NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Kepulangan orang tua ke canada


__ADS_3

Sampai di rumah bi giyem sudah menyambut laura dan anisa. Anisa langsung masuk ke kamarnya untuk mandi, soalnya dari kemarin dia belum mandi. Selesai mandi, laura ke luar kamar, anisa menghampiri mamah laura di teras belakang.


" Sayang, kayanya kamu harus cari IRT lagi deh, soalnya kasian bi giyem sendirian pasti dia cape. ucap mamah laura.


" Iyah mah, nanti anisa bicarakan sama mas arkan. jawab anisa


" Mas arkan tumben jam segini belum pulang yah? guman anisa sambil melirik kearah jam dinding.


Anisa masuk ke dalam ruang keluarga untuk menunggu suaminya pulang dari kantor. Dari dalam rumah anisa mendengar suara mobil arkan, anisa langsung berjalan dan membukakan pintu untuk suaminya beserta mertuanya.


" Mas, tumben pulangnya cepat. ucap anisa sambil mencium punggung tangan arkan dan membawakan tas kerja milik semuanya.


Anisa juga tak lupa mencium tulang punggung tangan papah reno.


" Maaf sayang, tadi ada masalah kecil di kantor, tapi sekarang sudah beres semua berkat doa istri sholehka. ucap arkan sambil menyentuh hidung anisa.


" Mas mandi dulu habis itu kita makan malam bersama, bi giyem sudah masak banyak mas, oya mas kata mamah laura, bi giyem kasih teman mas, kasian dia sendirian cape, apalagi nanti kalau anak kita sudah lahir pasti bi giyem kecapean. ucap anisa panjang lebar sambil berjalan menuju kamar.


" Oke sayang. jawab arkan


Arkan langsung masuk ke kamar mandi, anisa menyiapkan pakaian untuk arkan kenakan. Selesai mandi dan arkan sudah rapi, mereka berdua keluar kamar menuju dapur. Di meja makan mamah sama papah sudah menunggu kehadiran anisa dan arkan, dan duduk di antara mereka.


" Sebelum makan, mamah sama papah ngomong, besok mungkin mamah sama papah akan kembali ke Canada, soalnya kasian adik kamu di tinggal mamah sama papah. ucap mamah laura.


" Iyah mamah, salam buat adik- adik yah mah, oya mah nanti mamah bakalan kesini lagi kan pas anak kami lahir. ucap arkan


" Pasti donk sayang, kan mamah sama papah mau ketemu cucu mamah. ucap mamah laura.


Mereka akhirnya makan, tanpa ada suara hanya dentuman sendok, piring dan garpu. Anisa makan begitu banyak, semuanya di lahap sampai habis. Selesai makan malam, anisa membantu bi giyem membereskan meja makan.


" Nggak usah non, biar bibi ajah. ucap bi giyem

__ADS_1


" Nggak papa bi, oya bibi punya sodara nggak, yang mau kerja disini. ucap anisa.


" Ada non. jawab bi giyem


" Sepaket yah bi. ucap anisa


" Maksudnya sepaket gimana yah non, bibi nggak ngerti. ucap bi giyem sambil kebinggungan.


" Maksudnya sama supir sekalian, biar suami istri gitu bi. ucap anisa


" Oh, ada non keluarga bibi kebetulan ada, nanti bibi hubungin dia. ucap bi giyem.


Selesai membersihkan dapur, anisa berkumpul bersama keluarga disana. mereka berbincang- bincang masalah baby anisa yang kembar.


" Mas, rengek anisa


" Iyah sayang, ada apa. ucap arkan


" Anisa pengin kerumah nenek sama kakek. ucap anisa.


" Iyah sudah. jawab anisa


Anisa memandangi perutnya yang sudah mulai membesar, ia mengelus-elus perutnya sendiri. Ada beberapa tendangan dari dalam perut anisa.


" Mas, mas lihat nih, anak kita lagi main bola di dalam perut. ucap anisa


" Wah, apa anak kita jagoan semuanya sayang? tanya arkan


" Entahlah, kemarin kan waktu di usg yang satu laki-laki tapi yang satunya nggak kelihatan mas. ucap anisa


" Mau laki-laki semua atau laki-laki dan perempuan menurut mas sama aja, yang terpenting semuanya sehat. ucap arkan sambil mencium perut anisa.

__ADS_1


Malam semakin larut, mereka berdua memutuskan untuk masuk kekamar untuk istirahat. Mereka masih belum tidur, masih melanjutkan obrolan sambil santai di ranjang.


" Sayang, kapan kita belanja pakaian baby kita. ucap arkan


" Sabar sayang, kata orang tua kalau beli sekarang pamali yank, nunggu kalau usia kandunganku sudah 7 bulanan. ucap anisa menjelaskan.


Mereka akhirnya memejamkan matanya sampai tertidur pulas.


Cuit..cuit..cuit.. suara burung berkicau merdu. Menandakan hari sudah mulai pagi.


Mamah dan papah sudah bersiap- siap untuk pulang ke canada. Anisa dan arkan juga sudah siap, sebelum mengantar ke bandara. Mereka sarapan dahulu, sarapan merupakan rutinitas yang harus di jalani untuk menghadapi kenyataan. 😁


Selesai sarapan, barang-barang orangtua mas arkan sudah di taruh di bagasi mobil. Arkan duduk di belakang setir, sebelah arkan ada papah, mamah dan anisa duduk di belakang. Mobil melaju dengan cepat, karena masih jadi keadaan jalanan masih belum terlalu ramai. Pesawat berangkat jam 8 pagi jadi mereka dari rumah jam setengah 7 pagi.


Di dalam mobil, hanya diam saja memandang jalanan yang tak terlalu padat. Tiga puluh menit sudah di perjalanan. Mamah dan papah membawa barang bawaanya untuk masuk ke area bandara.


" Kamu jaga diri baik-baik. ucap mamah dan papah.


Anisa dan mas arkan mencium punggung tangan mereka serta memeluk dengan erat.


" Sampai jumpa yah sayang. ucap mamah laura.


" Dah mamah. ucap anisa sambil melambaikan tangan ke mamah dan papah.


Mamah dan papah sudah tidak kelihatan lagi, Anisa dan arkan memutuskan untuk pulang.


*********


Jangan lupa like...


komen...

__ADS_1


vote yah gaes


Love you all 😘


__ADS_2