Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Berkharisma


__ADS_3

Kini Arif telah sampai di rumahnya Alana. Dengan tegas dan serius ia meminta izin kepada ayahnya Alana untuk bisa bicara empat mata dengan calon istrinya Itu.


Ayahnya Alana bangkit dari duduknya dengan wajah yang bsrsinar sinar itu. "Sebentar ya nak Arif, Bapak panggilkan Alana dulu." ujar sang calon mertua dengan ramahnya. Dia sangat suka dengan sikap Arif yang terlihat gentle men itu.


"Oohh iya pak."


Sahut Arif tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya, kedua matanya pun mengikuti pergerakan ayahnya Alana yang masuk ke ruang tengah. Tepatnya menuju kamarnya Alana. Bahkan Arif bisa mendengarkan suara ketukan pintu yang dilakukan ayahnya Alana untuk memanggil putrinya Itu.


"An.. Ana.... Keluar sayang. Nak Arif ingin bertemu denganmu." Ujar sang Ayah di balik daun pintu kamar sang putri.


Alana yang sedang bermalas-malasan di atas ranjangnya tentu saja dibuat terkejut akan ucapan sang ayah yang mengatakan Arif sedang ada di rumah ini dan ingin bertemu dengannya. Berarti benar yang dikatakan ayahnya, bahwa Arif setuju menikah dengan-nya.


Alana memegangi dadanya yang tiba tiba saja bergemuruh hebat. Ia pun bangkit dari ranjangnya dengan perasaan yang tak tenang. Jantungnya berdetak tak beraturan. Entah kenapa Alana jadi malu untuk bertemu dengan Arif.


Sejak kejadian tiga hari yang lalu di pondok kebun sawit itu. Ia jadi sangat malu pada pria itu. Apalagi jika mengingat Arif. Otaknya akan traveling, membayangkan peristiwa Bagaimana caranya Arif menjauhkan Pacet dari bagian intinya itu


"Nak.. Ana sayang ..!"

__ADS_1


"I, iya ayah..!" sahut Alana dengan gugup. Dadanya semakin berdebar-debar dengan kuatnya


Huufftt


Alana menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya berat. Rasanya sangat mendebarkan untuk bertemu dengan Arif. Ya, sejak dari kecil. Alana memang menyukai Arif. Tapi, ia tak menunjukkan rasa sukanya itu.


Setelah mereka berpisah, tamat SMA tak ada lagi komunikasi di antara mereka berdua dan Alana pun mulai melupakan perasaannya itu. Dalam kehidupan barunya di tempat tinggal yang baru karena saat itu ayah dan ibunya juga pindah tugas. Alana pun mulai membuka hati ke pria lain. Dan pria yang rencananya menikah dengannya dua minggu lalu adalah cinta pertamanya. Pernah putus Setelah menjalin hubungan satu tahun. Dan Mereka kembali berhubungan setelah putus 5 tahun. Satu tahun setelah CLBK. Mereka sepakat untuk menikah, dan sialnya. Pernikahan itu harus kandas. Karena kekasihnya itu ketahuan punya kekasih yang lain.


"Ana..." sang ayah pun kembali memanggil Alana agar keluar dari kamar.


"Iya ayah...!" sahutnya dari dalam kamar. Ia pun


Huufftt


Lagi lagi iya harus menarik nafas dalam dan membuangnya pelan. Ia melakukan itu agar dadanya yang berdebar kuat itu bisa meredah, dan jiwanya bisa tenang.


Kini Alana berjalan ke ruang tamu. Saat sampai di ruangan itu. Ia kembali dibuat salah tingkah dengan tatapan Arif padanya. Menurutnya tatapan Arif itu penuh makna.

__ADS_1


"Kalian bicaralah dari hati ke hati. Setelah pembicaraan ini, Ayah tak mau mendengar ada penolakan antara kalian berdua Untuk membatalkan pernikahan Ini." Tegas Ayahnya Alana menunjuk kedua insan yang lagi galau itu.


Mereka pun terdiam.


"Dengar gak yang ayah bilang?" ujar Pak Samsul menatap sang putri.


"Iya yah." Jawab Alana sendu. Ia masih berdiri di hadapan Arif.


"Ya sudah, kalian bicara di taman samping saja. Biar lebih santai. Gak usah pergi jauh keluar rumah. Bicaranya di sini saja." Tegas sang ayah.


"Iya Ayah." Jawab Alana memanyunkan bibirnya. Ayahnya itu cerewet sekali. Melebihi cerewet ibunya.


Arif bangkit dari duduknya. Kakinya melangkah mengikuti langkah Alana menuju taman samping rumah. Ekspresi wajah kedua insan itu terlihat sangat tegang saat ini. Jelas tegang, mereka tak menyangka akan menikah. Padahal mereka sama sama baru putus cinta. Ditambah, kejadian tiga hari lalu, menurut mereka sangatlah memalukan. Terutama bagi Alana.


Kini kedua insan yang lagi galau dan tegang itu


Tengah duduk di kursi kayu yang ada di taman Itu. Posisi mereka duduk saat ini, tepat di bawah pohon mangga madu yang sedang berbuah lebat.

__ADS_1


TBC


__ADS_2