Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Nyebur


__ADS_3

Hu... Hu..Hu...


Flo ternyata sangat tersentuh mendengar ceritaku. Cerita masa remajaku bersama sahabatku yang sangat baik yang bernama Ali, yang kini kami sudah lama sekali tidak bertemu.


" Hei sayang, kamu kenapa menangis? Apa ceritaku semengharu biru gitu, sehingga kamu menangis." ujarku lembut mengusap-usap lengannya. Ia sedang pasrah bersandar di bahuku. ku kecup sesekali puncak kepalanya dengan penuh cinta. Aku ingin menenangkan dirinya. Sepertinya dia sangat sensitif saat ini.


Ia menatapku dengan mata sendunya "Aku hanya terharu, aku merasa senang sekali, kamu punya sahabat yang sangat menyayangimu. Ingin rasanya punya sahabat seperti itu tapi tak ada yang menyayangiku. Aku hanya hidup Sebatang Kara di dunia ini."


Hiksss...


Hikkss....


Flo semakin terlihat bersedih. Air matanya tak henti hentinya bercucuran membasahi pipinya yang putih. Bahkan hidungnya sudah mengeluarkan cairan dan memerah, karena menangis. Aku jadi merasa bersalah menceritakan kisah persahabatanku kepada Flo.


Ku meraih kedua bahunya, sehingga kini bisa ku lihat dengan jelas, wajah murungnya. kuseka air matanya dengan jemariku yang sudah menganak sungai di pipi putihnya.


"Nanti setelah sampai di kampung akan ku kenalkan kamu pada keluarganya Ali. Aku akan minta nomor hp nya Ali pada keluarganya dan kita akan melakukan panggilan video call, biar kamu bisa kenal dengan sahabat-sahabatku yang begitu baik padaku."


Flo menjauhkan tubuhnya dariku, ia terlihat terkejut mendengar ucapanku. " kok ditelepon, memangnya sahabatmu Ali itu, ada di mana sayang?" Flo bicara, tak berani menatapku. Ia yang memunggungiku, terlihat mengusap air matanya sendiri.


Ku raih ia kembali ke dalam pelukanku. " tak usah kita bahas lagi mengenai Ali. Kita ke sini mau happy-happy mau mencetak anak." Ujarku dengan menahan senyum.


"Iihh... Flo memukul manja dadaku. Aku dibuat semakin gemes dengan tingkahnya. Ku tangkap tangan nakalnya dengan lembut. Dan mata ini tak berkedip menatapnya yang kini terlihat salah tingkah.


" Apaan sih? jangan menatapku seperti itu?" ujarnya tersipu malu.


Aku tak menanggapi ocehan mesranya. Tingkahnya yang menggodaku, membuatku tak sabar untuk melum at habis, bibirnya yang berwarna cery menggoda itu. Ternyata tak hanya aku yang lagi bergairah. Flo juga, bahkan ia lebih terlihat tak sabaran membalas luma tan bibir yang tercipta.


Flo bukan jenis wanita yang fasip. Tangannya lebih lincah merayap di seluruh Tubuhku. Dan tangan mulus dan nakal itu, akan berhenti di persimpangan tiga, tepat di selan gkanganku. Kalau ia sudah memainkan milikku itu. Aku akan menggila, karena ingin lebih.


Kubaringkan tubuh langsingnya Flo di atas ranjang, dengan tatapan mata penuh dengan gairah yang membuncah. Ia lepas satu persatu kancing kemeja yang membalut Tubuhku. Aku tak tinggal diam tangan nakal ini pun mulai meremas gundukan kembarnya yang padat dan sangat mentok itu. Miliknya itu sepertinya dibentuk sedemikian rupa. Sekilas tubuhnya Flo, sangat sempurna. Tapi, bagian intinya menurutku sedikit berbeda.

__ADS_1


Aaahhkkk..


Mungkin bagian inti setiap wanita mempunyai sedikit perbedaan. Aku harus memaklumi itu. Flo juga sudah menyadari kelemahannya dan itu tak perlu kupermasalahkan yang penting ada lubang untuk memasukkan batangan ini


Hahahahhaha..


Aku merasa lucu dengan pemikiranku. Kenapa aku sampai mikirnya kesitu sih?


