
flashback on 10 tahun yang lalu
"Tiidak.... Arif...!" Ali berteriak sangat kencang, di saat melihat aku terguling-guling ke dasar lembah jurang. Kami sedang naik ke gunung mencari kayu bakar.
Sepulang sekolah biasanya kami mencari uang tambahan untuk biaya sekolah. keadaan ekonomi keluarga kami yang sulit membuat kami sepulang sekolah harus mencari akal untuk mendapatkan biaya tambahan, bayar uang sekolah dan keperluan sekolah lainnya termasuk untuk uang jajan kami.
Kalau tidak ikut kerja bangunan, kadang ikut ke sawah memundak padi yang panen atau mencari kayu bakar ke hutan. Kebetulan hari ini kami mencari kayu ke hutan yang daerahnya sedikit menanjak. Hari ini selain mencari kayu bakar, kami juga sedang menjaga kebun karet serta kebun durian milik tetangga. Kami diminta menjaga kebun durian itu, karena si pemilik kebun ada urusan penting.
"Ali....Tolong aku Ali tolong Ali."
Teriakku keras,sambil berusaha meraih apa yang bisa kuraih termasuk semak-semak yang ku lindas saat aku tergelincir ke jurang ini.
__ADS_1
" Iya,,,.. iya Arif tunggu.. aku cari tali dulu." Suara Ali terdengar begitu panik dan ketakutan. Begitu juga dengan diriku yang kini telah nyangkut dan menggantung dan di atas sebuah pohon yang ukurannya tidaklah besar, kalau terlalu lama menggantung di pohon ini bisa-bisa pohon ini roboh karena akarnya tidak kuat menahan bobot tubuhku yang kekar ini. Ya, karena sering kerja keras, otot ototku sudah terbentuk dengan sempurna, walau aku masih berusia 17 tahun.
Ku ku menoleh ke dasar jurang, aku merinding dan ketakutan dibuatnya, karena saat ini aku melihat seekor ular sedang mendekat ke arahku dengan lidahnya yang menjulur. Ular itu sangat berbisa. Jika ia mematukku, aku hilang kesedaran dan jatuh ke dalam jurang. Maka tamatlah riwayatku.
Di dasar Jurang itu sangat banyak terdapat tanaman berduri dan apabila aku terjatuh ke sana. Aku sangat yakin diriku ini tidak akan bisa terselamatkan dan aku tidak mau itu terjadi. Ku berpegang dengan kuat pada pokok tumbuhan tempatku berada saat ini, sambil mengawasi sekitar, terutama ular yang kini semakin mendekat ke arahku ular itu lumayan besar seperti ular kobra yang siap mematukkuku.
"Ali.... Ali.... Tolong aku....!" Teriakku kencang. Tubuhku sudah bergetar kuat dan hebat, karena ketakutan. Keringat dingin sebesar jagung berkeluaran dari pori pori kulit, mengucur deras membasahi wajah dan seluruh tubuhku.
"Ali...Tolong aku, Ali.. Aku belum mau mati Ali. Aku masih Ingin mengejar cita-citaku jadi polisi Ali... Tolong aku Ali." untuk menghilangkan rasa takut yang bergemuruh hebat di dadaku. Aku hanya bisa berteriak dan tak mau banyak bergerak karena ku tahu ular penglihatannya kabur dia hanya mengetahui pergerakan musuhnya dari sensor benda yang bergerak bukan dari suara.
kulihat Ali di pinggir tebing dengan menjulurkan tali tambang. Aku nggak tahu entah dari mana dapat dia tali tambang igu, tapi aku sangat bersyukur akhirnya dia bisa menolongku. Bentuk tubuh Ali sangat berbeda denganku, jika aku mempunyai otot yang bagus dan kekar sedangkan Ali, dia tubuhnya lebih kurus dan sedikit gemulai, ditambah kulitnya juga sangat putih terbilang kami berdua ini mempunyai karakter yang berbeda kalau aku sedikit sangat macho. Dia sangat gemulai, aku tak yakin dia bisa menarikku dengan tambang itu, tapi Kulihat dia sangat pintar dia ikatkan tali tambang itu ke sebuah pokok besar, kemudian dia belitkan lagi pinggangnya.
__ADS_1
"Ayo Ariif raih talinya..." teriaknya
Ternyata panjang tali itu sangat terbatas ujungnya nanggung sekali, agar bisa ku raih. Akhirnya aku berdiri dia tas pokok itu berusaha meraih tali tambang yang dilemparkan Ali padaku.
" Iya Iya Bagus Arif aku akan menarikmu." Ujarnya dengan semangatnya yang berapi api. aaku tak yakin dia bisa menarikku, tapi dengan dia mengikatkan tali tambang ke pokok itu, ku anggap pokok itulah sebagai katrolnya dan Ali sebagai titik tumpu.
Aku pun berusaha mengangkat tubuhku mengumpamakan jurang ini adalah tebing acara panjat tebing yang bisa aku daki.
"Ya lanjut ya ayo... ayo...ayo lebih cepat lagi Arif. Aku tak mau kehilanganmu. Aku tak mau kamu mati. kamu adalah sahabatku satu-satunya. kamu yang mengerti keadaanku. kamu harus Selamat Arif, jangan tinggalkan aku Arif."
Baru kali ini kulihat betapa Ali sangat menyayangiku dan sangat takut kehilanganku. Aku sangat tersentuh akan hal itu, hatiku bergetar mendengar suara yang terbata- bata, karena takut kehilanganku.
__ADS_1
Flashback of
TBC