NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Bertemu dengan keluarga anisa.


__ADS_3

anisa memutuskan untuk keluar kamar, dan jalan-jalan di sekeliling home stay.


aktifitas warga sudah mulai terlihat sejak pagi-pagi sekali. karena penginapan dekat dengan pasar tradisional, anisa berjalan-jalan di pasar, mencari makanan untuk arkan dan dirinya. anisa melihat penjual nasi sedepan.


" bu beli nasi sedepannya dua bungkus yah bu tambah pake ayam goreng yah bu. ucap anisa


" iyah mba, tunggu sebentar yah mba. jawab penjual nasi


" teh manisnya ada bu? tanya anisa.


" ada, mau sekalian? jawab penjual nasi.


anisa menunggu, sambil duduk di kursi yang sudah disediakan.


" mba bukan orang sini yah? tanya penjual nasi.


" iyah bu, saya lagi cari orang. ucap anisa.


" oh..


" oya ibu kenal sama bu dasimah dan bapak karja? tanya anisa.


" kenal mba, dia itu orang terkaya di sini, tapi kasian mba, dia cuman hidup berdua, anaknya pergi sama wanita, denger-denger sih anaknya tidak disetujui nikah sama wanita tersebut jadi kawin lari mba.


ucap penjual nasi panjang lebar.


" oh, rumahnya di sebelah mana yah mba? tanya anisa lagi.


"rumahnya di ujung sana mba, rumah paling bagus, ucap penjual nasi sambil menunjukan arah.


" iyah bu, jawb anisa.


" ini mba, jadi totalnya 25 ribu. ucap penjual nasi.


" terimakasih yah bu. jawab anisa.


" sama- sama. balas penjual nasi.


anisa melanjutkan keliling- keliling pasar, anisa juga tak lupa membeli jajanan pasar. setelah mendapatkan yang inginkan, anisa kembali ke penginapan.


" crek..creek.. anisa membuka kunci, terlihat arkan sudah rapi.


" lama sekali nis, habis dari mana? tanya arkan.

__ADS_1


" habis dari pasar mas, sarapan dulu mas, anisa menungkan teh manis hangatnya ke dalam gelas dan mengambil piring yang memang sudah di sediakan di dalam kamar. arkan dan anisa mulai memakan sarapanya.


" mas anisa sudah tau rumah nenek dan kakek anisa mas? ucap anisa.


" ya sudah habis makan, kita langsung ke sana yah nis. ucap arkan.


selesai makan dan membereskan semua. mereka cek out dari home stay. arkan mengemudikan mobilnya kembali.


" ini kemana nis? tanya arkan.


" masih lurus terus mas, rumah paling bagus dan paling ujung sendiri. ucap anisa


arkan mengemudikan mobilnya dengan pelan dan santai. tak jauh dari home stay, terlihat rumah berdiri kokoh.


" mas kayanya itu deh rumahnya! ucap anisa. sambil menunjukan rumah besar.


arkan memarkirkan mobilnya di rumah tersebut. kemudian mereka berdua turun dari mobil.


" tok..tok..tok.. assalamualaikum. permisi.. ucap anisa.


" assalamualaikum...mas kayanya sepi yah mas, apa kita menunggu disini dulu ucap anisa.


" iyah nis, jawab arkan.


" mau cari siapa mba, mas? tanya tetangga.


" mau cari bu dasimah sama pak karja pak. ucap anisa.


" owh, kalau pagi biasnya nek dasimah sama kakek karja di kebun mba. ucap tetangga.


" kebunya sebelah mana yah pak? tanya anisa.


" saya mau ke kebun mba, kalau mba mau menunggu saya panggilkan yah. ucap tetangga sopan.


" terimakasih banyak pak. ucap anisa sopan.


tetangga tersebut meninggalkan anisa dan arkan dan memanggil nek dasimah dan kek karja. 15 menit kemudian nek dasimah dan kek karja pulang kerumahnya. dia melihat anisa dan arkan, ia mengerutkan keningnya. mereka mendekati anisa dan arkan.


" maaf ade mau cari siapa yah? tanya dasimah.


" mau cari nenek dasimah sama kakek karja. jawab anisa.


" iyah saya dasimah dan ini suami saya karja. jawab dasimah.

__ADS_1


anisa dan arkan langsung mencium punggung tangan mereka berdua.


" kalian siapa?? tanya karja.


" saya anisa pak, dan ini suami saya arkan. ucap anisa.


" masuk dulu, kita bicara di dalam rumah saja, nggak enak kalau di liatin warga yang lewat ucap karja mempersilahkan masuk.


anisa dan arkan duduk di ruang tamu, dasimah membuatkan teh manis, dan duduk kembali ke ruang tamu bersama mereka.


" kedatangan kami kesini.. anisa menghentikan ucapannya, anisa menanggis meneteskan air mata.


" huuufffzz anisa menghelai nafasnya dengan kasar, agar pikirannya tenang.


melihat anisa yang terus menanggis, arkan akhirnya angkat bicara.


" mohon maaf nek, kakek, kedatangan kami kemari mau ketemu orang tua alm pak rudi selaku mertua saya,anisa dapat wasiat agar menemui orang tuanya dan meminta maaf . ucap arkan.


" maksud nak arkan, rudi anak kakek dan nenek. ucap karja.


anisa memberikan foto bapaknya berserta keluarganya dan memberikan ke nenek.


mendengar kata alm, nenek langsung menanggis terus menerus.


" rudi anak mamah sudah meninggal pak guman dasimah sambil memanggis.


" jadi kamu cucu kakek? tanya karja.


anisa menganggukan kepala, ia terus menanggis berjamaah. arkan pun tak kuasa melihat seisi rumah menanggis, ia menitihkan air matanya. arkan memeluk anisa, agar anisa lebih tenang.


**********


Part dua...


Jangan lupa like...


komen...


vote yah gaes ...


disini saya berusaha membuat novel yang baik, mohon berkomentarlah yang positif agar saya selaku autho lebih semngat mengarang...


terimakasih sudah menunggu...

__ADS_1


love you all 😍😘😘😘


__ADS_2