
Dalam perjalanan pulang anisa hanya terdiam dan meregangkan otot-ototnya kemudian ia tertidur. Tiga puluh menit sudah perjalanan dari bandara menuju rumah. Arkan tidak mau membangunkan anisa, ia mengendong anisa sampai ke kamar.
" Berat juga, guman arkan sambil meletakan anisa di ranjangnya.
Arkan hari ini tidak mau berangkat ke kantor.
" Tok...tok...tok.. ketukan suara pintu kamar arkan.
Arkan segera menghampiri pintu dan membukaan pintu, teryata bi giyem yang ada di balik pintu.
" Maaf tuan menggangu anda, saudara saya yang dari kampung sudah datang tuan. ucap bi giyem
Arkan berjalan ke depan di ikuti bi giyem, sampai di ruang tengah, ia melihat dua orang sedang duduk di sofa. Keduanya langsung berdiri menundukan kepalanya di hadapan arkan.
" Perkenalkan diri kalian. ucap arkan tegas.
" Saya edi tuan, dan ini istri saya tuan zizah. ucap edi
" Boleh saya pinjam ktp dan kartu keluarga anda? ucap arkan
Edi dan zizah langsung memberikan ktp dan kartu keluarga ke arkan. Arkan melihat ktp mereka dan mengembalikan kembali, sedangkan kartu keluarga mereka di simpan arkan.
" Bibi, tolong antarkan mereka ke kamarnya yah bi biar mereka istrirahat dulu, nanti bibi kasih tau apa yang harus mereka lakukan. ucap arkan
__ADS_1
" Iyah tuan, ucap bi giyem
Arkan kembali kekamarnya, bi giyem mengantar saudaranya ke kamar. Di dalam kamar anisa sudah duduk di samping ranjang.
" Sayang, kenapa kamu bangun! ucap arkan
" Aku lapar mas, ucap anisa sambil memegang perutnya.
" Bentar biar mas, ambilkan makanan yah sayang, kamu mau apa? ucap arkan
" Mau susu sama roti ajah mas, oya mas nanti habis makan kita ke mall yah mas?
" Iyah sayang, ucap arkan
Arkan kembali keluar kamar, ia membuat satu gelas susu hamil dan membawa roti isi coklat. Anisa melahapnya sampaiq habis, tanpa tak tersisa. Setelah itu anisa langsung bersiap- siap untuk ke mall. Anisa berdandan natural, arkan juga memakai pakaian casual. Keduanya keluar kamar bersama, arkan meluangkan waktu hari ini, kemarin terlalu sibuk jadi nggak bisa menjemput anisa pulang dari rumah sakit.
" Silahkan ratuku. ucap arkan sambil tersenyum bahagia.
" Terimakasih pangeranku. jawab anisa
Mobil kini sudah melaju ke jalan raya dengan pelan. Di perjalanan anisa memandang jalanan yang sudah ramai, mereka akan menghabiskan waktu bersama hari ini. Sampai di mall, arkan memarkirkan mobilnya, kemudian arkan membukakan pintu untuk anisa.
Keadaan mall sangat ramai pengunjung, Anisa dan arkan berkeliling mall, memasuki satu persatu toko baju, aksesoris, maupun toko mainan anak semua di jelajahi mereka berdua.
__ADS_1
" Mas, pengin makan mie ayam. rengek anisa
" Jangan kebanyakan mie sayang, kata mamah nggak baik buat anak kita di perut kamu. ucap arkan melarang
" hmmmm. tapi mas anisa pengin mas, satu kali ajah mas, ucap anisa memohon dengan wajah semelas mungkin.
Arkan tak bisa menolak, melihat istrinya yang begitu memelas jadi kasihan.
" Ok, tapi kita cari restoran yang pasti mie harus terbuat dari sayuran agar anak-anak sehat. ucap arkan
Mereka berjalan mengelilingi mall, arkan melihat restoran mie. Mereka akhirnya masuk kedalam restoran, di lihat dari luar restoran tersebut membuka aneka mie dan terbuat dari sayuran.
Anisa dan arkan mencari tempat duduk yang sepi, restoran ini banyak peminatnya.
Akhirnya arkan duduk di pojok, kemudian seseorang pelayan menghampiri mereka.
" Selamat siang pak, silahkan. ucap pelayan tersebut sambil memberikan buku menu.
" Mas, aku ini ajah ucap anisa sambil menujukan pesanan ke arkan.
" Mba saya pesan mie ayam mangkok pelangi dua yah mba, minumnya air mineral botol 2. ucap arkan
" Di tunggu sebentar yah pak, jawab pelayan tersebut.
__ADS_1
Lima belas menit sudah, akhirnya makanan datang. Arkan dan anisa langsung melahap mie ayam tersebut sampai habis. Selesai makan mereka menonton bioskop.
Hari mulai sore, mereka akhirnya pulang.