
" berapa yang harus saya pinjamkan untuk biaya operasi bapak kamu?
" 20 juta pak.
" oke, segitu saja!
apakah segitu cukup? nada arkan mulai arogan.
" cukup pak.
" oya anisa, saya bisa kasih kamu lebih dari itu, asal!
" asal apa pak??
" asal kamu mau menikah denganku.
" maksud bapak, saya jual diri saya gitu ke bapak?
" bukan.. bukan... kamu jangan salah paham dulu,saya tidak sejahat itu nis.
" terus?
" kita menikah karena saling menguntungkan, semua biaya rumah sakit bapak kamu saya yang tanggung, dan kamu harus berpura-pura jadi istriku di depan keluargaku bagaimana??
" tapi pak?
" kamu pikirkan dulu,, besok pagi aku tunggu jawab kamu dirumahku.
anisa langsung meninggalkan ruangan pak arkan, dia terlihat lesu tak berdaya. matanya terus meneteskan airmata.
" dengan cara seperti ini, agar saya bisa menikahi anisa guman arkan dalam hati.
**********
keesokan harinya, anisa mendatangi rumah arkan. anisa mencari tahu alamat rumah arkan dari teman kerjanya.
sampai di rumah arkan, anisa agak ragu antara mau masuk atau tidak.
__ADS_1
" tok...tokk..tokk.. permisi
arkan yang mendengar suara pintu, kemudian keluar rumah. kebetulan arkan tinggal sendirian, semenjak kecil keluarga laura mengajarkan hidup mandiri.
" eh kamu nis, ayo masuk.
" terima kasih pak.
" silahkan duduk.
arkan yang mengenakan kaos putih, rambut disisir begitu rapi terlihat sangat santai dan tampan. jarang-jarang anisa melihat arkan seperti ini.
" pak, saya sudah memutuskan kalau saya mau menikah dengan bapak.
" oke, kita adakan pernikahan bulan depan!
" secepat itukah?
" iyah, oya saya sudah siapin kontrak pernikahan, baca dan pahami ,tanda tangan secepatnya, saya beri waktu 1 jam untuk membaca.
" baik pak.
" terimakasih pak.
arkan berjalan meninggalkan anisa. anisa membolak balik kan kontrak yang di berikan arkan.
" tampaknya tidak ada yang aneh, lebih baik saya tanda tangan langsung saja, kelamaan...
anisa akhirnya menandatangani perjanjian kontrak yang di berikan arkan. mata anisa melirik ke kanan dan ke kiri, kakinya melangkah ke sebuah dapur tanpa permintaan anisa kemudian memasak sarapan.
arkan mengerutkan hidungnya, " aromanya begitu harum, siapa yang masak?
arkan selesai mandi langsung keluar kamar, melihat anisa sedang memasak.
" memang saya tidak salah pilih calon istri? walapun istri kontrak, tapi aku yakin kamu bakalan jatuh cinta sama aku anisa.
arkan melangkah mendekati anisa.
__ADS_1
" masak apa kamu nis? sudah di baca semuanya??
" masak mie goreng jawa pak,
sudah pak, saya sudah tanda tangan kontrak, kontraknya ada dimeja depan pak??
" ya sudah, abis sarapam kita urus kerumah sakit yah nis?
" iyah pak, terimakasih banyak. ( senyum nisa begitu bahagia)
anisa mengambilkan satu piring mie goreng buatanya.
" silahkan pak dimakan.
mereka akhirnya sarapan berdua, anisa hanya diam dan memakan mie goreng buatanya.
" ehm.. arkan menghentikan keheningan di meja makan.
" kamu tidak ambilkan saya minum!
" oh maaf pak, saya lupa.
anisa kemudian mengambilkan satu gelas air putih, selesai sarapan arkan mengecek perjanjian antara anisa sudah di tanda tangani atau belum tanpa sepengetahuan anisa, arkan tersenyum tipis.
" ayo kita langsung ke rumah sakit.
" iyah pak.
arkan menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh, akhirnya sampai di rumah sakit islam. mereka berdua menuju ruangan pak rudi, pak rudi masih terbaring lemah dirumah sakit.
arkan kemudian menelfon asistenya untuk datang kerumah sakit mengurus semua admistrasi dan keperluar pak rudi selama dirumah sakit, termasuk membayar orang yang menjaga pak rudi.
" terima kasih yah pak arkan.
*********
JANGAN LUPA LIKE N KOMEN YAH GAES
__ADS_1
TERIMAKASIH