
Arkan terus menjaga anisa, ia tak tega meninggalkan anisa sendirian di kamar.
Arkan mengompres pipi anisa yang membengkak.
" maafin mas yah sayang. guman arkan yang terus menerus minta maaf ke anisa.
Rido membawakan minyak angin dan teh manis hangat.
" tok..tok..tok.. permisi pak. ucap rido sambil meletakan nampan kecil di narkas .
Rido keluar kamar, ia segera menunggu dokter robert di ruang tamu.
Arkan mengoleskan minyak angin di hidung ,di sekitar kening dan kaki anisa.
Anisa akhirnya tersadar dari pingsanya.
" mas,, ucap anisa pelan
Arkan mengakat tubuh anisa pelan- pelan, agar anisa bisa duduk, ia memberikan minuman teh manis panas ke anisa.
" bagaimana sayang sudah enakan tanya arkan.
" sudah ko mas, terimakasih mas sudah khawatir ke anisa. ucap anisa pelan
" permisi, ucap rido masuk ke dalam kamar bersama dokter robert.
Dokter robert tersenyum melihat wanita di samping arkan.
" siapa dia? tanya dokter robert ke arkan.
" istriku bet. ucap arkan
" halo kenalin saya robert temen sekolah arkan dan juga dokter pribadi arkan. ucap robert memperkenalkan diri ke anisa.
" saya anisa dok. ucap anisa pelan sambil tersenyum.
" kamu menikah kapan?? ko nggak ngundang teman - teman sekolah. ucap robert.
" kamu kesini mau grumpi atau mau memeriksa istriku ucap arkan marah.
" iyah ar, sensi amat kaya lagi datang bulan, hahahaa. ucap dokter robert.
" jangan berisik, liat istriku mendengarkan ketawamu saja sudah langsung mual ucap arkan.
" iyah..jawab robert
Robert mengeluarkan alat kedokternya di dalam tas, ia mulai memeriksa anisa. Arkan mendampingi anisa, sedangkan rido lebih baik menunggu diluar kamar.
__ADS_1
" istri kamu baik - baik saja, dia cuman syok ajah. nih sekalian aku kasih resep buat pipi istri kamu yang bengkak, obatnya segera di tebus di apotik terdekat. ucap robert panjang lebar.
" dek anisa istirahat yang cukup yah? jangan terlalu pikiran ucap dokter robert.
" sayang kamu istirahat yah, mas akan tebus obatnya. ucap arkan sambil mencium kening anisa.
Anisa hanya mengangguk pelan, ia membaringkan tubuhya di ranjang.
Mereka berjalan keluar, membiarkan anisa agar anisa istirahat.
" do..panggil arkan.
" iyah pak, jawab rido.
Arkan menyerahkan resep ke rido.
" saya ke apotik dulu pak, pamit rido
" aku juga mau ke rumah sakit yah ar, kapan - kapan kita nongkrong di cafe zaman sekolah dulu yah. pamit dokter robert.
" iyah sana bet, udah males liat muka lu. jawab arkan ketus.
" dah arkan. ucap robert sambil meninggalkan rumah arkan.
dreet..dreet... dreet... arkan segera mengangkat panggilan masuk dari ponselnya.
" Bagaimana dengan kasus bela! mau diapain dia? tanya heri.
" hukum seberat beratnya her, aku nggak may tau! dia sudah mencelakaan istriku. ucap arkan marah.
" siap, akan kami proses secepatnya. ucap heri.
Arkan mematikan telfonnya, ia berjalan ke dapur. Arkan memakai clemek di tubuhnya, ia ingin memasak untuk anisa.
Arkan membuka kulkas ada berbagai macam sayuran, daging, dan seafood.
Kali ini arkan akan berperan menjadi bapak rumah tangga. Arkan memasak capcay udang, ayam goreng dan sambal matah.
" bapak masak apa pak? tanya rido.
Arkan sempat kaget, mendengar suara rido.
" kamu ko sudah sampai aja, kenapa nggak ketok pintu dulu. ucap arkan
" dari tadi udah ketok - ketok, tapi bapak nggak keluar, akhirnya langsung masuk aja pak. ucap rido.
" obatnya taruh di meja ajah do, kamu ke kantor yah, urus semuanya. ucap arkan
__ADS_1
" saya nggak di tawarin makan dulu pak. ucap rido sambil memegang perut yang tak bisa menahan bau aroma masakan arkan.
" sudah sana ke kantor. ucap arkan
Rido meninggalkan rumah arkan dengan mobilnya, arkan melanjutkan memasak.
Setelah 30 menit, akhirnya masakan telah matang. Arkan menatanya di meja makan.
Anisa dari kamarnya mencium aroma masakan uang mengugah selera, ia segera mungkin turun dari ranjang.
" mas, kamu yang masak semua ini? tanya anisa yang sudah duduk di meja makan.
" iyah sayang, kamu makan yang banyak yah biar sehat kembali, setelah makan langsung minum obat yah sayang. ucap arkan.
Mereka mulai makan siang, sekarang bertukar posisi sementara, arkan mengambilkan piring dan makanan untuk anisa.
" mas, anisa bisa mengambil sendiri. ucap anisa.
" nggak papa sayang, kamu kan lagi sakit, aku nggak mau kamu kenapa- kenapa sayang. ucap arkan.
Makan siang telah selesai, anisa meminum obat dan kemudian anisa kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Arkan mengantar anisa ke kamar.
" mas, anisa ngantuk. ucap anisa manja.
" mungkin obatnya ada efek yang membuat kamu mengantuk sayang, kamu istirahatlah, mas akan selalu jagain kamu. ucap arkan.
Anisa merebahkan tubuhnya di ranjang.
" muuaaacchhh, selamat tidur sayang. ucap arkan mencium kening anisa.
Anisa sudah ke alam mimpi, arkan segera membereskan seisi rumah hingga bersih tanpa noda. Arkan melirik jam dinding teryata sudah jam 2 siang. Arkan masuk ke kamar, mengambil handuk kemudian mandi. Badannya yang penuh dengan keringat, membuat arkan tak nyaman.
Selesai mandi, arkan membaringkan tubuhnya di ranjang bersebelahan dengan anisa.
" Tugas anisa sangat berat membereskan rumah, lebih baik besok saya cari pembantu. guman arkan, ia mulai memejamkan matanya.
***********
Jangan lupa like....
komen....
vote...vote sebanyak- banyaknya yah kesayanganku....
Terimakasih yang sudah setia menunggu ❤❤
__ADS_1
love you all 😘😘😘