
Makan siang sudah tertata rapi di meja makan, nenek dasimah hanya memasak berbagai sayur, tempe tahu dan sambal.
" Nek anisa bawa oleh-oleh juga buat nenek. ucap anisa.
Bi giyem langsung mengambil satu dus, kemudian nenek dasimah membuka isi dus tersebut.
" Wah ikan laut asin, kue bolu, banyak sekali nis, nanti nenek bagikan ke tetangga yah. ucap nenek dasimah
" Iyah nek, terserah nenek. jawab anisa
" Kamu disini mau berapa hari? tanya nenek dasimah
" Kira-kira satu minggu nek, anisa kangen sama nenek. ucap anisa
Kemudian bi giyem mengundang arkan dan kakek karja. Arsya dan arsyi di jaga oleh bi giyem dahulu. Mereka sudah duduk di meja makan, mengadap makanan yang ada.
Anisa mulai mengambilkan makanan untuk arkan. Mereka makan dengan lahap tanpa ada suara, hanya suara piring dan sendok yang saling bersentuhan. Setelah makan, mereka duduk di ruang tengah menjaga arsya dan arsyi, agar bi giyem makan dahulu.
Matahari mulai tenggelam, diganti sang bulan yang menyinari malam. Suasana kampung nenek kalau malam mulai mencekam. Memang di kampung nenek dan kakek kalau sudah masuk ada magrib, semua warga jarang keluar rumah.
Setelah makan malam, bi giyem memutuskan untuk ke kamarnya. Anisa, arkan, nenek dasimah, kakek karja dan baby twin ikutan main sambil menonton telivisi. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, anisa dan baby twin memutuskan untuk masuk kedalam kamar.
" Kakek, nenek, anisa ke kamar dulu yah, ucap anisa sambil mengendong baby arsya dan arsyi secara bersamaan.
__ADS_1
Anisa memang sudah belajar dari kutub cara mengendong baby twin secara bersamaan.
Nenek dasimah juga memutuskan untuk ke kamar. Hanya ada kakek karja dan arkan di ruang tengah.
" Arkan kamu mau kakek bikinin jamu lagi nggak nih? buat adiknya arsya dan arsyi ucap kakek sambil tertawa terbahak- bahak.
" Wah, boleh juga kek ucap arkan ke girangan.
Mereka mengobrol sampai tengah malam, benar-benar keadaan lingkungan rumah kakek sepi. Arkan memutuskan untuk istirahat, ia masuk ke kamar terlihat anisa dan baby twin sudah tertidur pulas.
" Terimakasih sayang, sudah menjadi ibu yang baik untuk anak- anakku. guman arkan sambil mencium kening anisa.
Mereka sangat kelelahan, jadi mereka tertidur begitu pulas sampai subuh.
Anisa masih saja tertidur padahal kedua anaknya sudah menanggis begitu keras. Akhirnya arkan terbangun, gara- gara mendengar arsya dan arsyi menanggis.
" Duh anak papah sudah bangun, mamah belum bangun yah, ucap arkan
Arkan langsung membuatkan susu formula untuk kedua anaknya. Setelah di kasih susu keduanya sudah diam.
" Anak papah laper yah? ucap arkan sambil mengajak bicara kedua anaknya.
" Tumben, anisa nggak bangun guman arkan.
__ADS_1
Arkan mendekati anisa yang masih tertidur pulas, arkan menyentuh tubub anisa. Tubuh anisa begitu panas.
Arkan langsung terbangun dan mengambil air untuk mengompres anisa.
Bi giyem dan nenek dasimah sudah terbangun, mereka sedang memasak. Arkan mendekati nenek dasimah.
" Nek, anisa sakit, badannya panas sekali ucap arkan khawatir.
" Nenek bikinin jamu sebentar yah nak ucap nenek dasimah.
" Disini aada dokter nek? biar anisa saya bawa ke dokter dulu. ucap arkan
" Kalau mau ke dokter jauh nak, disini cuman ada mantri ucap nenek
Nenek akhirnya pergi ke belakang rumah, mengambil bahan- bahan untuk jamu anisa.
Arkan kembali kekamar, anaknya sudah tertidur pulas setelah minum susu.
********
Jangan lupa like, komen, vote
Terimakasih yah sudah setia menunggu 😍😍
__ADS_1