NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Sakit 2


__ADS_3

Badan anisa masih panas, arkan mulai binggung.


" Mas..mas.. ucap anisa mengigo.


" Iyah sayang, apa yang kamu rasain sekarang? tanya arkan.


" Pusing, mual, badan menggigil mas. ucap anisa.


" Kamu yang sabar yah sayang, nenek lagi bikin jamu jawab arkan khawatir.


Sarapan sudah siap, bi giyem menyiapkan makanan di meja makan. Arkan masih sibuk mengurus anisa yang badannya samakin panas.


" Nak arkan nenek sudah membuat jamu kunir putih untuk anisa, biar lebih enakan. ucap nek dasimah.


Arkan kembali kekamar, arsya dan arsyi sudah terbangun. Bi giyem menaruh arsya dan arsyi di kereta dorongnya, satu persatu mereka di mandiin.


" Sayang, aku bawain makanan, kamu makan dulu yah sayang, habis makan minum jamu bikinan nenek ucap arkan.


Anisa terbangun, tubuhnya masih lemas. Anisa bersender di tempat tidur, arkan mulai menyuapin anisa makan. Selesai makan, anisa langsung minum jamu bikinan nenek.


" Kamu istirahat yah sayang, biar arsya dan arsyi mas yang jaga. ucap arkan


Anisa tertidur kembali, arkan segera sarapan, di dalam perut semuanya sudah demo besar -besaran.


Arkan makan dengan lahapnya, selesai makan arsya dan arsyi masih bermain dengan kakek dan nenek. Arkan mendekati mereka yang sedang bermain.


" Arsya, arsyi sementara main sama buyut yah? papah mau nemein mamah. ucap arkan.


" Ma..ma..ma..ma..ma.. celoteh arsya.


Arsya dan arsyi tertawa terus menerus melihat nenek dan kakek. Sementara anisa jangan melihat anak-anak dulu, takut anak- anak tertular.


Seharian penuh arkan mendampingi anisa di kamar. Semua arkan yang mengurus anisa dengan telaten mulai dari anisa minta ke kamar mandi, minum, minta sesuatu dan lain- lain.


Hari mulai gelap, arkan memutuskan anak-anak agar tidur sama nenek dan kakek. Semua keperluan arsya dan arsyi sudah di pindah ke kamar nenek. Arkan dan Anisa hanya tidur berdua.

__ADS_1


Suasana mulai hening, suhu tubuh anisa masih panas.


" Sayang, besok kita ke dokter yah. ucap arkan.


" Disini nggak ada dokter kan mas, anisa nggak papa mas, mungkin karena kelelahan. ucap anisa.


" Iyah sayang, disini cuman ada mantri, nanti kita ke mantri aja, yang penting kamu bisa sembuh. ucap arkan


" Mas, anisa kangen arsya dan arsyi. ucap anisa sedih.


" Sementara arsya sama arsyi sama nenek dan kakek dulu sayang, kamu harus cepat sembuh. ucap arkan


Anisa menganggukan kepala, malam yang sepi, udara yang dingin sampai masuk ke sela- sela kamar anisa.


" Mas dingin, ucap anisa mengigil.


Arkan langsung mengambil selimut tebal, arkan setia menemani anisa. Dia nggak bisa tidur, anisa tengah malam sering mengigou.


Arkan bolak balik mengompres anisa.


" Cepat sembuh yah sayang, sedih liat kamu sakit guman arkan.


" Maafin aku mas, sudah membuat kamu susah guman anisa.


Anisa masih belum beranjak dari kamar tidur, ia juga nggak mau membangunkan mas arkan yang masih tertidur pulas.


" Rasanya pusing sekali, kepala jadi berat. guman anisa.


Matahari mulai menampakan cahanya, anisa masih di tempat tidur. Mata arkan mulai membuka dikit demi sedikit. Anisa yang melihat arkan terbangun hanya tersenyum.


" Sayang, kamu sudah bangun ucap arkan.


" He'em mas, anisa sudah bangun dari tadi. jawab anisa.


" Sayang hari ini kita mau ke mantri, bentar yah sayang, aku ambil air dulu buat bersihin tubuh kamu. ucap arkan.

__ADS_1


Arkan keluar kamar, bi giyem sedang memasak makan pagi.


" Bi ada air panas? tanya arkan.


" Ada tuan, bentar bibi ambilkan teremos dan embernya. ucap bi giyem


Bi giyem mengambil ember dan memasukan air panas ke dalam ember, kemudian memberikan ke arkan.


Sampai di kamar, arkan mencampurkan air panas itu dengan air dingin. Setelah suhu airnya sudah menjadi hangat, arkan mengambil waslap.


Arkan mulai melucuti pakaian anisa, arkan membersihkan bagian tubuh anisa dengan sabar dan penuh perhatian. Selesai membersihkan arkan memakaikan baju untuk anisa.


" Selesai sayang, mas mau mandi dulu yah, habis mas mandi, kita makan ucap arkan.


Arkan masuk ke kamar mandi, ia mandi dengan super kilat. Selesai mandi dan memakai baju, arkan memapah anisa ke meja makan. Arkan dengan telaten menyuapi makanan ke mulut anisa.


" Bi nenek sama kakek mana? tanya arkan.


" Nenek sama kakek lagi main di teras belakang tuan. ucap bi giyem.


Setelah anisa makan, giliran arkan mulai makan.


" Bi, tolong panggilkan kakek, katanya mau ke mantri, arkan dan anisa sudah siap. Kami menunggu di depan yah bi. printah arkan.


" Iyah tuan, jawab bi giyem.


Bi giyem berjalan ke teras belakang, kakek dan nenek sedang asyik bermain bersama arsya dan arsyi.


" Kakek, tuan dan nona sudah menunggu di depan, katanya mau ke mantri ucap bi giyem.


" Oh iya, sampai lupa. jawab kakek sambil tertawa.


Kakek langsung ke depan untuk mengantar anisa ke mantri. Anisa dan arkan sudah menunggu di dalam mobil, kakek langsung masuk ke dalam mobil. Mobil sudah jalan, meninggalkan rumah, suasana pagi banyak orang lalu lalang berjalan untuk kesawah, jadi arkan menyetir mobilnya dengan pelan. Setelah 15 menit perjalanan sampai juga di praktek mantri briyan.


**********

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote yah gaes.


Terimakasih yang sudah setia menunggu, love you soo much 😘😘😘


__ADS_2