NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
SEASON IV


__ADS_3

beberapa menit kemudian pak Andrew datang menghampiriku dengan membawa sebuah bag ditangannya..


" ini untukmu ucap pak Andrew menyerahkan bag berwarna merah padaku..


" ini apa pak..ucapku lagi


"ini baju untukmu ucapnya lalu keluar dari toko itu..


aku tak sempat mengecek isi bag yang diberikan kepadaku karena harus mengikuti pak andrew..


aku terus berlari dibelakangnya, langkah kaki pak Andrew memang sangat cepat, jadi wajar saja jika diriku selalu mengeluh akan kakiku yang sering kesakitan..ingin rasanya aku melepas sepatu ini dan menentengya saja, namun percuma saja aku tak mungkin melakukannya ditempat keramaian seperti ini.


setelah berbelanja kami pun menyempatkan diri untuk mengisi perut kosong ini, aku dan pak Andrew memasuki restoran seafood di mall itu,


menu hari ini pak Andrew yang memilih, aku hanya mengikut saja


jam pun telah menunjukkan 21.30 yang berarti sebentar lagi mall akan tutup akhirnya aku dan pak Andrew kembali ke hotel untuk istirahat..


******


didalam kamar aku sangat gelisah meskipun aku kecapaian dan terasa lelah namun aku tak bisa tidur juga..


pikiranku selalu mengarah ke hal negatif, apalagi aku dan pak Andrew satu kamar..


" kenapa Vina kamu terlihat gelisah saat pak Andrew keluar dari kamarnya..


" hmm ngga kok pak ucapku lagi


" ngga usah berfikir aneh2 vina, aku bukan lelaki yang seperti kamu fikiran ucap pak Andrew seakan tau isi hatiku..


" bukan itu kok pak , aku cuma jam segini belum bisa tidur ucapku berbohong..lalu keluar keteras kamar itu..


" mana mungkin dia berbohong ucap pak andrew,


sungguh indah pemandangan disini pantes saja pak Andrew memilih hotel ini untuk menginap gumamku.


cahaya lampu gemerlap dalam kota itu tiba_tiba mengingatkan aku dengan kekasihku Doni.. aku pun langsung memeriksa HP ku, yang memang seharian ini bahkan sampai turun dari pesawat aku tak pernah mengecek hpku sedikitpun..


aku pun menekan tombol hpku. dan ada beberapa pesan disana.. berharap Doni yang mengirim pesan untukku namun ternyata Lina sahabatku..


" Vin gimana Doni udah menghubungimu, aku harap kabar yang aku dengar ngga nyata.. kalau kamu sudah melihat pesan ini telfon aku segerah yah..


apa maksud sms Lina ini.. tanpa berfikir lagi aku langsung menekan nomor Lina seketika pun terhubung


" Lin apa maksud sms mu itu ucapku dengan suara gemetar


" Vin Doni udah menghubungi Khan ucapnya


" belum sampai sekarang Lin..maksud sms kamu itu apa ?


" aku dapat kiriman foto tentang Doni lagi bersama wanita Vin..

__ADS_1


" apa maksudmu Lin jangan membuatku khawatir tiba_tiba saja dadaku terasa sesak..


" Vin coba kamu hubungi nomor Doni..the


" kamu jangan bilang ghitu dong Lin sempat saja itu teman bisnisnya, katamu aku harus brfikir positif, kok kamu sendiri yang membuatku khawatir sich


" aku kirim gambarnya kekamu yah ucap Lina


" ngg usah Lin.. aku ngg mau salah paham, kamu tau Khan aku sangat percaya sama Doni..ucapku dengan nada lemas


" baiklah... aku tunggu kamu pulang aja..setelah itu kita cari kebenarannya jika sampai 2 hari ini ia belum menghubungimu..


" baiklah Lin ucapku lalu menutup telfon.


akupun memejamkan mataku dan berusaha menahan dada sesakku ini, dan berusaha melupakan omongan Lina tentang foto yang ia temukan ..


Vin...percayalah itu tidak benar ucapku dengan menarik nafas lalu menghembusnya... baiklah aku akan hubungi Doni...


tampa berfikir lagi aku menekan nomr Doni..kali ini nomor nya berdering..


ayolah Don angkat... ucapku sambil menunggu telfon itu terhubung..beberapa menit kemudian terdengar suara di dalam telfon itu.


"halo yank kenapa kamu ngga pernah beri kabar ucapku senang


" yankk.....?ini siapa ucap seseorang dari dalam telfon


"aku Vina kekasihmu ucapku kaget


"ooh maaf aku kirain ini Doni.. bisa bicara dengan Doni


" mohon maaf Doni lagi sibuk


"boleh tau Doni sibuk apa yah ucapku lagi


" hmm ada acara keluarga ucapnya lagi


" bukannya Doni keluar kota tugas kantor yah kok ada acara keluarga..


" kalau soal itu aku ngga tau , so Doni udah 4 hari disini..


