NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Rencana Arkan


__ADS_3

Mereka berdua masuk kedalam rumah, arkan mengajak anisa ke ruang kerja. Di dalam ruang kerja arkan menyalakan komputernya, ia akan melihat ke cctv siapa yang berani meneror istrinya.


Arkan dengan teliti melihat ke monitor sebelum berangkat kerja. ketika arkan sudah berangkat para peneror mulai beraksi. terdiri dari 3 orang, yang satu arkan kenal, dia adalah mantan karyawannya bela.


" bella!! kurang ajar sekali dia, berani- beraninya bermain denganku. loe jual gue beli. guman arkan


" mba bela jahat banget mas, padahal anisa nggak pernah jahat sama mba bela. ucap anisa sedih.


Arkan memikirkan caranya, agar anisa terlindungi. ia tau bahwa rumah mereka saat ini juga masih di intai. bela dan 2 orang temannya.


Arkan memegang ponselnya, ia menelfon temennya.


" halo her. sapa arkan di telfonnya.


" ada angin apa tumben kamu telfon aku, ucap heri.


" aku butuh pasukanmu her, istriku di teror mantan karyawanku, kamu bisa bantuin aku?.ucap arkan.


" siap ar...jawab heri


Heri temen sekolahnya dulu, dia ada lah kepala polisi. arkan menceritakan semua kejadiannya dan merencanakan semuanya dengan matang.


Arkan juga tak lupa menelfon Rido asistennya.


30 menit sudah mereka merencanakan. besok pagi arkan akan bertindak. Arkan akhirnya tidak berani meninggalkan anisa sendirian di rumah.


Keesokan harinya.


Anisa seperti biasa menyiapkan sarapan untuk arkan. mereka memakan bersama - sama. kemudian terdengar suara ketokan pintu.


" tok... tok... tok... permisi.


Anisa membukakan pintu teryata asisten rido yang datang.


" silakan do, sudah sarapan? tanya anisa.


" sudah ko bu. jawab rido


mereka bersiap siap akan ke kantor.


" jaga dirimu baik - baik yah sayang di dalam rumah. ucap arkan sambil mencium kening anisa.


" do berangkat ke kantornya pakai mobilku saja. perintah arkan.


" siap bos, jawab rido


Rido mengeluarkan mobil arkan dari garasi, kemudian mobil rido masuk ke dalam garasi rumah arkan. Arkan dan Rido meninggalkan anisa. mobil arkan sudah tak terlihat anisa langsung masuk dan mengunci rumahnya. saat masuk kedalam rumah teryata didalam rumah sudah ada seseorang.


" kamu siapa? tanya anisa.

__ADS_1


" aku heri, temen arkan. jangan keras - keras suaranya. ucap heri sambil menutup mulutnya dengan satu jari.


Anisa mengangguk, ia sudah di jelaskan arkan tadi malam.


clenting... clenting.... pesan no baru kembali masuk.


" bersiap siaplah kamu, masuk rumah sakit anisa!! atau kamu mau masuk rumah sakit jiwa. hahahaaa isi pesan.


Heri memberi aba - aba agar anisa tenang, heri sudah menghubungi semua pasukannya agar bersiap - siap.


" kamu siapa!! saya nggak akan pernah takut sama kamu!! balasan anisa.


" hahahahaha....kalau kamu tidak takut keluarlah, saya menunggu di depan rumahmu!!! balasan no baru .


" Pak ini bagaimana ini? tanya anisa pelan ke heri.


" keluarlah, saya sudah memberi pengamanan di sekitar kamu. ucap heri santai.


Arkan berhenti di taman perumahaannya, ia langsung menyalakan laptopnya. Arkan memantau rumah lewat CCTV bersama Rido.


Anisa menghembuskan nafasnya, dia harus melawan bela.


" jangan takut anisa, kamu itu wonder women. guman anisa dalam hati


Anisa berjalan keluar, ia sudah siap menghadapi bela.


" nyali kamu berani juga yah! hahaha bentak bela.


" jangan pernah ganggu keluargaku yah! aku nggak pernah takut sama kamu. camkan itu bela!! bentak anisa.


Bela tiba - tiba mendekati anisa, ia menjambak rambut anisa.


" au.. anisa ke sakitan, tangan bela begitu lihai menjambak anisa. anisa langsung menendang daerah sensitif bela.


" bruuukkk... bela terjatuh.


Bela kesakitan, bela langsung menyuruh kedua temannya agar memegangi anisa.


" lepasin, dasar pengecut kalau berani satu lawan satu jangan kroyokan!! bentak anisa.


" hahahahaa.... pegangin terus beb. ucap bela ke temannya.


" kalau kamu berani melukaiku, jangan harap kamu bisa lolos dari sini. ucap anisa.


" tidak ada yang akan mendengarkan teriakanmu, perumahan elit seperti disini nggak bakalan ada orang yang perduli. hahahahahaa. ucap bela


" plak..plak.. bela menampar anisa, pipi anisa serasa sakit.


Anisa senggaja tidak menyuruh heri keluar, dia bisa hadapi, kalau anisa tak sanggup baru heri akan bertindak.

__ADS_1


Anisa langsung menginjak kaki ke dua temannya.


" au..au...kedua temannya kesakitan.


" plak...plak..plak... anisa dengan sigap langsung menampar bela.


Bela merasa kesakitan, ia memegangi kedua pipinya.


" Pegangi lagi beb cecunguk ini, suruh bela ke temannya.


Tangan anisa di pegangi ke dua teman bela, anisa di dorong dan diikat di saka rumah anisa. tangan dan kaki anisa diikat dengan kuat.


Bela sudah memegang balokan kayu, hendak memukul anisa, tapi pak heri langsung menghentikan tindakan bela.


" berhenti. dor..dor.. suara tembakan pak heri ke atas.


Bela semakin kaget, teryata sudah ada orang yang mengintai mereka. Mereka hendak kabur, tapi sayang heri dan anak buahnya sudah menyergap mereka. mereka di bawa ke kantor polisi.


Arkan dan Rido kemudian turun dari mobil, arkan langsung melepaskan ikatan anisa dan memeluk anisa.


" maaf sayang, kalau aku dirumah saja mungkin kamu nggak akan kaya gini. ucap arkan khawatir.


" nggak papa sayang, kalau kamu nggak pergi ,kita nggak akan menangkap basah pelakunya. ucap anisa


Bruuukkkk... tiba- tiba anisa pingsan, arkan langsung mengendong anisa ke dalam rumah.


" do, tolong kamu telfon dokter robert! pinta arkan.


Muka anisa bengkak, tangan bela membekas di pipi anisa.


" maafin mas sayang. guman arkan sambil menitihkan air matanya.


____________


Arkan sudah mempersiapkan semua jebakan untuk bela dan ke dua temannya, rido kesitu bawa mobil, dan pak heri bersembunyi di bagasi mobil rido untuk mengalihkan pandangan bela. teryata bela tak mengetahui kedatangan pak heri.


rencana mereka berhasil dengan sempurna.


***********


Maaf yah kesayanganku semuanya, baru update .. dari kemarin sibuk sama dunia nyata 😁😁😁


semoga kalian nggak pernah bosan menunggu 😁😁😊😊


Jangan lupa like... komen... vote...vote sebanyak- banyaknya.


Jaga kesehatan para kesayanganku...


love you all 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2