Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Dosa besar


__ADS_3

Keesokan harinya.


Arif dan sang Ibu pergi melayat ke rumah duka yaitu ke rumah neneknya Alana. Karena jenazah ibunya dibawa ke Kampung dan akan dimakamkan di kampung mereka. Bahkan Arif ikut mengantarkan jenazah ibunya Alana ke peristirahatan terakhirnya.


Saat di rumah duka,tak ada percakapan antara Arif dam Alana, karena saat itu kondisi alana sangat lemah. Ia bahkan tak bisa berinteraksi dengan para pelayat. Ia hanya terduduk lemah di


di samping jenazah sang ibu dengan muka sebabnya dan matanya yang tak kering mengeluarkan cairan bening Itu.


Setelah selesai menguburkan ibunya Alana. Arif langsung pulang ke rumah. Ia merasa tak perlu berlama-lama di rumah duka itu cukuplah ibunya yang berada tempat itu menemani keluarganya Alana. karena memang Alana masih punya keluarga besar di kampung itu.


Arif sudah selesai membersihkan dirinya ia akan bersiap-siap berangkat ke kebun sawitnya. karena waktu masih menunjukkan pukul 02.00 siang masih ada waktu untuk bekerja di kebun, setidaknya ia mengawasi para pekerja.


Saat Arif hendak naik ke atas motornya ponsel yang ada di tas selempangnya yaitu tas yang digunakannya sehari-hari ke kebun berdering kuat dan juga bergetar sehingga ia merasakan getaran itu hingga ke perutnya. Dengan tidak sabarannya Arif merogoh ponsel dari tas selempangnya itu ia pun terkejut melihat satu panggilan dari pengacaranya. Karena tadi pagi, ia dan pengacaranya sudah bicara. Hari ini persidangan pertamanya Ali, atas tuduhan penipuan.


Dengan tergesa-gesa Arif mengangkat telepon Itu. Karena Arif sudah tak sabar, mengetahui perkembangan kasusnya Ali. Arif tak mau hadir dipersidangan, semua ia limpahkan ke pengacaranya.


"Walaikum salam.." Arif menjawab dengan ramahnya Ucapan salam dari pengacaranya yang berjenis kelamin laki-laki yang bersuku Batak bermarga Siregar itu.


"Apa.... "Innalillahiwainnailaihirojiun...!" ujar Arif sedih. Ia sampai menutup kedua matanya guna menenangkan hatinya yang bergemuruh hebat saat mendengar kabar dari pengacaranya bahwa Ali Muhammad sahabat dari kecilnya telah meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Meminum racun serangga di dalam toilet tahanan.


"Iya pak. Itu terjadi sesaat setelah persidangan. Tersangka kembali dibawa ketahanan. Tersangka pamit ke kamar mandi." Jelas pengacaranya dengan semangatnya.


"Dari mana pula ia dapat racun itu. Ini perlu diselidiki Pak." Ujar Arif dengan sedih. Ia


sangat menyayangkan keputusan Ali yang menghadapi masalah hidupnya dengan bunuh diri. Dengan kejadian ini, Arif jadi sangat membenci sahabatnya itu. Sudah melakukan kesalahan dengan mengubah jenis kelamin, bukannya bertaubat malah melakukan bunuh diri.


Arif jadi teringat kata-kata Hana seminggu yang lalu bahwa Ali pernah ingin melakukan bunuh diri. Dulu pun saat mereka masih di kampung setelah Ali kuliah dan Arif sudah masuk jadi polisi mereka pernah bertemu sekali. Saat pertemuan itu Ali pernah membahas soal bunuh diri. Dari cara Ali bicara sepertinya ia ada niat untuk bunuh diri. Dan benar sekali pria itu mewujudkan keinginannya sekarang.


