
klenting... klenting suara ponsel arkan kembali berbunyi. arkan mengambil ponselnya di sakunya.
" arkan ko nggak di balas. besok pagi aku sama talia main kerumah yah. isi pesan vania.
arkan menghampus pesan vania, kemudian ia tertidur di samping anisa.
kesesokan paginya
arkan dan anisa bangun pagi, anisa dan arkan sudah siap pergi untuk bulan madu. mereka berdua berangkat jam 7 pagi dari rumah, sebelum berangkat mampir ke tempat loundrian.
" mas saja yang turun yah nis, kamu tunggu sebentar di sini. ucap arkan
dreeet...dreett...dreettt ponsel arkan berbunyi, anisa mengambil ponsel arkan terlihat di layar ponsel mama memanggil.
" halo mah,, ucap anisa
" mamah kangen, nanti habis bulan madu di paris, kamu sama arkan mampir ke canada yah sayang. ucap mamah laura.
" iyah mah, nanti anisa bicara sama mas arkan. ya sudah anisa jalan dulu yah mah. pamit anisa.
" iyah sayang.
anisa mematikan ponselnya, ia meletakan kembali ponsel arkan ke tempat semula.
clek.. arkan masuk ke dalam mobil.
" sudah mas bajunya? tanya anisa
" sudah nis, oy nanti kita sarapan di bandara saja yah ucap arkan sambil mengemudikan mobilnya.
di dalam mobil anisa memandang keluar, melihat pemandangan kota yang sudah padat.
dari rumah memuju bandara menempuh waktu sekitar 1 jam setengah, arkan melihat ke arah jam tangan sudah jam setengah 9.
sampai di bandara arkan langsung memarkirkan mobilnya di tempat penitipan mobil.
arkan dan anisa turun dari mobil dan membawa barang bawaannya masuk ke dalam bandara. sebelum masuk ke bandara anisa dan arkan menyiapkan tiket pesawat, paspor dan visa untuk di cek di pintu masuk.
setelah semuanya selesai, perut arkan dan anisa merasa lapar.
" mas makan dulu ayo, aku lapar mas. ucap anisa merengek minta makan.
" iyah nis, jawab arkan sambil berjalan menuju restoran di sekitar area bandara.
mereka memasuki restoran dan sarapan di restoran tersebut. selesai sarapan, arkan dan anisa kembali menunggu keberangkatan nya. tak menunggu lama, tepat jam setengah 10 siang, mereka sudah berada di dalam pesawat. pesawat take off dari bandara pukul 10 tepat.
_____________________
Vania dan talia sudah di depan rumah arkan.
__ADS_1
" arkan... tok...tokkk.. teriak vania di depan pintu gerbang.
" om arkan. teriak talia.
" ko rumahnya sepi yah. batin vania
vania mendekati pintu gerbang rumah arkan tapi malah di gembok.
" mamah, om arkan kemana yah? tanya talia.
" nggak tau sayang, coba mamah telfon om arkannya dulu ucap vania.
vania mengambil ponselnya dalam tas, ia mencoba menghubungi arkan tapi nggak bisa di hubungi.
" nomor yang anda tuju, tidak dapat di hubungi, silahkan menunggu beberapa saat lagi. suara operator telfon
" sayang, sepertinya om arkan tidak ada di rumah, kita ke kantornya om arkan saja yah sayang. ucap vania
" iyah mah, talia pengin cepat - cepat punya papah kaya om arkan mah. ucap talia polos.
mereka akhirnya meninggalkan rumah arkan, dan menuju kantor arkan. sampai di kantor , mereka langsung masuk ke kantor dan bertanya ke resepsionis.
" permisi mba. ucap vania sopan
" iyah bu, ada yang bisa saya bantu. jawab dina sopan
" maaf ibu, pak arkan nya sedang ke luar negeri. ucap dina dengan sopan
" ke luar negeri!!! jawab vania kaget
" iyah ibu, tadi pagi sudah berangkat. ucap dina.
vania hanya terdiam dan mengigit bibir mungilnya.
" ko nggak bicara yah mau ke luar negeri. awas saja!! celoteh vania pelan
dina yang mendengar celotehan vania, hanya mengerutkan alisnya.
" emang dia siapa!! orang pak arkan lagi bulan madu ko samaa istrinya guman dina dalam hati.
" maaf mba, pak arkan ke luar negeri sama siapa yah? apakan sama pak rido? tanya vania kembali.
" maaf ibu, pak arkan pergi ke perancis sama istrinya bu. jawab dina
raut muka vania semakin memerah, dia menahan rasa sakit hatinya.
" ya sudah terimakasih mba. pamit vania kemudian meninggalkan kantor arkan.
vania dan talia meninggalkan kantor arkan, vania makin emosi
__ADS_1
" siapa sih istri dari arkan! mau saingan sama aku. gerutu vania
" mamah, om arkannya nggak ada yah mah? tanya talia.
" nggak ada, sudah deh sayang kamu jangan ngomong terus, mamah lgi pusing nih. ucap vania.
__________________
sepanjang perjalanan anisa terus berdoa, jantung anisa berdetak begitu cepat, sesekali ia melihat pemandangan di atas awan.
" mas, aku baru kali ini naik pesawat. anisa takut mas ucap anisa tersenyum.
" jangan terlalu memandang ke luar nis, kamu nggak usah takut. kamu nggak mual atau ingin muntah kan nis? tanya arkan.
" tenang ajah ko mas, perut anisa udah anisa tempelin koyo mas. ucap anisa tersenyum
" apa!! ucap arkan syok mendengar tinggah istrinya yang agak aneh.
" iyah mas, anisa tempelin ajah koyo di pusar anisa, soalnya anisa tadi ingin muntah mas pas pesawat landing. ucap anisa polos.
" kamu tidur saja nis, perjalanan kita masih panjang. ucap arkan.
anisa memejamkan matanya, kemudian ia tertidur. setelah perjalanan panjang akhirnya mereka hampir sampai di bandara charles de gaulle.
" anisa bangun, bentar lagi kita sampai. ucap arkan.
anisa terbangun dan melihat ke jam tangan teryata sudah hampir jam 11 malam.
" mas, kita nyampai di perancis malam sekali. ucap anisa polos.
" ini masih sore nis, di indonesia jam 11 malam tapi kalau di perancis masih jam 5 sore. lebih cepat indonesia, sekitar 6 jam nis. jawab arkan panjang lebar.
" oh gitu yah mas. jawab anisa polos
pesawat yang di tumpangi anisa sebentar lagi landing. anisa mulai memegangi tangan arkan dengan erat serta memejamkan matanya.
*********
jangan lupa like...
komen...
favorite...
vote yah gaes...
terimakasih yang sudah setia menunggu 😊😊😘😘
.love you all 😍😘😘
__ADS_1