
Di gedung Bastian grup sudah begitu ramai para pelamar. Semua pelamar berpakaian rapi. Arkan dan rido masuk ke dalam lift khusus presiden.
Sampai di ruangan, arkan langsung membuka laptopnya. arkan sesekali memandangi ponselnya.
" baru sebentar keluar rumah, sudah kangen ajah sama anisa. guman arkan sambil memandang foto anisa.
Arkan mencoba menghubungi anisa, tapi tak di angkat.
" anisa kemana sih? nggak tau apa yah lagi kangen kangennya. gerutu arkan.
Arkan mencoba menghubungi kembali, tapi tetap saja tidak di angkat, akhirnya arkan melanjutkan pekerjaanya.
Pagi menjelang siang, arkan masih sibuk dengan pekerjaannya.
" tok...tok.. tok.. masuk teriak arkan
" permisi pak, intervew sudah selesai tersisa 20 pelamar, besok pagi akan di adakan tes tertulis. ucap rido.
" iyah, saya serahkan semuanya sama kamu do. ucap arkan.
" siap pak, bapak mau makan siang dimana? tanya rido.
" saya mau makan disini saja, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. ucap arkan .
" iyah pak, saya akan belikan makan siang untuk bapak. ucap rido sambil keluar ruangan.
Arkan kembali mengambil ponselnya, ia segera menelfon istri tercintanya.
"tut..tut..tut.. panggilan terhubung, arkan melakukan vcall dengan istrinya.
" sayang kamu dari mana saya, aku kangen sama kamu..ucap arkan
" maaf sayang, tadi pagi ketiduran di sofa. kamu sudah makan sayang? tanya anisa.
" belum sayang, cuman rido lagi beliin makan siang. ucap arkan.
" kamu ko nyuruh rido sih sayang, kasian dia donk sayang, dia kan juga mau makan siang. ucap anisa
" pekerjaanku lagi banyak sayang, kamu bisa kesini sayang temenin suamimu di kantor. ucap arkan
" maaf sayang, hari ini aku pusing banget sayang. ucap anisa memelas.
" apa kamu sakit sayang? tanya arkan khawatir.
__ADS_1
" nggak ko sayang, butuh istirahat nanti sore juga sembuh, kamu jangan lupa makan yah sayang. ucap anisa.
" iyah sudah, kamu istirahat yah sayang, aku mau lanjut kerja dulu. ucap arkan.
" iyah sayang, I love you sayang, muuaacchh...muuaacchh. ucap anisa.
" I love you to sayang, muuaacch..muuaacchh... tunggu aku di rumah yah sayang. ucap arkan
Arkan menutup telfonnya, ia kembali bekerja. Rido masuk membawa beberapa plastik.
" belanja bu. goda arkan
" apaan sih pak. ucap rido
Rido memanggil office boy untuk menata makanan di meja.
" do, kamu sudah makan apa belum? tanya arkan.
" belum pak, nanti saya makan di cafe sebrang kantor. ucap rido.
" kamu makan disini saja sama saya do. ucap arkan.
Mereka berdua mulai memakan makan siangnya, tak ada suara hanya suara dentuman piring dan sendok. selesai makan siang rido melanjutkan pekerjaaanya kembali. Arkan pun sama melanjutkan pekerjaannya.
Matahari mulai terbenam, arkan melihat jam teryata sudah jam 4 sore. arkan bergegas pulang ke rumah untuk bertemu istri tercintanya.
Sampai di parkiran, arkan masuk ke dalam mobil. arkan melajukan mobilnya dengan pelan karena jalanan mulai ramai.
Arkan menyetir dengan hati-hati, padangannya melihat penjual gemblong ocar acir di pinggiran jalan.
Arkan memarkirkan mobilnya di pinggir, ia berjalan kaki menuju penjual gemblong.
" mak gemblongnya mak. ucap arkan.
" berapa bungkus? tanya mak penjual.
" dua bungkus ajah mak.ucap arkan
" nak, kamu ganteng sekali? apa sudah menikah? tanya mak penjual.
" sudah mak. ucap arkan
" sudah punya anak? tanya mak penjual.
__ADS_1
" belum mak, doain yah mak biar istri saya cepat hamil. ucap arkan
" iyah mak doain semoga istrinya cepat hamil, kalau belum hamil bawa ke mak ajah, biar mak urut peranakanya. ucap mak penjual gemblong.
" iyah mak, terimakasih. ucap arkan mengambil bungkusan gemblong dan memberikan uang ke mak penjual.
Arkan berjalan menuju mobilnya, arkan menjalankan mobilnya kembali.
Sampai di rumah, bi giyem membukaan pintu gerbang.
" sore tuan. sapa bi giyem.
" bi, anisa lagi apa bi? tanya arkan sambil keluar dari mobilnya.
" non anisa lagi di kamar tuan, ucap bi giyem.
Arkan masuk kedalam rumah, kemudian arkan langsung menuju kamar.
Anisa sedang terbaring lemah di kamarnya.
" sayang kamu kenapa? tanya arkan.
" nggak papa sayang, dari tadi pagi muntah- muntah mulu. ucap anisa
Arkan memegang jidat anisa, tapi tak terasa panas.
" kita ke dokter yah sayang! ucap arkan khawatir.
" besok pagi ajah yah sayang, oya kamu bawa apa sayang? tanya anisa.
" oh ini gemblong ocar acir sayang, kamu mau? ucap arkan menawarkan gemblong.
" mau sayang. ucap anisa
Arkan kemudian keluar kamar, arkan mengambil piring dan segelas minuman.
**********
Jangan lupa like...
komen...
vote...vote..vote...
__ADS_1
Terimakasih yang sudah setia menunggu.
love you all 😘😘😘