
Setelah olahraga di ranjang, arkan terlelap kembali, anisa bangun dari ranjangnya.
" jam berapa ini. guman anisa sambil melirik jam yang teryata sudah jam 3 sore.
Anisa segera mandi dan memasak untuk makan malam, karena makan siang sudah terlewat.
Anisa cepat- cepat memasak, ia nggak mau kalau arkan terbangun makanan belum matang. Anisa kali ini memasak yang simpel sayur sop, ayam goreng, tempe goreng dan sambal kecap.
setelah beberapa menit memasak, akhirnya selesai juga.
Anisa sedang menata makanan, arkan sudah duduk di depan meja makan.
" Mas dari tadi duduk disini yah? tanya anisa yang dari tadi tidak menyadari kedatangan arkan.
" mas dari tadi sayang. jawab arkan
Mereka menyantap makanan, hanya ada dentuman sendok dan garpu yang terdengar.
Malam semakin larut, mereka berdua tiduran, anisa memeluk tubuh arkan, ia terlelap di pelukan arkan.
Keesokan paginya.
Anisa bangun ke siangan, teryata arkan sudah bangun duluan, anisa beranjak dari ranjang, masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi, anisa keluar kamar. anisa mendekati arkan teryata ada tamu.
" sayang, sini panggil arkan sambil menepuk soffa di samping arkan.
" pagi non, ucap seseorang wanita paru baya.
Anisa hanya mengangguk dan tersenyum.
" sayang dia siapa? bisik anisa di telinga arkan.
" saya giyem tuan nona ucap giyem calon pembantu baru memperkenalkan diri.
Arkan meminta ktp bi giyem untuk memastikan asal usul bi giyem. Bi giyem datang dari kampung, ia datang mengadu nasib di kota. umur bi giyem sekitar 40tahunan.
" silahkan bi, ucap anisa mengantarkan bu giyem ke kamarnya.
Dekat dengan dapur, ada kamar kosong untuk bu giyem.
" ini kamar bibi, dan sebelah sana dapurnya yah bi. silahkan bibi istirahat dulu ucap anisa panjang lebar.
" iyah non, terimakasih sudah mau menerima saya, saya akan berusaha bekerja dengan baik. ucap bi giyem
Anisa meninggalkan bi giyem, ia menghampiri arkan yang sedang duduk di meja makan.
" sayang kamu makan apa? tanya anisa.
" tadi beli nasi uduk sayang di depan komplek. ucap arkan sambil memakan nasi uduknya.
Anisa juga ikut memakan nasi uduknya. selesai makan, arkan bersiap siap ke kantor.
__ADS_1
" sayang, aku ke kantor dulu yah. pamit arkan sambil mencium kening anisa.
anisa tak lupa mencium punggung tangan arkan.
Arkan meninggalkan anisa di rumah bersama pembantu barunya. Anisa memasuki dapur, ia melihat bi giyem sedang mencuci piring.
" bibi kalau cape, istirahat dulu ajah bi. ucap anisa.
" nggak papa non, ucap bi giyem
Anisa bersiap - siap pergi ke pasar sendirian, kebetulan kulkas sudah kosong.
" bi, anisa ke pasar dulu yah ucap anisa.
" iyah non, jawab bi giyem.
Anisa pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan taksi online. Di perjalanan ke pasar anisa hanya memandang jalanan yang padat merasap. Akhirnya sampai di pasar, anisa kemudian turun dan memberikan beberapa lembar uang ke pak sopir.
Anisa sedang memilih sayuran, tiba tiba ada yang memanggil anisa.
" anisa, teriak seseorang wanita yang tak lain tante rita ibunda rizal.
Saat anisa membalikan badan teryata rita yang memanggil dirinya.
" anisa, tolong tante. ucap tante rita
" maksud tante apa? minta tolong kenap tante. tanya anisa khawatir.
" tante, tante mau bawa saya kemana! ucap anisa
Mobil melaju dengan ke cepatan penuh, sampai di rumah tante rita.
Tangan anisa ditarik tante rita masuk kedalam rumah.
Tangan Anisa di tarik kembali sampai di depan pintu kamar, ia memasuki kamar bersama tante rita.
Anisa melihat ada seseorang lelaki sedang duduk melamun.
" anisa maafin tante yang egois ini, tante tak mementingkan kebahagiaan rizal. ucap rita menyalahkan dirinya sendiri.
" anisa sudah memaafkan tante ko. jawab anisa pelan.
" Anisa mau bantuin tante? tanya tante rita.
" bantuin apa tante. jawab anisa
" tante tau, kamu tidak pernah mencintai suami kamu! tante mohon kamu tinggalin suamimu dan menikahlah dengan anak tante. ucap rita panjang lebar.
" maafkan anisa tante, anisa bahagia sama suami anisa. ucap anisa.
" tolong anisa, kalau perlu jadikan rizal suami ke dua kamu. ucap rita.
Tante rita menanggis sampai sesenggukan.
__ADS_1
" tante maafin anisa, anisa akan bantu mas rizal sebisa mungkin sampai sembuh. semoga mas rizal bisa sembuh yah tante.
Semenjak ayahnya meninggal dan anisa kabur dari genggamanya,rizal menjadi depresi.
" makasih anisa, tante tau kamu anak yang baik, maafin sifat tante yang dulu. ucap rita memelas.
Rita meninggalkan anisa bersama rizal, anisa mendekati mas rizal yang masih melamun.
" mas rizal... panggil anisa pelan.
Rizal yang mendengarkan suara anisa langsung menengok dan memeluk anisa dengan erat.
" anisa maafin mas nis, mas sudah jahat sama anisa. ucap rizal sambil menanggis.
" mas, anisa sudah memaafkan mas, mas jangan bersedih terus yah? kasian mamah mas. ucap anisa pelan.
" nis, jangan tinggalin mas! ucap rizal pelan.
Anisa hanya diam saja, ia binggung harus menjawab apa.
" mas, besok anisa kesini lagi yah! mas istirahat yang cukup. ucap anisa pelan.
Rizal mengangguk, anisa meninggalkan rizal sendirian, anisa berpamitan dengan tante rita.
Anisa belum belanja karena sudah siang, akhirnya dia ke supermarket dekat dengan rumahnya.
" aku harus bagaimana? apa aku harus cerita sama mas arkan! tapi kalau cerita pasti mas arkan nggak ngijinin aku pergi. lebih baik tak cerita dulu. guman anisa.
Anisa pulang dari supermarket membawa beberapa kantong kresek.
anisa masuk ke dalam rumah, ia melihat bi giyem sedang duduk di dapur.
" bi maaf yah bi, anisa baru sampai, bibi sudah makan siang? tanya anisa
" sudah non, tadi makan mie instan. jawab bi giyem.
" maaf yah bi, anisa baru belanja. ucap anisa sambil memberikan belanjaannya ke bi giyem.
Anisa masuk kamar, ia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil melamun memikirkan mas rizal.
************
Jangan lupa like.....
komen....
vote...vote... vote terus .....
maaf yah gaes kalau banyak yang salah, author lagi susah mikir 😁😁
terimakasih yang sudah setia menunggu.
love you all 😍😘😘
__ADS_1