Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Cita cita


__ADS_3

Seminggu telah berlalu hubungan Arif dan flo kembali harmonis. Flo juga sudah merasa lebih sehat sehingga hari ini mereka menghabiskan waktu di luar bersama ibunya Arif. Mulai dari makan siang di restaurant mewah hingga berbelanja. Dan mereka baru tiba di rumah menjelang magrib.


Sesampainya di rumah. Arif dan Flo langsung masuk ke kamar. Mereka akan bersih bersih begitu juga dengan sang ibu masuk ke kamarnya.


Karena Flo baru saja operasi kista. Jadi, ia mau istirahat total di rumah sebulan penuh. Assistennya pun sekarang gak seperti perangko lagi yang selalu nempel padanya. Tapi sekarang Arif yang nempel terus padanya seminggu ini. karena esok Arif sudah mulai masuk kerja.


"Arif.. Flo kita makan malam yuk nak?" Ujar


ibunya Arif dengan cerianya di balik pintu kamarnya Arif.


Wanita tua itu sangat perhatian kepada anak dan menantunya itu. Pagi-pagi sekali ibunya Arif sudah membuat sarapan untuk mereka. Siang hari pun selalu Ingatkan untuk makan bersama dan malam hari juga harus makan tepat waktu. Padahal Flo tak membiasakan makan malam lewat pukul delapan malam.


"Iya bu. Sebentar lagi kami turun." Sahut Arif dengan kuat dari dalam kamar.


"Iya nak, ibu tunggu." Ibunya Arif pun kembali menyeret kakinya menuju ruang makan dan tak berapa lama Arif dan flo keluar dari kamar menyusul sang ibu dengan membawa kantongan plastik berisi obatnya.


" Apa masih minum obat nak Kan sudah sembuh?" tanya ibunya Arif disaat Flo meletakkan obat yang ada dalam kantong plastik di atas meja makan. Dan ia pun mendudukkan bokongnya di kursi meja makan.


"Iya bu. Tapi ini hanya suplemen." Sahut Flo ramah, melirik sang ibu dan Arif secara bergantian.


"Oouuww.." tangan kanannya ibunya Arif menjulur meraih kantongan plastik di hadapannya dan saat itu Flo terlihat hendak merampasnya. tapi ia urungkan niatnya itu.


Ibunya Arif Yang penasaran membuka kantongan plastik jitu. "Eemmm.. Ini kan pil KB?" tanya ibunya Arif dengan muka masamnya dia kesal karena menurutnya Flo mengkonsumsi pil KB, dan Ibunya Arif tak suka akan hal itu. "Ini juga hormon estrogen dan progesteron?" Ujar Ibunya Arif dengan bingungnya. Koq menantunya itu konsumsi hormon kewanitaan.


Grappp

__ADS_1


Flo merampas kantongan yang ada di tangan ibunya Arif dengan cepat dan terlihat kasar dia pun langsung mengikat kantongan itu.


" Iya Bu, aku harus minum obat-obat an ini Biar kembali subur." Jawab nya dengan tidak tenang


"Nggak bagus minum pil KB. Nanti peranakanmu bisa kering." Ujar ibunya Arif dengan tegas.


"Iya Bu, Flo kan sedang dalam masa pemulihan Bu. Tentulah dokter tidak memberikan sembarangan obat." Sahut Arif, rasanya itu membelanya.


Flo kira Arif akan mencecarnya dengan banyak pertanyaan, makanya dia jadi panik eh nggak tahunya suaminya itu memang sangat mengerti dengan keadaannya.


***


Keesokan Harinya.


Arif sudah kembali masuk kerja. Pagi ini, Flo bener bener perhatian padanya. Menyiapkan semua keperluan Arif untuk bekerja. Mulai dari pakaian, sepatu hingga aksesoris suaminya itu berupa jam tangan.


Kedua bola matanya Arif terlihat bergerak ke kanan dan ke kiri. "Honey... Kok kamu tahu sih, dari kecil cita-citaku jadi seorang polisi?" Tanya Arif dengan penasarannya. Flo terlihat bingung. Dia pun membuang pandangan sejenak kemudian melirik Arif kembali dengan penasaran, tak sabar menunggu jawaban sang istri.


"Kan kamu yang cerita bahwa sejak kecil, cinta citamu jadi polisi." Sahut Flo sedikit gugup.


"Emang aku ada cerita sayang?" tanya Arif lagi memperhatikan ekspresi mukanya Flo yang nampak bingung.


"Ya, adalah.. Dasar sudah pikun..!" Flo menarik tangan sang suami. Mereka pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan. Ternyata di atas meja sudah terhidang banyaknya makanan. Tentu saja aneka makanan itu disiapkan ibunya Arif beserta ART di rumah itu.

__ADS_1


"Eemmm.. Masakan ibu enak banget."


Puji Flo menatap Ibu mertuanya dengan penuh cinta.


"Biasa saja nak, hanya nasi goreng. " sahur ibunya Arif tersenyum tipis melihat menantu serta anaknya yang makan dengan lahapnya satu minggu ini.


"Seminggu lagi pun seperti ini. Makan enak mulu, bisa gemuk aku bu." Sahut Flo dengan wajah yang berbinar binar menatap sang suami dan ibu mertua.


"Aku suka gemuk Honey." Timpal Arif.


"Ya jangan lah. Nanti, gak dapat job aku kalau gemuk." Jawab Flo cepat.


"Gak usah kerja lagi. Aku masih bisa penuhi semua kebutuhanmu sayang " Sahut Arif lembut


"Eemmm... Perawatan tubuhku mahal loh By. Aku gak mau habiskan uang Hubby untuk itu. Biar aku cari uang juga, bantu-bantu Hubby. Nanti kalau kota sudah punya banyak uang. Aku akan bantu, wujudkan cita-cita Hubby lainnya, yaitu bangun pesantren di kampung."


Arif dibuat heran dengan ucapan sang istri dari mana dia tahu kalau Arif dari dulu pingin mendirikan sekolah berbasis pesantren. Arif nampak berpikir sejenak. Apakah ia pernah menceritakan cita-citanya itu pada Flo setelah diingat-ingat, sepertinya dia tidak pernah menceritakan itu.


"Iya, "Arif memang pingin sekali mendirikan sekolah, yang biaya nya murah." Timpal ibunya Ali tersenyum bahagia pada anak dan menantunya Dia sangat bersyukur sekali ternyata Arif dan Flo sangat rukun.


" Iya Bu, anak Ibu ini sangat hebat punya jiwa yang dermawan baik. Pokoknya is the best deh aku sangat bersyukur bisa menjadi istrinya." Ujar Flo dengan senyum senyum. Lesung pipinya jadi terlihat sangat Jelas, yang membuat Flo terlihat semakin cantik.


"Pasti ada yang terbang kupingnya di pagi hari ini. Karena dipuji-puji terus." Ujar sang ibu dengan bahagia nya. Senyum kebahagiaan tercetak jelas di wajah ibunya Arif. Arif jadi merasa bahan ia sekali melihat ibunya sebahagia ini


"Sudah.. Kita makan dulu. Ceritanya setelah makan saja." Ujar Arif mengulum senyum.

__ADS_1


TBC


__ADS_2