Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Sidik jari


__ADS_3

Keesokan harinya


Flo sudah diizinkan pulang ke rumah. Ia lebih memilih dirawat jalan saja. Seharian ini, Arif di rumah menemani sang istri istirahat di kamar. Tak hanya Flo yang mager alias malas gerak. Arif lebih parah lagi. Entah kenapa ia merasa sangat lelah sekali dan bawaannya tidur mulu. Bahkan ia tertidur hingga sore hari, ada 5 jam dia tidur seperti orang pingsan.


" Lagi apa?"


"Eeehh.. " Flo yang duduk di kursi meja riasnya dikejutkan oleh Arif yang tiba-tiba saja menegurnya ia sampai menjatuhkan barang yang ia pegang ke atas meja rias itu.


Arif bangkit dari ranjang karena merasa khawatir dengan sang istri yang terlihat terkejut dan panik itu. Dengan senyum mengembang Arif pun meraih benda yang di jauh kan Flo di atas meja.


"ini HP lama." Ujar Arif tersenyum manis pada sang istri, kedua katanya masih menatap pekat Flo, sedangkan tangannya masih memegang setia ponsel untuk tanpa memperhatikan ponsel itu dengan Jelas.


"Iya, aku pikir Hubby ponsel baru. Makanya aku ingin lihat." Sahut Flo masih dengan kikuknya.


Bangkit dari duduknya dan kini ia naik ke atas ranjang berbaring dengan cepat dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Arif dibuat bingung dengan sikap istrinya yang terlihat sangat beda satu harian ini. Flo terlihat canggung dan seperti menyimpan sesuatu. Dan wanita itu terlihat jadi pendiam dan seperti menjaga jarak dengan nya.


"Ini ponsel hadiah dari sahabatku Ali yang katanya hilang, yang katanya juga sudah mati. Eehh... ternyata masih hidup." Arif memperhatikan sejenak ponselnya yang dalam keadaan menyala. Padahal dia mengunci ponsel pemberian Ali itu. Arif sedikit heran, koq hape jadi bisa terbuka.


Arif merasa tak membuka kuncinya dengan sidik jarinya. Apa ia lupa dengan apa yang dia lakukan?


"Ponselnya koq terbuka ya?" tanya nya dengan bingungnya. Meletakkan ponsel


"Ya, terbukalah. Kan sudah Hubby pegang. Tadi, saat ku pegang terkunci koq." Sahut Flo tanpa mau menoleh ke arah Arif.


"Iya ya, aku pelupa sekarang. " Kini Arif sudah berdiri di sisi bed, ia pun mendudukkan bokongnya di tepi ranjang. Satu kaki ia naikkan ke atas ranjang, dan satu kakinya lagi mengggantung menyentuh lantai. "Tahu nggak sayang, aku kesel sekali pada istri nya Ali. Gara gara laporan dia, aku membuang-buang waktu dengan menyelidiki kasus nya yang tiba tiba menghilang. Aku sangat sedih merasa kehilangan atas kabar yang kudapat dari istrinya kalau dia menghilang dan dalam penyelidikan kami mendapatkan mayatnya. Tapi, mayat palsu. Hanya dan Ali sudah mengerjai aku."


Jelas Arif panjang lebar dan begitu semangatnya sedangkan kalau dilihat tidak tertarik untuk membahas apa yang diceritakan Arif saat ini


"Oooww... kamu memang salah Sayang. Dari awal kan aku sudah ingatkan kamu tidak usah menyelidiki kasusnya. Tapi Hubby bandel. Hubbi malah lebih sayang pada sahabat Hubby itu, daripada sayang sama istri sendiri, sudah tahu istrinya sakit bukannya diajak berobat. Bukannya ditemani. Hubby malah sibuk, mencari orang yang nggak jelas." Ujar Flo dengan kesal


Ia cemberut dan membuang muka. Kemudian membelakangi Arif.

__ADS_1


Arif berangsur mendekati sang istri. Ia pun berbaring di belakang istrinya. Tangannya menjulur mulai memeluk Flo dari belakang. Seketika flomerasa tubuhnya menegang.


"Iya, maaf ya?! Hubby memang bodoh."


