Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Cemburu


__ADS_3

"Na, na nana, na..Na... Nana dalam kali."


Ketus Flo dengan wajah masamnya. Ya, Bahkan kini ia memalingkan muka, karena tak sudi menatap Ana dan aku. Sungguh dua hari ini aku dibuat heran dengan sifat flo. Dua hari terakhir ini Dia terlihat jadi Lebih arogan dan ada perubahan suaranya yang serak. Emang sih, dia ngeluh rada batuk saat ini.


"Flo, dari mana kamu tahu kata-kata ejekan itu?"


Tanyaku dengan bingungnya, melirik Flo yang masih memalingkan wajahnya.


"Na, nana ya ****** ***** kali. Sudah ahhh...aku mau pulang!" Ia mengibaskan tangannya ke arahku dengan muka kesal. "Kita ke sini mau bulan madu, bukan mau ngurusi orang lain."


Ketusnya dengan menghentak-hentakkan kakinya kuat lo menatap tajam diriku beserta Ana, serta teman pria yang bersamanya, yang tidak kuketahui namanya. Kemudian Flo membalikkan badan dan pergi dari tempat itu dengan langkah yang sangat cepat, seperti kilat saja. Apa ia dulunya atlit lari cepat.

__ADS_1


Aaahhkk..


Aku dibuat bingung jadinya, antara mau mengetahui keadaan Ana, atau menyusul Flo yang berlari secepat kilat itu. Akhirnya aku putuskan menyusul Flo. Mungkin Flo cemburu dengan aku yang terlihat begitu perhatian pada Ana.


Padahal tak ada niat aneh sedikitpun dengan perhatianku kepada Ana. Aku hanya ingin tahu tentang dirinya sekarang, karena kami sudah lama tidak bertemu. Ana teman semasa kecilku dulu, tak mungkin aku sombong kepadanya. Dia begitu baik padaku dulu. Ana yang sering meminjamkan aku uang, karena kami dulu orang miskin, sedangkan Ana, terbilang dari keluarga berkecukupan. Ayah dan Ibunya adalah pegawai negeri sipil. Kalau di kampung, orang tua kita pegawai negeri, sudah dikatakan orang kaya.


"Flo, Flo....Tunggu.....!" kakiku menapak di lantai marmer hotel ini dengan gesitnya, begitu juga dengan Flo semakin mempercepat langkahnya.


Graapp..


"Ma, maaf... kamu jangan marah!" aku masih menatap muka netranya yang indah dan sedikit memerah itu."Baiklah, aku akan menuruti apapun maumu. Mungkin kamu tidak suka dengan temanku yang bernama Ana. Ya sudah kita lupakan soal Ana." Ujarku dengan menatapnya lembut.

__ADS_1


Kuihat ia sedikit melunak, matanya yang tajam dan memerah itu kini berkabut.


Dan..


Graaapp..


Tak kusangka ia langsung memeluk ku erat sekali, dengan dirinya yang menangis di dadaku yang berdebar hebat, karena aku tak taham melihat nya sedih dan mengeluarkan air mata.


"Jangan pernah tinggalkan aku..Aku sangat mencintaimu... Aku sangat mencintaimu Aku tak akan bisa hidup tanpamu kumohon Setialah Padaku. A, aku...aku akan korbankan semuanya, korbankan segalanya yang ku mau hanya kesetiaanmu." Ujarnya dengan terisak di Dadaku. Aku sangat terharu atas sikap Flo yang ternyata begitu mencintaiku. Apakah cinta yang dikatakannya ini tulus? kami baru kenal 1 bulan. tapi dia terlihat seperti sudah mengenal aku bertahun-tahun lamanya.


ku dekap ia dengan erat sambil mengelus-elus punggungnya. memberinya kenyamanan dan ketenangan agar emosinya yang mengguncang jiwa dan hati nya, bisa meredam.

__ADS_1


"Tak ada alasan untuk berkhianat padamu sayang. Percayalah padaku, Kamulah wanita yang sangat kucintai. Aku sangat merasa nyaman berada di sisimu.Tak akan ada wanita lain yang bisa menggantikan dirimu di hatiku, aku mohon Janganlah bersifat seperti ini aku dibuat panik kalau kamu terlalu sensitif."


Legah rasanya, Akhirnya Flo tak memperpanjang acara ngambek nya.


__ADS_2