
Selesai mandi, anisa bersiap - siap ke pasar, kebetulan bahan- bahan semuanya habis.
Anisa memesan taksi online, ia menunggu di depan rumah. beberapa menit kemudian pesanan taksi online sudah datang. Anisa membawa semua baju kotor untuk di loundri.
" pak, kita nanti berhenti di depan loundrian sebentar yah pak?ucap anisa.
" iyah mba, jawab sopir taksi
pak sopir mengendarai mobil nya dengan pelan, ia berhenti di depan loundrian persis.
" sebentar yah pak. ucap anisa
" iyah mba. jawab pak sopir
Anisa masuk ke dalam loundrian.
" pagi bu, sapa pelayan loundri
" mba saya mau ngelondri, ucap anisa sambil membawa baju kotornya untuk di timbang dahulu.
" maaf dengan ibu siapa? tanya pelayan
" ibu anisa mba, jawab anisa
Setelah di timbang, anisa menerima kertas nota dari pelayan, kemudian anisa pergi meninggalkan loundrian. Anisa masuk ke dalam taksi, ia melanjutkan perjalanannya ke pasar. sampai di pasar anisa memberikan beberapa lembar uang ke sopir taksi.
" terimakasih mba, ucap sopir taksi.
Anisa keluar mobil, ia langsung berburu seafood. anisa memang pengemar makan seafood. dia membeli udang, kerang, kepiting, daging sapi, daging ayam dan sayuran serta tak lupa tahu tempe. selesai berbelanja anisa merasa lapar, ia masuk kedalam warung bakso. tak menunggu lama baksonya sudah ada di depan mata, anisa langsung menyantapnya perlahan - lahan.
" alhmdulillah akhirnya kenyang juga, kasih makan cacing cacing di perut. hahahaa guman anisa sambil tertawa sendiri.
Selesai makan bakso, anisa berjalan menjauh dari kedai bakso, ia berjalan sambil membawa beberapa kresek belanjaanya.
" tin... tin.. suara kelakson mobil
" anisa mau kemana? tanya seseorang membuka kaca mobilnya.
" mau pulang mas, jawab anisa
" mas antar yah. jawab rizal yang teryata ada di dalam mobilnya.
" nggak usah mas, anisa mau naik taksi ajah. ucap anisa
Rizal turun dari mobil, ia langsung menarik anisa secara paksa masuk ke dalam mobilnya. semua belanjaan anisa di taruh di bagasi mobil.
" mas kamu apa- apaan. bentak anisa
__ADS_1
Rizal diam saja, ia melajukan mobilnya dengan cepat.
" mas ini bukan arah rumahku, kamu mau bawa aku ke mana. bentak anisa, anisa semakin marah, ia berusaha membelok - belokan setir mobil rizal.
" anisa hentikan!! bentak rizal kembali.
Rizal berusaha memegangi tangan anisa yang tak terkontrol. sampai di sebuah rumah terpencil rizal berhenti.
" kenapa bawa aku kesini mas? ucap anisa sambil menanggis.
Rizal langsung mencium bibir anisa dengan kasar. anisa sempat tak bisa bernafas.
" plak... cukup mas. bentak anisa
" nis, mas masih sayang sama kamu, mas ingin hidup bersama kamu walau hidup sederhana di rumah itu. jawab rizal sambil menuding rumah kecil di depannya.
" hentikan mas, anisa harus ngomong berapa kali, anisa sudah menikah mas. jawab anisa yang suaranya semakin meninggi.
" aku nggak peduli nis, kamu harus jadi miliku selamanya. jawab rizal
Rizal menarik tangan anisa dan membawa masuk anisa ke dalam rumah kecil. rizal mengurung anisa di dalam kamar.
" kamu renungkan di dalam kamar, kalau kamu mau jadi istiku. aku bakal melepasmu teriak rizal.
Rizal meninggalkan anisa di dalam kamar sendirian, sedangkan dia tiduran di kamar sebelahnya. kebutulan rumah tersebut hanya terdiri dua kamar, satu dapur plus kamar mandi, ruang makan dan ruang tamu.
---------------
Jam 12 siang, saatnya arkan makan siang tapi anisa belum sampai juga di kantor arkan.
" anisa kemana sih? nggak tau apa yah suaminya sudah kepalaran. guman arkan sambil melirik jam dinding.
Arkan mondar mandir liat cctv, tapi anisa tak kunjung datang. arkan mencoba menghubungi anisa tapi ponselnya tidak aktif.
" rido...rido panggil arkan.
Rido langsung masuk mendengar panggilan arkan.
" siap pak, ada apa jawab rido yang sudah berdiri di depan arkan.
" Do kamu ikut aku, ucap arkan sambil berdiri di ikuti rido di belakangnya.
Mereka menuju parkiran dan rido duduk di depan stir mobil, ia mengemudikan mobilnya dengan cepat.
" kita mau kemana pak? tanya rido.
" kerumahku. jawab arkan
__ADS_1
Arkan beberapa kali menghubungi anisa tapi ponsel anisa nggak aktif, Arkan semakin khawatir. Sampai di rumah, ia langsung mencari anisa tapi tak ketemu juga.
" kemana anisa, guman arkan, ia merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah.
Rido yang melihat arkan kebinggungan, ia merasa kasian.
" pak, bagaimana kalau kita lapor polisi saja? tanya rido.
" jangan dulu do, kamu telfon sekretaris kantor, batalkan meeting nanti sore. ucap arkan
" iyah pak. jawab rido
Arkan duduk sambil memijat kepalanya yang agak pusing. mereka melanjutkan keluar rumah untuk mencari anisa.
_____________
Anisa di dalam kamar ke binggungan, ia tak ingat bahwa dirinya membawa ponsel. setelah di lihat teryata ponselnya mati. ia berusaha mengaktifkan kembali.
" alhmdulillah aktif juga. guman anisa
Anisa berusaha mengirim pesan.
" mas tolong anisa, anisa di sebuah hutan. isi pesan anisa.
Anisa tak lupa lagi, ia memberikan serlok ke arkan.
klentung..klentung.. ponsel anisa kembali mati.
" yang terpenting aku sudah kirim pesan dan kirim lokasi ke mas arkan, semoga saja mas arkan cepat kemari..guman anisa sambil berdoa.
Rizal membuka kunci kamar anisa, anisa berpura - pura tertidur. rizal berjalan mendekati anisa. ia membelai rambut anisa dan mencium kening anisa dengan lembut.
" maafin mas nis, mas sayang sama kamu. guman rizal.
Rizal kembali ke luar kamar anisa dan mengunci kembali.
**************
Jangan lupa like..
komen ...
vote yah gaes...
maafkan author yah gaes, soalnya masih sakit 🙏🙏
terimakasih yang sudah setia menunggu.
__ADS_1
love you all 😘😘😘