
arkan hanya menganguk saja, anisa begitu bahagia.
" tok..tok.. permisi.
" tuan arkan, semua admistrasi rumah sakit sudah di selesaikan dan saya sudah bertemu dengan dokter yang menangani pak rudi, katanya sebentar lagi tindakan operasi akan di laksanakan.
" iyah, terima kasih.
anisa masih duduk di samping ranjang pak rudi, anisa terus menanggis dan terus berdoa agar pak rudi cepat sembuh.
" anisa, ucap pak rudi yang tiba-tiba sadar.
" iyah pak, bapak pasti sembuh sebentar lagi akan di lakukan operasi, bapak harus kuat yah pak.
" kamu kesini sama siapa?
" sama pak arkan pak, dia tempo lalu yang menabrak bapa.
" panggilkan dia kemari.
anisa memanggil arkan, mereka duduk bergantian di sebelah pak rudi. anisa duduk di tempat arkan. pak rudi dan arkan berbicara panjang lebar sampai akhirnya dokter datang untuk membawa ke ruang operasi.
setelah menunggu berjam-jam, operasi telah selesai dan pak rudi di bawa ke ruang perawatan kembali, setelah di operasi bukannya semakin membaik, keadaan pasien mulai melemah. dokter sempat binggung, bukannya membaik malah makin melemah.
" dok, kenapa keadaan bapak saya melemah dok? tanya anisa sambil menanggis.
" mba nisa yang sabar yah mba, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, operasinya berjalan lancar cuman bapak rudi sepertinya tidak punya keinginan untuk sembuh.
anisa terus menangis, melihat pemandangan sedih, arkan langsung memeluk anisa.
__ADS_1
" kamu yang sabar nis, percaya pasti bapak sembuh.
" pak saya nggak tega liat bapa seperti ini?
" nisa...nisa..." panggil pak rudi pelan.
anisa berjalan mendekati pak rudi, langkah kakinya yang lemas di bantu berjalan arkan.
anisa memegang tangan pak rudi sambil terus menciumi tangannya.
" anisa nggak usah sedih, bapa bahagia sekarang kamu sudah ada yang jagain.
nak arkan bapa titip nak anisa yah.
arkan hanya menanggukan kepala, anisa terus saja menanggis.
" anisa, bapa mau ketemu ibu kamu di surga. ibu sudah menunggu bapa disana.
keadaaan bapa semakin kritis.
" dokter... dokter .. teriak anisa.
dokter langsung datang, tapi dokter tidak bisa berbuat apa-apa.
" maaf bu anisa, bapa sudah meninggal.
" Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, bapa jangan tinggalkan anisa sendirian pak, anisa tidak punya siapa-siapa selain bapa. anisa terus menanggis.
arkan mendekati anisa dan langsung memeluk anisa.
__ADS_1
" kamu yang sabar nis, masih ada aku disini yang akan menjaga kamu?
anisa masih saja menangis, tiba- tiba di pingsan.
" nis.. nis..anisa.. dokter.. dokter teriak arkan karena panik.
anisa di baringkan di sofa ruangan, di periksa oleh dokter. jenazah pak rudi di mandikan dan sekalian di kain kafan. arkan menghubungi asistennya untuk menyiapkan semuanya dirumah anisa.
anisa tersadar dari pingsannya.
" bapak, jangan tinggalkan anisa pak teriak anisa. arkan dengan sigap langsung memeluk anisa.
" bapak kamu sudah tenang nis, kamu jangan seperti ini terus nis! ayo kita pulang, bapak kamu akan segera di kebumikan.
anisa dan arkan pulang ke rumah anisa, sampai di sana tetangga terdekat sudah berkumpul di rumah anisa, menunggu ke datangan jenazah pak rudi. para tetangga mengucapkan berbela sungkawan atas meninggalnya pak rudi. setelah menunggu setengah jam jenazah pak rudi telah sampai di kediaman anisa. jenazah pak rudi di sholati dan siap di kebumikan. para warga mengantarkan jenazah pak rudi ke pemakaman terdekat. anisa terus menanggis tak kuasa melihatnya. proses pemakamanya berjalan dengan lancar.
arkan tak tega meninggalkan anisa sendirian, dia menitipkan anisa pada tetangganya yang biasa membantu anisa.
" nis, saya pulang dulu yah? besok pagi saya kesini lagi. ucap arkan
anisa hanya mengangguk dan terus menanggis. setelah proses pemakaman selesai, hujan pun turun ikut bersedih atas kepergian pak rudi selamanya.
arkan akhirnya meninggalkan kediaman anisa, sampai di rumah arkan membersihkan tubuhnya dan tertidur hingga pagi.
**********
JANGAN LUPA LIKE N KOMEN YAH GAES
TERIMA KASIH 😊😊😊
__ADS_1