Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Aku akan mati


__ADS_3

Huufftt..


Arif menarik napas panjang. Masalah besar kini ada di hadapan mata.


Ia pun tak tertarik lagi berbicara dengan teman teman nya. Ia menghubungi pak Kapolres. Agar menjemputnya ke rumah Ali. Dan penyelidikannya atas kematian Ali, akan kembali diselidiki.


Kini Arif telah sampai di kantor polisi dia pun membaca laporan dari hasil forensik terkait penyelidikan mobil hal yang terbakar saat membaca hasil itu dia sangat terkejut dugaannya sangat benar


"Analisamu sangat benar Pak Arif. Pak Ali adalah korban pembunuhan, bukan meninggal karena kecelakaan. Lihatlah hasilnya ditemukan 5 sidik jari orang di mobil itu." Ujat Pak kepolisian dengan tegangnya. Menurutnya kasus ini, sedikit sulit untuk diungkap.


"Kuat dugaanku pak, mobil itu sengaja di dorong ke tengah hutan, oleh kelima orang itu. Untuk itu, kita harus memeriksa semua sidik jari warga di kampung itu." Tegas Arif dengan nanar. Rasanya kepalanya pusing menangani kasus sahabatnya ini. Mana ia dan sang istri, sedang ada masalah karena insiden menolong Ana tadi di depan rumah orang tuanya Ali.


"Iya, bener pak Arif." Sahut Pak kepala kepolisian.


"Tak lupa Hana, semua pria pincang di tempat itu, serta mantan kekasihnya Hana, Romi juga harus diselidiki sidik jarinya. Aku sangat mencurigai mereka." Tegas Arif, ia berbalik badan. Memegang bibirnya penuh kesal. Napasnya terlihat berat, ia sungguh syok dengan kejadian ini.


Polisi bergerak cepat. Semua pria yang dicurigai didatangkan ke kantor polisi, guna mencocokkan sidik jarinya dengan sidik jari, yang ditemukan d mobilnya Ali. Dan hasilnya nihil. Hana juga diperiksa sidik jarinya. Begitu juga dengan mantan kekasihnya Romi yang kebetulan pulang ke kampung.


Arif dibuat pusing memikirkan semuanya. Kasus ini semakin sulit ditangani. Tapi ia tak akan tinggal diam. Ia akan mengusut tuntas ini.


***


Di sebuah kafe diperkotaan. Terlihat dua wanita cantik sedang duduk di kursi yang berbeda dan berhadap hadapan. Ekspresi wajah


kedua Wanita itu sangat tegang dan menampilkan rasa tidak sukanya satu sama lain. Kedua wanita itu adalah Flo dan Ana.


Flo yang cemburu kepada Ana, menghubungi Ana. Dia ingin bertemu dengan Ana. Karena ingin membahas sesuatu hal yang penting. Ana menolak ajakan Flo, karena ia merasa tak ada urusan dengan Flo. Lagi pula ia benci qanita itu. Flo telah mempernalukannya saat pesta di hotel danau toba.


Dengan sengaja Flo menyenggol Ana, yang melintas di dekat kolam renang, yang mengakibatkan Ana, tercebur ke kolam renang. Ana bukan orang bodoh dia tahu ia sengaja diceburkan oleh Flo


" Kenapa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Ana, dengan tatapan tajam, menantang Flo. Ana mau diajak jumpa, karena sebenarnya, ia ingin membuat perhitungan dengan Flo. Jangan sesekali Flo, anggap remeh dengannya. Kejadian Di hotel di Danau Toba 3 hari yang lalu, masih melekat jelas di pikiran Ana.


"Santailah Ana, kamu minum dulu. Biar bisa lebih tenang." Ujar Flo tersenyum tipis menatap Ana yang terlihat kesal padanya, jemari lentiknya dia mainkan di depan Alana dan dengan centilnya.

__ADS_1


"Aku tak mau minum itu, jangan-jangan minuman ini telah kamu campur dengan Baygon, kamu kan artis yang mengiklankan Baigon itu " Ujar Alana tersenyum lebar kepada Flo. Kini bibirnya yang tipis, tertarik sempurna, sehingga menampilkan deretan giginya yang putih dan rata.


"Hahhahaha.. Kamu ini, dari dulu hingga sekarang, kocak ya?" ujar Flo tanpa sadar, menertawakan Alana.


" Apa maksud ucapanmu itu, dari dulu hingga sekarang Emangnya kamu kenal aku." tanya Alana dengan nyolotnya pada Flo.


Flo terdiam sejenak, menatap lekat Alana. Bibirnya yang tertawa lebar tadi, mingkem juga.


Wanita itu bangkit dari duduknya. Menyeret kakiknya ke pembatasan cafe yang terbuat dari besi. Cafe yang mereka kunjungi berada di dekat pantai dan kini Flo sedang menghadap ke hamparan laut yang luas dan biru, di mana di tengah-tengah laut terdapat satu pulau berbentuk kerucut.


