
pak Andrew pun keluar dari kamar, baru kali ini aku melihat dirinya memakai baju kaos berkera, aku yang duduk di kursi meja makan seakan tak berhenti melihat ke arahnya. penampilannya sungguh sangat berbeda dengan stelan jas yang tiap harinya aku liat. tiba_ tiba aku teringat dengan ucapan Lina sahabatku..
vin apa yang kamu pikirkan ucapku dalam hati dan mengalihkan pandanganku...
" pak makan siangnya udah siap..
" baiklah ucapnya lalu berjalan menuju meja makan..sementara aku hanya terdiam disofa..
" kamu ngga makan ucapnya
" entar aja pak Aku mau siap2 dulu
" sbentar aja ayo makan bersama sebelum makanya dingin
" baik pak ucapku lalu duduk didepan pak Andrew...
aku bahkan tak berani menatap pak Andrew,...aku berusaha memasukkan makanan dalam mulutku.. tiba _tiba aku tersendak..
hu...hu...hu... pak Andrew lalu menyodorkan segelas air kepadaku..
"terima kasih pak..ucapku lalu meminum segelas air itu
" kamu tidak apa2 ucapnya seakan khawatir padaku..
"ngga apa2 pak sambil meneruskan makanku..
setelah makan siang aku bergegas mandi untuk membersihkan diri, sementara pak Andrew duduk disofa menungguku bersiap...
15 menit kemudian aku keluar dari kamar dengan stelan cukup rapi dengan sedikit mengurai rambut panjangku kebelakang...
" ayo pak aku udah siap ucapku sambil membawa beberapa dokumen ditanganku.
ia pun berdiri dan berjalan keluar kamar akupun mengekor dibelakangnya seperti biasa..
setelah keluar dari lift tampak seseorang datang menghampiri kami
" dengan pak Andrew ucap lelaki itu
" iya ucapnya
" saya sopir pak doni, ayo pak aku antar ketempat beliau ucap lelaki itu..
aku dan pak Andrew mengikuti lelaki itu dan masuk kedalam mobil yang telah disiapkan.. dan duduk bersebelahan dengan bosku..
"Vina bagaiman kamu sudah siapkan dokumen kontrak itu ucapnya
" iya pak sudah ucapku
tiba_tiba mobil sopir pak Doni berhenti. aku yang tidak bisa menahan tubuhku pun terbentur ke dada pak Andrew..
" maaf pak aku ngga sengaja lalu kembali duduk dan merapikan rambutku yang acakan serta mengambil dokumen yang jatuh dari genggamanku..
__ADS_1
" ada apa pak ucap pak Andrew
" maaf pak tiba2 ada motor yang menyalip kedepan mobil ucapnya
" ya sudah jalan lagi.. ucap pak Andrew
sopir pak Doni pun kembali melajukan mobilnya menuju tempat pak Doni berada.. beberapa menit kemudian mobil itu sampai disebuah kafe yang terkenal dikota itu
sebelum turun dari mobil seperti biasanya aku harus merapikan penampilan pak Andrew , tugasku bukan hanya mencatat jadwal dan membuat laporan pak Andrew namun aku juga harus sesekali merapikan dasi miliknya apalagi ketika ingin bertemu orang penting..
sehari sebelum masuk kerja dan serah terima jabatan dari mantan sekertaris pak Andrew ia menjelaskan semuanya..ia bahkan pengalaman karena sudh 2 tahun bekerja dengannya..ia terpaksa rizen karena calon suaminya menyuruhnya berhenti karena cemburu dan curiga setiap kali ia keluar kota dengan bossnya...
aku sempat berfikir untuk mengambil pekerjaan itu namun karena rentenir ibuku sering datang padaku terpaksa aku harus mencoba pekerjaan ini..
aku mungkin harus siap menjelaskannya kepada Doni jikalau saja ia cemburu padaku...
akupun meraih kerah baju pak Andrew dan merapikannya. setelah penampilan pak Andrew rapi... ia pun turun dari mobil..
