
Liburan anisa di kampung kakeknya sudah hampir satu minggu, besok pagi anisa harus sudah meluncur ke kota.
Arkan sedang main sama arsya dan arsyi, anisa mulai packing pakaian. Semua pakaian di masukan ke dalam koper anisa tak lupa menyiapkan satu stell baju arsya, arsyi arkan dan dirinya untuk besok.
Malam begitu sunyi, suasana kembali mencekam. Anisa dan anak- anak sudah tertidur pulas. Arkan memainkan ponselnya. Lolongan anjing terdengar begitu keras ditelanga arkan. Arkan dengan cepat langsung memejamkan matanya.
" Cuit..cuit...cuit... terdengar suara burung berkicau, matahari belum terlihat. Suasana saat ini terasa dingin.
Anisa membuka matanya, sikecil sudah terbangun tapi mereka bermain sendiri.
" Mas.. mas.. bangun mas, ini sudah pagi ucap anisa sambil membangunkan arkan.
Anisa langsung bangun dan mengambil handuk untuk mandi.
" Mas jagain anak-anak, aku mau mandi dulu. ucap anisa
" Hmmm. guman arkan.
" Plak... plak..arsya dan arsyi menampar muka arkan, arkan pun sempat kaget.
" Ih, anak papah ko gitu sih bangunin papahnya. ucap arkan.
" Pa...pa..pa..pa celoteh arsya
" Ya ampun, anak papah sudah bisa ngoceh guman arkan sambil tersenyum.
Selesai anisa mandi dan memakai baju, gantian arkan mandi.
" Tok...tok..tok.. permisi nona, apakah nona anisa sudah bangun, ucap bi giyem di balik pintu.
Anisa langsung membukakan pintunya untuk bi giyem, kemudian bi giyem mengendong arsya dan anisa mengendong arsyi untuk di mandikan dulu.
__ADS_1
Anisa sudah menyiapkan pakaian arkan di tempat tidur. Anisa dan bi giyem keluar kamar. Anisa dan bi giyem memandikan arsya dan arsyu ,selesai keduanya mandi, anisa mulai memberikan asinya untuk arsya dan arsyi sampai keduanya tertidur dengan pulas.
Arkan sudah siap, barang- barang sudah di masukan ke dalam bagasi mobil. Mereka sarapan bersama, kakek dan nenek terlihat sangat sedih. Selesai makan, semuanya bersiap untuk pulang.
" Kakek nenek anisa dan mas arkan pamit yah. ucap anisa
" Nenek bakalan kangen sama kalian. ucap nek dasimah.
" Nenek kami akan sering mengunjungi nenek dan kakek, apa nenek dan kakek ikut anisa ke kota saja. ucap anisa
" Iyah nek, lebih baik nenek dan kakek ikut kami saja. ucap arkan
" Kakek dan nenek sebenarnya ingin ikut kalian, tapi bagaimana nasib perkebunan dan rumah kami disini, oya cepat kalian pulang, kalau sudah turun hujan susah melihat jalanan. ucap nek dasimah
Anisa, arkan , dan bi giyem sudah siap masuk kedalam mobil.
" jeeedeeerrr... suara petir begitu mengelegar membuat arsya dan arsyi menanggis.
" lebih baik kita tunggu hujan redah dulu yah sayang, ucap arkan.
Mereka semua kembali masuk ke dalam rumah, nenek dasimah langsung masuk kedapur dan membuat minuman hangat untuk mereka.
" Lebih baik pulangnya besok saja nak, ucap kakek karja.
" Iyah kek, jawab arkan.
" Biasaya kalau turun hujan, jalanan akan tertutup kabut nak dan rawan kecelakaan, ucap kakek menjelaskan.
Minuman penghangat sudah siap, mereka minum teh bersama-sama di teras belakang sambil menikmati hujan.
Arsya dan arsyi sedang main di ruang tengah sambil tertawa. Perkembangan Arsya dan arsyi mulai aktif, kini mereka sedang senang-senangnya berceloteh.
__ADS_1
" Anak mamah sehat-sehat yah, biar nanti kalau sudah besar bisa jagain mamah dan papah kalau sudah menua. ucap anisa sambil tersenyum.
Hujan begitu lebat, angin begitu kencang, kakek dan arkan segera masuk kedalam rumah.
" Jeedeeerrrrr.... suara petir begitu keras, membuat arsya dan arsyi kaget.
Keduanya menanggis, anisa langsung memeluk arsyi dan arkan memeluk arsya.
Semuanya berkumpul di ruang tengah, listrik mulai padam, udara begitu dingin. Kakek karja dengan sigap langsung menyalakan lampu ceplik.
" Kruyuk....kruyuk... suara perut arkan terdengar begitu keras.
" Mas lapar yah? tanya anisa.
" Iyah sayang, kalau hujan bawaanya pengin makan yang segar-segar. ucap arkan.
" Bentar yah mas, anisa masakin mie rebus. ucap anisa sambil menawarkan ke yang lain.
Arsya dan arsyi mulai tertidur, anisa dan bi giyem ke dapur untuk membuat mie rebus telor. Anisa membuat bumbunya, bi giyem memotong sayuran. Setelah bahan sudah siap semuanya, anisa langsung mengeksekusi masakannya dengan lihay. Tak menunggu lama, mie rebus telornya sudah jadi. Anisa membagi menjadi lima mangkok mie rebus, yang dua nggak pedas dan yang tiga pedas. Makan mie rebus pedas dengan teh manis panas menurutnya begitu nikmat disaat hujan turun.
Arkan mulai memakan mie buatan anisa dengan lahap. Setelah makan, bi giyem membereskan semuanya. Mereka tidur bersama-sama di ruang tengah. Hujan turun begitu lama sampai malam hari. Mereka akhirnya tertidur pulas di ruang tengah.
*******
Maafkan author yah gaes, baru bisa update.
Insyallah author bakalan aktif lagi, karena kemarin - kemarin banyak halangan.
Semoga kalian sehat sllu..
Jangan lupa like, komen yah gaes.
__ADS_1
TerimaKsih 😘😘