Alana dibuat heran dengan sikap Flo yang terlihat aneh. Kadang penuh dengan kepercayaan diri, kadang terlihat sedih dan kadang terlihat ramah serta gembira seperti yang wanita itu tampilkan saat ini.


Hhufftt..


Flo yang kini membelakangi Alana terlihat sedang menarik nafas dalam dan panjang, bahu wanita itu terangkat sudah. Alana hanya bisa memperhatikan punggung wanita cantik itu yang ditutupi rambut panjang bergelombang di bawah itu. Sesaat Alana, terkesima dengan daya tarik Flo, wanita di hadapannya sangat sempurna.


"Aku itu sudah bosan mendengar tentang kamu dari mulut suamiku, di setiap kebersamaan kami, kamu dan sahabatnya yang sudah mati itu terus saja, dia bicarakan. Asal kamu tahu. " Flo membalik badannya, menunjuk ke arah Alana yang terkejut, karena intonasi bicaranya Flo naik dua oktaf.


Alana sampai memegangi dadanya yang bergemuruh karena terkejut melihat ekspresi wajahnya Flo, yang aneh dan mengerikan menurut pandangan Alana saat ini. Air muka Flo menunjukkan kesedihan mendalam. Ada keputusasaan tercetak jelas di wajah cantik itu.


" Aku cemburu mendengar cerita Arif yang selalu membahas kamu dan Sahabatnya bernama Ali itu. Tak kurasakan arti kehadiran diriku di hidupnya. Karena kamu dan Ali saja yang ia bahas. Aku benci kamu..!"


Flo menunjuk penuh amarah pada Alana.


Alana dibuat takut dengan sikap Flo yang


terlihat seperti kerasukan setan itu. Dia pun melirik kesana kemari bersiap-siap untuk pergi dari tempat itu. Untuk apa mendengarkan ocehan wanita gila yang stress. Alana heran kok bisa pula, Arif mempunyai istri seperti Flo.


"Maaf, aku harus pergi."


Alana akhirnya memberanikan diri untuk bicara tegas pada flo, ia bangkit dari duduknya.


"Tunggu... Dengarkan aku dulu sebentar saja Al." Ujar Flo dengan memelas. Suaranya kini terdengar menyedihkan.

__ADS_1


Alana terdiam, menatap lekat Flo yang kini terlihat lemah.


"Sebentar lagi aku akan pergi dari hidupnya Arif, aku akan mati!" Ujarnya dengan tatapan mata kosong.


Alana dibuat semakin bingung dengan sikap flora yang aneh.


"De, dengarkan aku sebentar saja " Flo mengatupkan kedua tangannya kepada Alana yang kini masih berdiri di hadapannya.


Alana sungguh dibuat bingung dengan sikap Flo yang aneh. Flo yang tak mau Alana pergi, akhirnya meraih kedua tangan wanita itu, menuntunnya kembali duduk di kursi. Alana pun kembali duduk dengan tidak tenangnya


"A, Aku, aku menderita penyakit serius. Aku akan mati." Flo menghentikan ucapannya, menatap sedih Alana, yang terlihat bingung.


"Aku sangat mencintai suamiku Arif. Aku ingin dia bahagia. Dia telah kehilangan sahabat sejatinya yaitu Ali, dan aku tak ingin dia kehilanganmu lagi."


Alana bangkit dari duduknya "kau bicara apa sih? jangan bawa aku dalam masalah pribadi kalian." ujar Alana Tegas, kembali Menyeret kakinya untuk pergi dari tempat itu.


"Kalau aku mati, aku harap hadirlah dalam hidupnya Arif, suamiku." Ujar Flo dengan terisak.


Alana mengibaskan tangannya ke arah Flo. Merasa tak perlu menanggapi ucapan Flo yang aneh, dan tak masuk akal. Untuk apa dia masuk dalam kehidupan Arif, dia sudah punya tunangan dan sebentar lagi mereka menikah.


Alana pergi dari tempat itu meninggalkan Flo, yang menangis dan tertawa dengan anehnya. w


Wanita itu pun ambruk, terduduk lemah di lantai sambil menangis.


"Ya Allah... Tolong hambamu ini, aku belum mau mati. Aku tak mau masuk api neraka. Aku banyak dosa ya Allah...!" Ujar Flo dengan bersujud, memohon ampun pada Sang Khalik.


Tentu tingkah Flo jadi sorotan pengunjung kafe lainnya, tak heran banyak orang yang merekam dan mengabadikan momen langkah itu. Flo yang putus asa dengan penyakit nya. Tak menggubris lagi, orang orang yang kini menontonnya.


TBC


Hai Rider Sayang please... tinggalkan jejaknya dengan memberi like serta komentar positifnya. u


Tak memberi hadiah dan vote, nggak apa-apa, karena novelku ini memang tak layak diberi hadiah, mungkin ceritanya kurang menarik. tapi please beri like dan komentar positifnya ya, agar aku bisa lebih semangat lagi.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2