Arif jadi teringat nasehatnya kepada Ali waktu itu ia menceramahi Ali dengan panjang lebar


Ketika menghadapi cobaan hidup, sebagian orang mengambil “jalan pintas” dengan cara bunuh diri. Padahal bunuh diri bukanlah solusi dan bukanlah jalan pintas, bahkan bunuh diri adalah dosa yang sangat besar dalam Islam.


Besarnya dosanya bunuh diri


Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan, “Bunuh diri adalah salah satu dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:


...وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا * وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيرًا...


“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa: 29-30).

__ADS_1


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


...من قتل نفسه بشيء عذب به يوم القيامة...


“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat” (HR. Bukhari no. 6105, Muslim no. 110).


Maka bunuh diri dalam islam itu adalah dosa besar yang paling buruk. Namun Ahlussunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa orang yang bunuh diri itu tidak kafir. Jika ia muslim, maka ia tetap dishalatkan dengan baik karena ia seorang Muslim yang bertauhid dan beriman kepada Allah, dan juga sebagaimana ditunjukkan oleh dalil-dalil” (Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/3054).


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:


...كان فيمن كان قبلكم رجل به جرح فجزع فأخذ سكيناً فحز بها يده فما رقأ الدم حتى مات . قال الله تعالى : بادرني عبدي بنفسه حرمت عليه الجنة...


“Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Allah Ta’ala berfirman: ”Hambaku mendahuluiku dengan dirinya, maka aku haramkan baginya surga” (HR. Bukhari no. 3463, Muslim no. 113).


Ngerinya adzab bagi orang yang bunuh diri


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


...مَن قتل نفسه بشيء في الدنيا عذب به يوم القيامة...


“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat” (HR. Bukhari no. 6105, Muslim no. 110).


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:


“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu kelak akan berada di tangannya dan akan dia gunakan untuk menikam perutnya sendiri di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka kelak ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, maka dia akan dijatuhkan dari tempat yang tinggi di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-selamanya” (HR. Bukhari no. 5778, Muslim no. 109).


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di neraka Jahannam. Artinya seseorang yang bunuh diri pasti akan masuk neraka Jahannam” (Syarhu Al Kabair, 109).


Maka orang yang bunuh diri akan mengalami dua kengerian :


Ia akan masuk neraka Jahannam yang merupakan neraka terburuk dan terngeri. Dalam Al Qur’an sering kali disebutkan tentang Jahannam:لَبِئْسَ الْمِهَادُ


“seburuk-buruk tempat”بِئْسَ الْمَصِيرُ


“seburuk-buruk tempat kembali”


Ia akan terus diadzab dengan cara yang sama dengan cara ia bunuh diri secara terus-menerus di neraka


Baca Juga: Lulus Ataukah Mati Bunuh Diri?

__ADS_1


Apakah orang yang bunuh diri kafir?


Orang yang mati dalam keadaan Muslim, bukan dalam keadaan Musyrik, maka ia tidak akan kekal di neraka jika ia masuk neraka. Allah Ta’ala berfirman:


...إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا...


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (Qs. An Nisa: 48).


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


...يَخْرُجُ مِن النارِ مَن قال: لا إلهَ إلا اللهُ ، وفي قلبِه وزنُ شعيرةٍ مِن خيرٍ ، ويَخْرُجُ مِن النارِ مَن قال: لا إله إلا الله ، وفي قلبِه وزنُ بُرَّةٍ مِن خيرٍ ، ويَخْرُجُ مِن النارِ مَن قال: لا إلهَ إلا اللهُ ، وفي قلبِه وزنِ ذرَّةٍ مِن خيرٍ...


“akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dan di dalam hatinya ada sebiji gandum kebaikan. akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dan di dalam hatinya ada sebiji burr kebaikan.  akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dan di dalam hatinya ada sebiji sawi kebaikan” (HR. Bukhari no. 44).


Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan: “namun orang yang bunuh diri tidaklah keluar dari Islam jika memang ia Muslim sebelum melakukan bunuh diri. Bunuh diri tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. Namun nasibnya di akhirat tahta masyiatillah (tergantung pada kehendak Allah) sebagaimana maksiat yang lainnya. Jika Allah berkehendak, Allah bisa mengampuninya dan memasukkannya ke surga karena keislamannya dan keimanannya. Dan jika Allah berkehendak, Allah juga bisa mengadzabnya di neraka atas kejahatan yang ia lakukan, yaitu pembunuhan. Lalu setelah bersih dosa-dosanya dengan adzab yang ia terima, Allah pun mengeluarkannya dari neraka untuk dimasukkan ke surga. Maka orang tua dari orang yang bunuh diri hendaknya banyak-banyak berdoa kebaikan dan rahmat baginya, banyak-banyak bersedekah untuknya, semoga Allah meringankan perkaranya dan memberikan rahmat kepadanya jika memang ia seorang Muslim” (http://www.binbaz.org.sa/noor/3054).


Karena orang yang bunuh diri tidak kafir, maka jenazahnya tetap dimandikan dan dishalatkan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan: “Orang bunuh diri tidaklah kafir, bahkan ia tetap dimandikan, dikafani, dishalatkan, didoakan baginya ampunan, sebagaimana yang dilakukan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam terhadap seorang yang misyqash (semacam pisau). Jenazah orang tersebut didatangkan kepada Rasulullah namun beliau tidak mau menshalatkannya, dan beliau bersabda kepada para sahabat: shalatkan ia. Lalu para sahabat pun menyalatkannya. Ini menunjukkan bahwa lelaki yang bunuh diri tersebut tidaklah kafir, sehingga ia pun tidak berhak mendapatkan kekekalan di neraka. Yang disebutkan dalam hadits yang terdapat lafadz bahwa ia kekal di neraka, jika memang lafadz tersebut mahfuzh dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, maka maksudnya adalah ancaman dan peringatan keras terhadap amalan ini (bunuh diri)” (Syarhu Al Kabair, 110).


Dalil-dalil yang berbicara mengenai amalan dosa yang bukan syirik, yang mengandung kalimat semacam “tidak masuk surga orang yang demikian dan demikian” atau “diharamkan masuk surga orang yang demikian dan demikian”, maka maknanya sebagaimana dijelaskan Syaikh Musthafa Al Adawi tidak lepas dari dua kemungkinan:


Orang yang melakukan dosa besar tersebut tidak masuk surga bersama golongan orang-orang yang masuk surga pertama kali. Ia mendapatkan adzab atas dosa yang ia lakukan (jika Allah tidak mengampuni dosanya), baru setelah itu dikeluarkan dari neraka dan masuk surga.


Orang yang melakukan dosa besar tersebut tidak masuk pada jenis surga tertentu dari surga-surga yang ada (Mafatihul Fiqhi, 1/20).


Huufftt...


Arif menghela napas panjang. Ia jadi ingat semua tentang apa yang ia jelaskan pada Ali saat itu. Walau ia melihat buku juga saat itu saat menceramahi Ali


"Pak.. Arif....!" Panggilan pengacara yang kuat membuat Arif terkejut. Ternyata ponsel yang ia pegang masih tersambung ke pengacaranya. Arif sedang melamun, teringat semua moment, saat bersama Ali.


"Iya pak.." Sahut Arif dengan lemah. Jujur, ia sangat sedih saat ini.


"Pak Ali ada menitipkan sepucuk surat untuk bapak. Tadi sebelum persidangan dimulai, ia menanyakan tentang bapak." Ujar pengacaranya lemah. "Aku sungguh kasihan melihat keadaannya pak. Dia sudah seperti mayat hidup. Ada yang bilang, ia tak makan selama dalam tahanan."


Tes


Tes


Tes

__ADS_1


Mata berkabutnya Arif kini mengeluarkan cara bening. Ia tak sanggup membendung air matanya lagi. Arif tak menyangka akan kehilangan sahabaynya dengan cara ini setragis ini.


TBC


__ADS_2