Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Hadiah


__ADS_3

Keesokan paginya Arif telah sampai di kantor polisi. Pak kepala Polisi langsung mengajak Arif melihat hasil rekaman CCTV yang didapat dari depan rumah terjadi nya pembunuhan tadi malam. Para polisi terbaik itu, terlihat sangat serius menonton rekaman CCTV.


"Di sini kita bisa lihat dengan jelas, bahwa pria yang membunuh wanita itu, adalah pria pincang yang lalu lalang di rumah Pak Ali juga." Ujar Pak Kepolres serius. Mereka masih menonton hasil rekaman CCTV.


Arif memutar lehernya ke sebelah Pak Kapolres. Dan kini mata mereka beradu pandang. "Kita cocok kan hasil sidik jari pria itu dengan sidik jari yang ada di mobilnya Ali." Ujar Arif dengan serius.


Pak Kapolres manggut-manggut, sebagai tanda setuju dengan ucapan Arif. Dan Pak Kapolres dengan cepat memerintahkan anak buahnya, melacak sidik jari pria pincang yang mereka curigai.


"Baik." Pelacakan sidik jari pria cacat itu pun dilakukan. Tak butuh waktu lama, hanya 30 menit rekaman sidik jari pria itu pun ditemukan.


"Lapor pak, ditemukan kesamaan sidik jari pria pincang itu, dengan sidik jari yang kita temukan di mobilnya Pak Ali." Lapor salah satu polisi, pada Arif dan pak Kapolres.


"Kita harus cepat menangkap pria cacat itu." Titah Pak Kapolres tegas.

__ADS_1


"Siap..!" Sahut anak buahnya dengan sigap.


Sedangkan Arif terlihat sedang berpikir keras. Bagaimana cara menuntaskan kasus ini, agar selesai dengan cepat. Arif ingin cepat pulang ke kota, dia tak mau larut dengan masalah ini.


Seharian dilakukan pencarian. Tetapi jejak pria cacat itu tak ditemukan. Entah di mana pria itu bersembunyi. Sungguh penuh dengan teka teki.


Kini Arif sedang diperjalanan menuju. ke rumahnya. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Ia selalu memikirkan Ali. Baru kali ini ia menemukan kasus yang sulit dipecahkan. Rasanya kepalanya mau pecah memikirkan teka teki dalam kasus ini.


Sesampainya di rumah, semangat hidupnya langsung down, redup. Karena ia tak mendapati sang istri di rumah orang tuanya itu lagi. Rasanya semua otot otot kekar nya melemas. Dada merasa ngilu, sakit dan sesak. Karena pulang ke rumah tak dapat sambutan dari sang istri. Jangan kan untuk disambut. Ponsel istrinya itu saja tak bisa dihubungi.


Iya hempaskan tubuhnya dengan kasar ke ranjang. Ia menelungkup tubuhnya dengan, sambil mende sah panjang. Menempelkan pipi kirinya di atas ranjang empuk itu, dengan tatapan mata yang sangat menyedihkan sekali.


Ia sangat merindukan sang istri, yang tak bisa dihubungi hingga saat ini.

__ADS_1


Huufftt...


lama meratapi nasib, Arif pun bangkit dari tempat tidurnya, ia menyeret kakinya menuju lemari pakaiannya. Tangannya dengan lemah membuka pintu lemari itu, meraih sebuah kotak berwarna putih yang berada di rak paling atas. kotak berwarna putih itu ia pun buka dan ternyata di dalam kotak itu berisi sebuah ponsel berwarna hitam.


Arif mengusap lembut ponsel itu. Tiba tiba saja dada pria itu terasa semakin sesak saat memperhatikan dengan lekat ponsel yang sudah lama tidak dipakainya itu. Dia selalu menyimpan ponsel itu. Karena ponsel itu, adalah pemberian terakhir dari sahabatnya Ali.


Ponsel itu Ali berikan pada Arif, saat pria itu beruang tahun.


"Aku akan menyimpan ponsel pemberianmu ini sampai kapanpun Ali, kamu tahu, kepergianmu secara tragis ini membuat hati ku terguncang. Aku tak akan bisa tenang, jika aku tak bisa menemukannya siapa yang melenyapkanmu secara keji seperti itu. Akun tak akan bisa tenang, akan ku cari siapa pembunuhnya. aku sangat yakin kamu dibunuh sahabatku."


Arif bicara sendiri dengan mata yang berkabut. Mengusap dadanya yang bergemuruh hebat, guna menenangkan dirinya. Ia pun kembali memasukkan ponsel itu ke dalam kotaknya. kemudian menyimpan kotak itu kembali ke dalam lemari, dia tak sanggup mengingat ingat tentang Ali lagi, dia merasa sangat benci dan kesal pada diri sendiri, karena hingga saat ini, dia tidak bisa menuntaskan kematian sahabatnya Ali.


Arif beranggapan arwahnya Ali saat ini, pasti sangat kecewa padanya. Karena dia tidak bisa mengungkap kebenaran atas kematian sahabatnya itu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2