NIKAH KONTRAK

NIKAH KONTRAK
Vania


__ADS_3

Tuk...tuk..tuk.. terdengar suara sepatu yang berjalan menuju ruangan pak gunawan.


Salah satu bawahan pak gunawan mengantar pelaku.


" Permisi pak, ucap bawahan pak gunawan.


Betapa herannya saat mamah laura melihat siapa pelakunya.


" Vania!! teriak mamah laura.


" Benar bu laura, vania pemilik no mobil yang anda berikan dan data-data dari saksi. ucap pak gunawan.


" Bu laura maafkan saya bu, saya hilaf, saya cemburu dan saya malu. Tolong cabut tuntutannya bu, saya mohon. ucap vania memelas.


" Kamu tuh seorang ibu, tega-teganya kamu menabrak anisa yang sedang hamil, apa kamu nggak mikir, kalau itu mencelakai anak yang di kandung anisa, kamu tuh harusnya berfikir pakai otak jangan pakai dengkul. ucap mamah laura dengan nada marah.


" Maafkan kesalahan saya bu. ucap vania sambil menanggis.


" Kamu kalau mau minta maaf bukan sama saya, tapi sama Anisa dan Arkan. ucap Mamah laura.


" Saya mohon bu, kasian anak saya di rumah! saya mohon bu. ucap vania yang tangisannya mulai pecah.


" Oke, aku bakalan cabut tuntutannya tapi ada syaratnya. ucap laura sambil tersenyum.


" Syaratnya apa bu? jawab vania


" Kamu harus pergi jauh dari sini, jangan pernah kembali ke sini dan menggangu anak saya!! ucap mamah laura.


" Saya janji bu, saya akan pergi dari negara ini bila perlu, terimakasih atas kemurahan hati anda bu. ucap vania


Mamah laura mencabut tuntutannya, laura masih punya hati nurani karena vania punya anak. Vania berniat akan pergi ke korea bersama anaknya, ia akan memulai hidup yang lebih baik disana.

__ADS_1


Setelah urusan di kantor polisi selesai, mamah laura meninggalkan kantor polisi menuju rumah sakit. Di dalam perjalanan mamah laura melihat penjual manisan, ia segera membelinya untuk anisa. Kemudian mamah laura melajukan kembali menuju rumah sakit. Sampai dirumah sakit, langsung menuju ruangan anisa.


Clek...Mamah laura membuka pintu, Anisa masih saja tertidur pulas.


" Bi, bibi sudah makan? tanya Laura.


" Belum nyonya, saya nggak berani ninggalin nona anisa sendirian. ucap bi giyem


" Bi, beliin saya soto di kantin yah bi, sama jus jeruk, nanti bibi juga sekalian beli buat makan siang. ucap mamah laura sambil memberikan selembar uang.


" Iyah nyonya. ucap bi giyem


Bi giyem meninggalkan ruangan, mamah laura memandang anisa yang masih tertidur. Mamah laura ikut memejamkan matanya, ia pun tertidur dengan pulas.


Setelah beberapa menit tertidur, kedatangan bi giyem membangunkan anisa dan mamah laura.


" Maaf nyonya saya membangunkan anda. ucap bi giyem


" Oh, nggak papa bi. jawab mamah laura tersenyum.


Dokter juna datang ke ruangan anisa, dia memeriksa kondisi anisa. Sekarang kondisi anisa sudah membaik dan sudah di perbolehkan pulang.


" Sayang, kamu disini dulu yah, mamah mau mengurus admistrasinya. ucap mamah laura.


" Iyah mah, jawab anisa


Mamah laura mengurus semua administrasinya, dia menyempatkan kirim pesan ke arkan.


" Sayang, hari ini anisa sama mamah akan pulang, nanti kamu habis dari kantor langsung pulang kerumah saja. isi pesan mamah laura.


Mamah laura masih sibuk mengurus.

__ADS_1


" Tok..tok..tok..


" Masuk. teriak anisa


Seseorang masuk dari balik pintu, Vania dan talia datang kerumah sakit.


" Mau apa kamu kesini? tanya anisa.


" Saya kesini mau minta maaf nis, kecelakaan yang menimpamu itu semua gara-gara aku. ucap vania memelas.


" Apa! ucap anisa syok.


" Tante maafkan mamah talia, talia sama mamah mau pergi ke luar negeri, semoga tante sama dede bayi sehat selalu yah. ucap talia


" Makasih sayang, ucap anisa sambil membelai talia.


" Aku sudah memaafkanmu van, ucap anisa senyum


" Terimakasih banyak, saya nggak akan menggangu kamu lagi, mas arkan sangat menyanyangimu. saya disini mau pamit ucap vania tersenyum


" Semoga kamu bisa mendapatkan ayah yang terbaik untuk talia. ucap anisa


Mereka saling berpelukan, vania minta maaf atas kesalahannya dan berjanji tidak akan muncul dihadapan anisa dan mas arkan. Setelah vania meninggalkan anisa, mamah laura datang bersama perawat untuk melepaskan infus di tangan anisa dan akhirnya mereka pulang kerumah.


Sepanjang perjalanan anisa hanya melihat ke jendela mobil. Dia merasa kangen sama nenek dan kakeknya di kampung.


*********


Jangan lupa like...


komen...

__ADS_1


vote yah gaes


love you all 😘😘😘


__ADS_2