
Arkan menuju parkiran, ia bertemu kembali dengan tio. Sesuatu yang membosankan menurut arkan.
" Arrgghhh ngapain sih dia ada di daerah sini, kaya hantu saja dimana saja ada dia guman arkan dalam hati.
Arkan dengan pelan berjalan menuju mobilnya agar tidak bertemu dengan tio. Dengan cepat arkan masuk ke dalam mobil, kemudian meninggalkan tio. Di perjalanan arkan, melihat orang berjualan manisan. Arkan memberhentikan mobilnya, nggak tau kenapa arkan ingin makan manisan.
" Bu beli 2 bungkus yah ucap arkan.
" Iyah nak, ucap penjual buah
Tak menunggu lama, pesanan sudah jadi, arkan juga membeli makanan lainnya yang ada di sebelah penjual manisan. Arkan melajukan kembali mobilnya untuk pulang kerumah.
Sampai rumah arkan disambut hangat sama arsya dan arsyi yang sedang main dengan anisa.
" Assalamualikum, anak- anak papah. ucap arkan
" Walaikumsalam papah, jawab anisa.
Anisa menyuruh arkan untuk membersihkan tubuhnya dulu sebelum memegang anak- anak.
Anak- anak kini tumbuh dewasa, sudah mulai aktif dan mengoceh sendiri. Keharmonisan keluarga arkan dan anisa mulai merenggang karena arkan yang sibuk dengan bisnisnya dan anisa sibuk mengurus anak- anak.
Arkan sekarang jarang dirumah, dia sering sekali meeting di luar kota bahkan di luar negeri. Tapi anisa tetap setia dengan arkan serta ikhlas mengurus anaknya.
Beberapa tahun sudah mereka menjalani rumah tangga. Kini arsya dan arsyi sudah sekolah dasar, arkan yang makin menua tapi aura ketampananya masih terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
Pada suatu hari, Arkan harus meeting di luar negeri untuk beberapa hari kedepan.
Arkan pamit kepada kedua anaknya dan istrinya.
" Mah papah mau ke belanda, mamah tolong jagain anak- anak yah. papah di belanda cuman satu minggu saja. ucap arkan.
" Iyah pah, papah hati- hati yah disana, kalau sudah sampai kabari mamah. ucap anisa yang tak ingin di tinggal suaminya.
Arsya dan arsyi ikut mengantarkan papahnya ke bandara. Disana mereka terlihat sedih, nggak tau kenapa hati anisa begitu sakit.
Arkan mulai memasuki bandara, mereka saling berpelukan di bandara. Arkan sudah menaiki pesawatnya. Anisa dan kedua anaknya memutuskan untuk pulang.
" Rasanya tidak tenang ucap anisa dalam hati.
" Mamah kenapa ko ngelamun terus, ucap arsyi.
Satu jam sudah arkan meninggalkan negara indonesia. Anisa masih saja khawatir karena belum dapat kabar dari arkan.
" Mamah jangan melamun donk mah, arsya dan arsyi kan binggung. ucap arsya.
" Maafkan mamah sayang. ucap anisa
Tok...tok.. tok.. tok... terdengar suara pintu.
Arsyi langsung membukaan pintu.
__ADS_1
" Maaf mau cari siapa yah pak? tanya arsyi
" Apa benar ini rumah Bapak arkan. ucap bapak tersebut.
" Iyah benar pak, tapi papah lagi ke belanda. adanya mamah ucap arsyi jujur.
" Tolong bisa panggilkan mamahnya de, ucap bapak tersebut.
Arsyi langsung berlari memanggil mamahnya.
" Ma ma mah.. ada pak polisi nyariin papah. ucap arsyi.
Anisa kemudian kedepan menyambut tamu tersebut.
" Maaf pak saya istri dari pak arkan, ada yang bisa saya bantu. ucap anisa
" Mohon maaf, kedatangan kami kesini memberi kabar duka, bahwa pesawat yang bapak arkan tumpangi mengalami kecelakaan. ucap pak polisi
" Apah... mas arkan... teriak anisa sambil menanggis.
Kedua anaknya pun ikut menanggis.
Terjadi kecelakaan pesawat, semua penumpang tewas termasuk arkan. Kini anisa menjadi orang tua tunggal untuk anak - anak.
Tamat.
__ADS_1
Terimakasih, mohon maaf kalau ada kesalahan, baik di senggaja ataupun tidak...