenku ucap arkan ketus.


" kalau mas mau menikah lagi, silahkan tapi tolong ceraikan aku mas, aku tak sanggup seperti ini terus ucap anisa sambil meninggalkan arkan dan masuk ke kamarnya.


arkan berjalan keruang tamu, melihat siapa yang datang.


" vania" ucap arkan kaget, kenapa vania bisa tahu rumah arkan.


" arkan maaf aku kesini tidak kasih tau kamu, talia ingin main sama kamu ucap vania.


" kenapa kamu tau rumahku van? tanya arkan.


" oh saya tanya sama rido, ucap vania.


" om arkan, talia ingin main ama om arkan, katanya om mau ngajak talia main ucap talia.


" maaf talia sayang, om nggak bisa ajak main talia sekarang, soalnya om masih sibuk di kantor, nanti kalau om libur yah talia. ucap arkan.


" maaf yah ar, udah ngrepotin kamu? ucap vania.


" nggaak papa ko van, bentar yah aku ngambilin minum dulu ucap arkan sambil berjalan ke belakang.


----------


" talia doain mamah yah, biar mamah bisa menikah sama arkan, dan bantu mamah yah sayang. ucap vania ke talia.


" mamah rumah om arkan besar sekali yah mah, beda sama rumah kita yang kecil ucap talia polos.


arkan membawa 2 gelas teh manis panas untuk vania dan dirinya, serta bawa 1 gelas air putih.


" loh ko kamu bawa sendiri ar, pembantu kamu yang tadi mana? tanya vania.


" oh, dia lagi di kamar van. jawab arkan.

__ADS_1


" oh, enak sekali pembantu kamu yah ar. ucap vania.


" biarian lah van, di minum dulu van ucap arkan mempersilahkan minum.


anisa yang masih di kamar, sekali- kali keluar kamar melihat mereka sedang apa.


terlihat mereka sedang asyik mengobrol.


" lebih baik aku keluar saja lah. ucap anisa sambil berganti pakaian dan keluar rumah. ingin menghirup udara sore di taman.


anisa keluar rumah, melewati mereka yang sedang asyik mengobrol.


" mau kemana nis? tanya arkan.


" mau keluar sebentar mas, cari suasana sejuk. jawab anisa meninggalkan arkan .


anisa keluar rumah, hanya berjalan kaki tak jauh dari rumahnya ada sebuah taman yang indah. anisa duduk di bawah pohon menenangkan pikirannya.


" ya sudah kami pulang dulu yah ar, ucap vania.


" iyah om, talia pulang dulu yah? nanti talia sering main ke sini sama mamah yah mah. ucap talia.


" iyah, makasih talia sudah main ke rumah om ucap arkan.


vania dan talia menunggu mobil online, tak menunggu lama mobilnya sudah datang dan mereka pergi.


arkan masuk ke dalam, kemudian menonton telivisi di ruang tengah, hampir 1 jam menonton tv tapi anisa belum pulang juga.


" anisa kemana sih? sudah jam 6 sore tapi belum pulang juga. guman arkan emosi.


************


Jangan lupa like....


komen....


favorite...

__ADS_1


vote yah gaes....


__ADS_2