NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Kepercayaan cinta


__ADS_3

Anisa memikirkan sambil memandang langit- langit di kamarnya. Sampai jam 5 sore anisa masih tiduran. Arkan pulang pun anisa masih berdiam diri di kamarnya, ia tak menyadari arkan pulang.


" sayang, kamu kenapa tidak menyambutku pulang? tanya arkan.


" maaf sayang, aku ketiduran. jawab anisa berbohong.


" apakah aku harus berbicara sama mas arkan? tapi aku takut dia marah. batin anisa.


Arkan masuk ke kamar mandi membersihkan badannya. selesai mandi arkan masih melihat anisa sedang tiduran.


" sayang, sana kamu mandi, muka kamu kusut banget ucap arkan.


" mas aku mau berbicara mas penting. ucap anisa.


" ya sudah kamu mandi dulu, ucap arkan


" iyah mas, jawab anisa langsung masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi, anisa melihat arkan sedang memainkan ponselnya. anisa memakai baju langsung.


" mas,,, panggil anisa.


" hmmmm..jawab arkan


" mas tadi aku ketemu tante rita, orang tua dari rizal mas. ucap anisa pelan


" apa!! ucap arkan kaget mendengar ucapan anisa.


" kamu jangan pernah ketemu orang yang sudah mencelai kamu nis. ucap arkan marah


" rizal depresi mas, ucap anisa cepat.


" terus apa hubungannya sama kamu! kamu jangan berurusan dengan keluarga rizal. mas nggak suka. ucap arkan marah.


" mas, dengerin anisa dulu, mas jangan marah- marah dulu. ucap anisa pelan


" iyah, mas bakalan dengerin kamu. ucap arkan


" mas, mas harus percaya anisa, anisa sayang sekali sama mas arkan, hati hanya untuk mas arkan, nggak ada yang lain di hati anisa. ucap anisa sambil memegangi tangan arkan dengan lembut.


" oke, mas percaya sama kamu, tapi kalau kamu mau ketemu rizal, kamu harus izin dulu sama mas, ucap arkan


" makasih yah mas, ucap anisa


" iya sayang, mas juga sayang sama kamu, mas ingin kita sampai tua sampai maut memisahkan kita. ucap arkan


Anisa mencium bibir arkan dengan lembut.


" terimakasih sudah menjadi imam yang baik untuk keluarga kita mas, ucap anisa memeluk arkan.

__ADS_1


Mereka kemudian keluar untuk makan malam, makanan sudah tertata rapi di meja. Arkan menarik kursi,mempersilahkan anisa duduk.


" terimakasih mas, ucap anisa


Anisa mengambilkan piring, nasi dan lauk.


Anisa dan arkan mulai menyuapkan makanan kedalam mulut, suap demi suap.


" masakan bi giyem enak juga yah mas..ucap anisa.


" iyah sayang, tapi lebih enak masakan kamu. ucap arkan


Selesai makan, anisa dan arkan masuk ke dalam kamar.


Malam semakin larut, anisa dan arkan masih bercanda. akhirnya mereka terlelap bersama.


Matahari sudah mulai terbit, sinarnya masuk melalui cela-cela ventilasi jendela.


" hooooaaammm. anisa terbangun dari tidurnya. ia langsung masuk kamar mandi di ikuti arkan.


Mereka mandi bersama, anisa menyiapkan baju kerja arkan. ia juga membantu arkan memakaikan bajunya.


" sayang hari ini aku mau ke rumah rizal, rencananya mau bawa rizal ke dokter kejiwaan (Psikiater). ucap anisa pelan.


" iyah sayang, mas izinin tapi nanti pas jam makan siang kamu ke kantor yah sayang.ucap arkan


" oke sayang. jawab anisa.


" pagi tuan, nona. sapa bi giyem.


" pagi juga bi giyem. jawab anisa sopan


Anisa dan arkan duduk di depan meja makan, anisa seperti biasa harus meladeni arkan dahulu.


" bi giyem sudah sarapan? tanya anisa.


" bibi sudah makan ko non, jawab bi giyem.


Selesai makan, anisa dan arkan meninggalkan rumah.


Arkan senggaja mengantar anisa ke rumah rizal.


" alamat rumahnya dimana sayang? ucap arkan.


" jalan xxxxx No 6 mas, jawab anisa.


Akhirnya sampai di depan rumah rizal.


" sayang, jaga kepercayaanku yah? ucap arkan memperingati anisa.

__ADS_1


" iyah mas, anisa bakalan jaga kepercayaan dari mas. ucap anisa


Anisa mencium punggung tangan arkan, arkan mencium kening anisa.


" kalau ada apa- apa langsung hubungi mas yah sayang. ucap arkan


" iyah mas, jawab anisa


Anisa keluar dari mobil masuk ke rumah rizal. Arkan masih memandangi anisa dari dalam mobil.


" tok...tok...tok..permisi


cleklekk... seorang paru baya pintunya, yang tak lain tante rita.


" silahkan masuk nis, ucap tante rita.


Anisa mulai mengikuti langkah tante rita. arkan masih memantau rumah rita.


arkan mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.


" halo pak. jawab seseorang.


" tolong kamu awasi istri saya, kemana saja dia pergi, segera laporkan ke saya, sekarang istri saya di jalan xxxxx no 6. jawab arkan


" siap pak. jawab sesorang


Arkan mematikan ponselnya, dan melajukan mobilnua menuju kantor.


" sebentar yah nis, tante akan siap - siap dulu. ucap tante rita.


Anisa berjalan masuk menuju kamar rizal, ia melihat rizal ada rasa kasihan.


" mas rizal, sapa anisa.


Rizal hanya melirik anisa, tanpa mengucapkan kata-kata.


" mas, kita ke dokter dulu yah. ucap anisa pelan.


Rizal hanya mengangguk, bahwa dia mau. Anisa mengandeng rizal keluar kamar, di luar kamar tante rita memperhatikan anisa dan rizal, ia tersenyum.


***********


Jangan lupa like...


komen....


vote...vote...vote....


Sabar yah gaes,,,

__ADS_1


ditunggu ke lanjutannya...


love you all 😍😘😘😘


__ADS_2