Huuffftt


Flo bisa merasakan hembusan nafas sang suami di perpotongan lehernya dia merasa kegelian, apalagi kini Arif mulai mengecupi bagian kepala belakangnya. Dan tangannya mulai nakal mengusap usap perut sang istri dan kini merambat ke bagian Gunung kembarnya.


"Aku Sayang kamu." Ujar nya lembut.


"Jadi, di mana sekarang teman Hubby yang pura-pura mati itu?" tanya Flo dengan penuh penasarannya. Tapi ia tetap membelakangi Arif


"Gak tahu Hubby di mana sekarang anak itu. Dia kurang kerjaan. Bisa-bisanya dia buat berita kematiannya. Lihat saja kalau aku ketemu sama dia. Akan ku bocorkan kepalanya sampai pecah. Biar mati beneran dia."


Uhuk


Uhuk


"Kamu, kamu nggak papa sayang?" tanya Arif panik, menarik tubuhnya Flo, agar menghadap ke arahnya.


"Gara-gara ulah dia kita hampir bertengkar sayang." Flo yang tak sanggup membalas tatapan sendunya Arif, dengan cepat menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidangnya sang suami. Arif memeluk erat istrinya itu dan menghadiahi banyak kecupan di puncak kepalanya. Jadilah mereka kembali tidur di sore hari ini, sampai lupa waktu.


***


Dua jam kemudian.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Kalian nggak salat magrib?" Ibunya Arif memanggil manggil sang anak dengan suara yang sedikit keras. Ia yakin pasti anak dan menantunya itu sedang tertidur hingga kini sudah jam 07.00 malam. Pasangan suami istri itu tidak keluar kamar sejak tadi siang, tentu saja ibunya Arif dibuat khawatir bahkan anaknya itu tidak makan siang begitu juga dengan sang istri.


Tok


Tok


Tok


Ibunya Arif kembali menggedor-gedor pintu itu, dengan sedikit tekanan kuat dari yang pertama kali ia ketuk pintu itu. Ia dibuat khawatir dengan keadaan anak dan menantunya itu. Kenapa belum keluar sudah malam begini?


"Arif .... Flo... kalian kenapa nggak keluar-keluar ? nggak makan?" tanya ibunya Arif dengan penuh kekhawatiran di balik pintu kamar anak dari menantunya itu.


Terrnyata suara keras yang diucapkan oleh ibunya Arif sukses membangunkan Arif dan Flo. Arif pun langsung terduduk dengan paniknya setelah melihat jam yang bertengger di dinding kamarnya itu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam.


"Astaga....Aastaghfirullah hal adzim...Ya Allah... sayang bangun..!"


Flo pun terbangun ia mengusap kedua matanya. Guna menselaraskan cahaya yang masuk ke netra indah nya itu.


"Sudah malam. Aduh...kita kelamaan tidur Sayang. Flo malah kembali ambruk di padanya Arif.


" Hai Sayang bangun jangan tidur lagi...?" Arif menggoyang tubuh sang istri agar bangkit dari pangkuannya. Tapi Flo malah pengen tidur lagi.


"Ya sudah sayang.. kita tidur aja nggak usah bangun-bangun lagi." Ujar nya tak mau dipindahkan Arif dari pangkuan sang suami.


"Ya Nggak boleh gitu sayang. Kita harus salat Kamu harus makan. Dan kamu harus minum obat. Emangnya kamu nggak mau sembuh?' akhir nya Arif bangkit dari Panjang setelah menjauhkan tubuh sang istri dari pangkuannya.


Arif pun bergegas masuk ke kamar mandi. Ia tak mungkin memaksa Flo untuk bangun. karena Flo masih dalam keadaan sakit tak mungkin juga dia memaksa istrinya itu untuk salat. Eehh.... Dia baru dia ingat kalau istrinya itu belum pernah salat selama mereka sudah menikah.


"Diia kan belum pernah aku lihat sholat. Apa Flo tidak tahu cara salat? jika Flo tak pernah sholat. Dia berdosa sekali. kan dia Islam, Apa Flo Islam KTP.?" Arif tak henti-hentinya bermolong dalam kamar mandi entah kenapa saat ini dia jadi lebih banyak merefleksikan kelakuan Flo sejak mereka menikah.


TBC

__ADS_1


__ADS_2