"lewat sini pak ucap sopir pak Doni
" pak Andrew pun mengikutinya begitupun denganku mengekor dibelakangnya..setelah sampai diruangan VVIP aku dan pak Andrew masuk dalam ruangan itu..
disana sudah ada seorang lelaki muda telah menunggunya..
"dengan pak Andrew ucap lelaki itu menyalami pak andrew..
" Vina sekertaris pak Andrew ucapku menyalaminya.
aku yang mendengar ucapan bosku tak percaya ' jadi ini orang penting yang dibilang gumamku dalam hati...
aku sempat kagum padanya diusia yang tak beda jauh dariku dia sudah menjadi pengusaha sukses..
pak Andrew dan pak Doni pun membahas tentang kontrak kerja mereka, aku mencatat segala pembahasan itu dengan seksama.
sejam pun berlalu akhirnya pertemuan itu berakhir, setelah aku menyerahkan dokumen kontrak kerja itu pada pak Doni..
" baiklah pak Andrew cukup disini pertemuan kita dulu, untuk dokumennya aku harus baca dulu
" ya tidak masalah lagian kami masih ada kegiatan dikota ini ucap pak Andrew
" baiklah jika anda sibuk nanti biar sekertaris bapak yang datang dikantor ucapnya sambil tersenyum padaku..
aku yang mendengarnya hanya bisa menatap balik pada bosku..berharap dia mengeluarkan sedikit kata dalam mulutnya..
" nanti aku dan sekertaris ku yang kekantor bapak sekalian jalan_jalan ucap pak Andrew
" baiklah kalau begitu..pak aku harus pergi ucapnya
" nona Vina aku pergi dulu ucapnya tersenyum..
" akupun membalas senyuman itu .
__ADS_1
pak Doni pun keluar dari ruangan itu, sementara aku dan pak Andrew masih duduk dan menyusun dokumen yang telah dibahas..
" jadwal selanjutnya apa Vina ucap pak Andrew padaku
" besok jadwal Anda ketemu dengan pemilik perusahaan kontruksi pak
" jam berapa ?
" jam 10 pagi pak
" hmm baiklah.. ucapnya
setelah dokumen beres aku dan pak Andrew pun keluar dari kafe itu.. dengan langkah yang cepat aku berlari dibelakang pak Andrew ..dan sebuah mobil berhenti didepan kami yang tak lain sopir yang akan membawaku selama aku berada dikota ini..
" pak tolong mampir ke mall sebentar ucap pak Andrew
" kita ngga langsung pulang pak ucapku padanya..
" aku mau membeli beberapa pakaian dulu ...
" apa aku harus ikut pak ucapku lagi
" kenapa ? kamu ngga mau ikut ucapnya
" hmm ngga pak aku cuma bertanya saja ..
sebenarnya kakiku sudah terasa sakit memakai sepatu hills ini, ingin rasanya aku merebahkan tubuh lelahku ini tapi apalah daya aku harus menemani pak Andrew lagi belanja...
******
aku dan pak Andrew pun memasuki pusat pembelanjaan, malam itu suasana mall sangat ramai akan pengunjung apalagi malam ini malam Minggu.. syukurlah karena pak Andrew hanya masuk di toko baju brand ternama yang pengunjungnya bisa dihitung jari..
" selamat malam pak.. ada yang bisa saya bantu ucap pelayan itu
" tolong tunjukkan beberapa kemeja keluaran terbaru ucapnya
" sebelah sini pak ucap pelayan itu mengantar pak andrew
sementara aku berjalan melihat2 pakaian khusus wanita.. akupun tak sengaja memeriksa harga baju itu, mataku mebelalak saat melihat harga baju itu, mana mungkin model yang sederhana bisa mencapai 1,5 juta..gumamku
tiba_tiba pelayan menghampiriku
" ini edisi keluaran baru ka ucapnya padaku
" hmm iya
" Kaka mau ucapnya lagi
" hmm aku cuma liat2 aja kok ucapku lalu berpura_pura melihat baju yang lainnya..
mana mungkin aku mau beli baju seharga itu, kalau aku beli dipasar swalayan mungkin bisa kena 10 baju bahkan lebih gumamku dan memutuskan duduk disofa toko itu menunggu pak Andrew yang sedang belanja..
__ADS_1