
Mamah laura menyuruh anisa agar di USG dahulu. Anisa tiduran di tempat yang di sediakan, perawat memberikan gel ke perut anisa. Dokter luna mulai mengerakan alat USGnya.
" Kandungannya normal pak, jenis kelaminnya sudah terlihat, janin yang pertama berjenis kelamin laki-laki dan yang satunya belum terlihat, karena posisinya terkurep pak. ucap dokter luna sambil mengerakan alat usg'nya.
" Terimakasih dok. ucap anisa.
Dokter luna memberikan resep untuk anisa, sekarang giliran vania akan di USG, hati reno dan anisa mulai berdetak kencang, mamah laura tersenyum tenang. Vania mulai tiduran di tempat yang tersedia. Perawat memberikan gel ke perut vania, dokter luna mulai memegang alat usg. Mamah laura memadang dokter luna, dokter luna yang mendapat tatapan tak sedap dari mamah laura, keringat dinginya mulai keluar.
" Bagaimana dok? tanya mamah laura.
Dokter luna mencari janin di dalam perut vania, tapi tidak ada. Hati arkan berdetak dengan kencang, anisa dan arkan saling berpegangan tangan.
" Hmmmm Maaf Ny vania.ucap dokter luna gugup dan binggung.
" Kenapa dok? ucap vania sambil mengedepkan mata ke dokter luna.
" Anda tidak hamil Ny, mungkin karena anda kecapean jadi telat haid. ucap dokter luna.
" Alhmdulillah. ucap arkan dengan suara yang keras.
" Mas, aku kaya gini itu pengin cari ayah yang baik buat talia. guman vania menanggis.
" Jangan menanggis vania, karena aku tak akan percaya padamu, jangan pernah ganggu keluargaku lagi! kalau kau coba-coba menganggu keluarga kecilku, kamu akan menyesal nanti!! ancam arkan.
__ADS_1
Vania merasa malu, kebohongannya akan terbongkar secepat ini. Mamah laura senyum dengan senang. Mereka bertiga meninggalkan vania dan dokter luna.
" Kenapa kamu tidak bisa di ajak kerja sama lun. ucap vania marah.
" Maaf van, aku nggak berani sama Ny laura, Dia teman baik mamahku. ucap dokter luna.
" Kamu itu sahabatku lun, dan kamu teman baikku, tega sekali kamu! ucap vania marah, dia meninggalkan dokter luna sendirian.
Vania keluar dari ruangan, teryata mamah laura sudah menunggu vania di luar ruangan. Vania merasa malu, dia menundukan kepalanya di hadapan mamah laura.
" Jangan kau coba, ganggu kebahagian anakku!! aku tau rencana busukmu dengan memanipulasi usg! dan kamu tau aku yang mengancam dokter luna. ucap mamah laura.
Vania diam saja, dia merasa kalah dari mamah laura, kemudian dia langsung meninggalkan rumah sakit tersebut. Mamah laura merasa lega, perusak rumahtangganya sudah kabur. Mamah laura berjalan menuju ruangan anisa.
" Mamah habis dari mana mah? ko lama sekali. tanya arkan.
" Mamah tadi habis cari udara segar sayang, oya bagaimana sudah boleh pulang? ucap mamah laura.
" Sudah mah, papah sedang mengurus administrasinya. ucap arkan
Mereka bertiga menunggu kedatangan papah reno. Setelah setengah jam menunggu, papah reno sudah kembali. Perawat melepaskan infusan anisa, anisa di perbolehkan pulang.
________
__ADS_1
Sampai dirumah, anisa disuruh istirahat oleh mamah laura. Mamah laura nggak mau kalau terjadi yang tidak diinginkan.
Matahari mulai terbenam, mamah laura dan bi giyem sudah memasak untuk makan malam.
" Bi tolong bangunin anisa sama arkan. ucap mamah laura.
" Iyah Nyonya. jawab bi giyem.
Bi giyem kemudian pergi ke kamar arkan.
" Tok...tok.. permisi tuan muda, Nyonya menyuruh tuan dan nona untuk makan malam. ucap bi giyem di balik pintu.
" Iyah bi. sahut arkan
Arkan dan anisa keluar kamar, mereka pergi ke dapur. Mamah laura dan papah reno sudah menunggu di meja makan. Mereka makan dengan lahapnya, suasana hening di meja makan, hanya suara sendok, garpu dan piring. Selesai makan, mereka duduk di ruang keluarga sampai malam.
**********
Jangan lupa like, komen, dan vote yah gaes...
Yang bilang upnya kelaman, mohon maaf kerjaan saya bukan cuman bikin novel saja, saya punya keluarga yang harus di urus.
Terimakasih. Love you all 😍🤩🤩
__ADS_1