" tolong panggilin Doni pleass ucapku


" mohon maaf bentar aku suruh Doni telfon balik yah soalnya disini ramai dan berisik ucapnya ..


"halo..halo...halo...


telfon pun terputus.. aku pun mencoba menghubungi lagi namun nomor sudah diluar jangkauan..


ada apa ini, bukankah Doni lagi tugas keluar kota, tapi lelaki ditelfon bilang Doni sudah 4 hari berkumpul dengan keluarganya..sementara Lina menemukan foto Doni dengan perempuan lain...


aku terus memikirkan ucapan mereka berdua, aku tak tau harus percaya Doni, Lina dan sepupu Doni,, dadaku pun sesak dan sakit..

__ADS_1


jika harus memilih percaya Lina , bisa saja foto itu, selingkuhan Doni dan sebaliknya jika percaya sepupu Doni ada dua kemungkinan Doni tunangan dengan perempuan yang difoto dan Doni mendatangi acara keluarga...


tuhan...semoga saja itu tak benar ucapku dengan air mata tiba_ tiba jatuh dari pipiku..


aku pun memandang cincin yang ada ditanganku .. kalau memang itu terjadi kenapa Doni melamarku sewaktu di hotel .. pikranku pun kacau aku tak bisa lagi menahan tangisanku.. aku pun duduk di kursi teras hotel itu dan menutup wajahku serta menahan sesak didadaku...aku bahkan lupa malam itu kalau pak Andrew sekamar denganku..


aku terus menangis hingga rasa sesak itu hilang, pak Andrew yang dari dalam melihatku seakan penasaran yang terjadi padaku dan mencoba mendekati diriku..


" kamu kenapa, kamu sakit ucap pak Andrew..


" aku pun sontak kaget dan tak berani melihat ke pak Andrew akan sifatku ini, namun aku tak bisa menahan sakit yang kurasakan, dan terus menangis disampin pak andrew


" bicaralah Vina ada apa ucap pak Andrew dan duduk di sampingku


" ngga ada apa2 kok pak ucapku serak


"kamu ada masalah atau ada kata yang menyinggungmu ucap pak Andrew lalu menyodorkan tissu padaku..


" ngg kok pak cuma aku memang seperti ini kalau lagi jauh dari keluarga ucapku berbohong..


" waaa ..kamu membuatku kaget saja Vin..Vin...kamu takut sama saya karena kita sekamar ucapnya tersenyum padaku..


" maaf pak ucapku berbohong lagi yang sebenarnya aku tak permasalahkan itu selama pak Andrew tak berbuat jahat..padaku..


" kamu ngga usah takut besok kita cari hotel lain aja..malam ini kamu tidur dikamar biar aku tidur di sofa ucapnya


"ngga apa_apa pak biar aku tidur di sofa aja... ucapku lagi


" sudah masuk lah besok ada meeting lagi Khan..ucap pak rehan lalu masuk ruangan.


aku sebenarnya malu akan sikapku ini pada pak andrew, namun yang paling penting ia tak boleh tau kalau ini masalah cinta ... gumamku..lalu masuk dalam ruangan..


" aku sudah stel pendinginnya kalau kamu mau nambah lagi Ng apa2 ucap pak Andrew


" apa pak Andrew baik2 saja tidur di sofa itu, ucapku khawatir


" ngg apa2 sudahla masuk kekamr jangan sampai aku mendengarmu nangis lagi ucapnya lalu mematikan lampu..


" baik pak..


akupun masuk dalam kamar dan merebahkan tubuhku di ranjang itu..sungguh nyaman tempat tidur ini, namun meskipun begitu aku belum bisa tertidur juga.. aku terus menatap kelangit_langit kamar dan berusaha melupakan kegelisahan ku ini..


sisa 2 hari Vin baru kamu pulang ..ucapku dalam hati..aku sudah tak sabar untuk pulang dan bertemu dengan Doni untuk memastikan ke khawatiran ku ini, aku berusaha memejamkan mataku yang sembab yang telah menangis ini,,😭😭😭


sementara diluar sana Andrew tak bisa tidur, baru kali ini ia tidur disofa.. sesekali ia membalikkan badannya, dan akhirnya dia memutuskan duduk dan menatap kearah kamar sekertarisnya.


" mana mungkin aku berkata seperti itu padanya, yang bos siapa gumamnya..


baru kali ini ia mengalah pada sekertarisnya.. ia melirik jam tangan miliknya ia berencana ingin menelfon kakeknya namun jam sudah menunjukkan jam 01.00 dini hari..


jikapun dia menghubungi kakeknya, pasti tak diangkat juga apalagi udah jam segini..ia memang sudah beberapa hari belum mendengar kabar Omanya dari kekeknya , hmm besok aja aku telfon gumamnya

__ADS_1


lalu ia pun memutuskan untuk menutup matanya dan tertidur disofa dengan menyandarkan tubuhnya lalu melipat kedua tangannya...seperti ini lebih nyaman ucapnya dalam hati..


__ADS_2