NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Jamu bikinan kakek 2


__ADS_3

" Haduuhh gimana ini?? huuffzzz arkan mengembuskan nafasnya dengan keras.


Dia membaringkan tubuhnya di sebelah anisa, arkan tiba-tiba memeluk anisa dari belakang. Hati anisa berdetak sangat kencang.


" Aku harus bagaimana? guman anisa dalam hati


Arkan mulai menyentuh tubuh anisa.


" Ko kayanya ada benda keras mempel di bagian belakang aku yah? ucap anisa yang masih memejamkan matanya.


" aah...teriak anisa.


Arkan kaget mendengar teriakan anisa, yang teryata dia belum tertidur.


" Jadi dari tadi kamu belum tidur nis? tanya arkan.


" Hmmm..hmmm iyah mas, jawab anisa malu-malu.


" Nis boleh mas minta hak mas sebagai suami? tanya arkan.


" Mas, anisa takut! ucap anisa sambil meneteskan air mata.


" Kamu nggak usah takut nis, kita pelan-pelan saja ucap arkan pelan.


Anisa hanya mengangguk malu, saat ini keadaan anisa dan arkan telanjang bulat tanpa sehelai kain.


" bismillahhirohmannirohim. ucap arkan.


" aauu.. teriak anisa.


Arkan tak menghiraukan teriakan kecil anisa, di langsung menerobos masuk saja karena sudah tidak tahan.


Anisa terus menerus menanggis karena kesakitan.


" Sakit mas, ucap anisa meringis kesakitan.


" Maafin aku yah nis. ucap arkan kemudian mencium kening anisa.


Anisa dan arkan pergi ke kamar mandi membersihkan semuanya. Terasa perih di **** ********** anisa. Buat jalan saja anisa harus di papah arkan.


Selesai membersihkan keduanya kembali ke ranjang.


" Nis, mas minta lagi yah?? ini jamu bikinan kakek memang tok cer nis. ucap arkan memohon kembali ke anisa.


" Sakit mas. ucap anisa.


" Pelan- pelan saja ko nis, jawab arkan.


Mereka melanjutkan kembali sampai larut malam. akhirnya anisa dan arkan tidur tanpa mengenakan pakaian sehelai pun, hanya selimut tebal yang menyelimuti tubuh mereka.


" Tok..tok.. tok.. anisa arkan sudah bangun belum? teriak nenek dasimah di luar kamar.


" Iyah nek, teriak arkan dari dalam kamar.

__ADS_1


Arkan melirik anisa masih tertidur, kemudian arkan memeluk tubuh anisa.


" Semalam aku sama anisa main sampai larut malam, pasti anisa kecapean guman arkan.


" Terimakasih untuk semalam yah nis. ucap arkan mencium kening anisa.


Arkan kemudian bangun dari tempat tidur masuk ke kamar mandi. arkan langsung mandi.


" Jebur...jeburr. brrrrr dingin sekali ucap arkan mandi dengan kilat.


Mqasih memakai handuk, arkan langsung masuk kedalam selimut anisa.


" Disini sangat hangat sekali. guman arkan.


Arkan melanjutkan aksinya kembali, menciumi tubuh anisa, hingga anisa terbangun.


" Mas mau ngapain? ko sudah di atas anisa saja? tanya anisa.


" Mas mau lanjutin yang semalam nis, ucap arkan tanpa malu- malu.


" Sudah pagi mas, anisa harus bangun ucap anisa.


Arkan malah menciumi leher anisa terus menerus, sampai akhirnya mereka melakukan lagi di pagi hari.


_____________


Anisa dan arkan kemudian keluar kamar, terlihat kakek, nenek menunggu di depan televisi sambil tersenyum.


" Bagaimana semalam? tanya kakek karja.


Arkan hanya mengangguk malu, anisa pipinya merah merona mendengar ucapan kakek.


" Nenek sudah membuat sarapan untuk kalian, cepat kalian sarapan dulu, nanti nenek ajak muter-muter ke perkebunan dan sawah ucap nenek dasimah.


Arkan dan anisa kemudian makan, tanpa ada suara. anisa pagi ini terasa malu, arkan sudah melihat anisa telanjang.


Selesai makan, mereka menghampiri kakek dan nenek yang sudah siap menunggu di depan rumah.


Sekitar 10 menit berjalan kaki, akhirnya sampai juga di perkebunan. perkebunan teh dan perkebunan sayuran.


" Pagi bu, pa. ucap salah satu petani.


" Nek, disini udaranya sangat segar yah. ucap anisa.


" Perkebunan ini suatu saat kamu yang mengurus semuanya! ucap kakek karja.


" Maksud kakek apa yah kek, anisa nggak tau! jawab anisa.


" Kakek ingin kamu tinggal disini sama arkan dan mengurus perkebunan kakek disini. ucap kakek karja


" Maaf kek, tapi arkan nggak bisa mengurus perkebunan ini, tapi arkan bisa memajukan perkebunan ini kedepannya, agar petani disini makmur semuanya. jawab arkan.


" Terimakasih nak, kakek percaya kamu bisa menjaga anisa selamanya. ucap kakek.

__ADS_1


Mereka mengelilingi perkebunan dan belajar berkebun sampai lupa waktu, sampai matahari di atas ubun-ubun. Walaupun panas tapi udaranya terasa sejuk.


nenek sudah menyiapkan makan siang di gubuk dekat perkebunan.


" Ayo makan dulu! perintah nenek.


mereka makan bersama di gubuk, kemudian melanjutkan berkeliling perkebunan.


" Buat jalan saja terasa sakit dan perih ucap anisa dalam hati.


" Kamu kenapa nis? tanya arkan.


" Mas, buat jalan ajah sakit, seperti ada yang nyangkut, terus perih mas jawab anisa manja.


" Mau mas gendong? tanya arkan.


" Nggak usah mas, malu sama kakek dan nenek ucap anisa sambil menahan sakit.


Sampai sore berkeliling di perkebunan, anisa melihat sungai yang begitu jernih.


" Nek, anisa mau ke sungai dulu boleh? tanya anisa.


" Boleh nak . jawab nenek.


Mereka ke berjalan ke pinggiran sungai, di sungai begitu ramai, ada yang mencuci baju, ada yang mandi, cuci piring dll.


Mata semua orang tertuju ke anisa dan arkan.


" Mereka siapa? bukannya ibu dasimah dan pak karja tidak ada keluarga atau anak yah? ucap salah satu warga.


" Kata siapa ibu dasimah sama pak karja tidak punya anak! mereka punya anak tapi anaknya pergi dengan perempuan karena nggak di restuin. jawab warga.


" Terus dia siap? tanya warga desa.


" Mana aku tau.! jawab warga desa.


Anisa dan arkan sibuk mainan air disungai, sedangkan kakek dan nenek hanya melihatnya saja.


***********


Jangan lupa like..


komen...


favorite...


vote..vote.. vote sebanyak-banyaknya, dukung terus authornya yah gaes 😍😍,,


tetap semngat semuanya 💪💪💪


baca komentar kaka - kaka readers, kadang saya bahagia, kadang liat komen negatif agak down sedikit. tapi harus tetep semngat yah gaes...


love you all.😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2