Aku tak mau memikirkan itu lagi. Aku kini fokus ingin memberikan kenikmatan pada Flo.. Ku mulai menggoyangkan panggulku di atas tubuhnya. Menggagahinya dengan bira hi yang membuncah. Awalnya ia terlihat menikmati tapi lama-kelamaan ia terlihat kesakitan ini ketiga kalinya kami bermain setelah menikah. Terbilang jarang untuk pengantin baru m, karena biasanya seminggu setelah menikah kegiatan seperti ini hampir setiap jam dilakukan untuk pasangan pengantin baru, tapi kami baru tiga kali melakukannya.


Hal itu disebabkan oleh ia yang mengeluh kesakitan saat pertama kali kami melakukan hubungan intim. Dan kini ia juga mengeluh kesakitan. Aku jadi merasa tak nyaman melakukan hubungan intim dengan Flo. Ku cabut milikku yang masih tegang itu. Menggulingkan badan di sebelahnya. kutatap langit-langit kamar dengan frustasinya, kalau tak mengingat aku mencintainya, aku tak akan mempedulikan dia yang merasakan kesakitan.


Hiks...


Hiks...


Flo memunggungiku dengan tubuh yang bergetar. Iya sedang menangis, mungkin ia merasa bersalah atas dirinya yang tak bisa melakukan tugasnya dengan baik.


"Maaf ya Hubby.!" ujarnya masih memunggungiku.


Ku hadiahi puncak kepalanya dengan kecupan lembut. Aku ingin menenangkannya, mungkin ini terakhir kalinya aku memintanya melayaniku. karena Kulihat dia tak sanggup melakukannya denganku. Apa milikku yang terlalu besar, sehingga ia merasa ketakutan? setahuku bagian inti wanita itu sangat elastis. Tetapi miliknya Flo tidak elastis sama sekali, dan tidak menggigit juga. Tak kurasakan denyutan otot otot miliknya itu. Bahkan Miliknya tak pernah mengeluarkan cairan, bahkan disaat ia terlihat sangat bergairah sekali pun.


Aneh ..... Aku tak akan menghalanginya untuk secepatnya berobat ke luar negeri. Setelah acara di kampung selesai. Kami akan pulang ke kota. Tak perlu lagi ku habiskan cutiku di kampung.


***


Aku terbangun dan tak mendapati Flo di sebelahku. ku soroti semua sudut kamar ini, mencari keberadaan Flo, tetapi batang hidungnya tak kulihat juga di tempat ini


Hufftt..


kutarik nafas panjang dan menghabiskannya berat. ku bangkit dari ranjang menyeret kaki ini menuju kamar mandi mencari keberadaan Flo. Dan di tempat itu tetap tidak kutemukan dirinya. Kemudian aku bergegas ke balkon, berharap ia ada di sana. Dan aku harus menelan rasa kecewa, karena ia tak juga Ku temukan.

__ADS_1


ku mulai panik karena tak menemukan keberadaan flo di kamar ini. ke seret kakiku ke arah ranjang. Mataku melirik ponsel di atas nakas. Tangan ini menjulur meraih ponsel itu. Dengan cepat menscrol kontak nya di hapeku.


Aku hilir-mudik, mondar mandir, menunggu panggilanku diangkat oleh nya. Tapi sayang, telepon dariku tak diangkat-angkat juga, tak mau dibuat panik sendiri di dalam kamar ini, ku memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi. Aku mandi dengan sangat cepat, karena aku harus mencari keberadaan Flo di luar.


Aku tak menyangka bahwa aku tidur dengan lelapnya hingga 4 jam dan sekarang ternyata sudah pukul 08.00 malam dan flo. Kenapa ia tak membangunkanku.


kini aku sudah berada di lobby hotel Mencari keberadaannya, sungguh susah dan teleponku tak kunjung diangkat juga, aku menghampiri resepsionis. Menanyakan apakah dia mengetahui di mana keberadaan Flo, tak lupa ku sebutkan nomor kamar kami.


"Eemmm.. Coba bapak cari di taman samping. Sepertinya disana sedang banyak tamu menikmati party." Ujarku seorang pelayanan hotel, yang juga ada di meja reseptionis ini.


Ku tarik kedua sudut bibirku, menghadiahi senyum tipis kepada pelayan Hotel. kita tidak boleh menampakkan wajah sombong. Aku bergegas meninggalkan tempat itu menuju taman yang dikatakan pelayan itu. Dan benar saja, ternyata di taman itu sedang diadakan acara megah, sebuah pesta yang meriah. Suara musik khas batak terdengar sangat meriah dan semangat, ditambah dengan hiasan bunga serta lampu turblair banyak menggantung di pohon tanaman taman. Sungguh pesta yang menarik.


Ku mulai menyusuri semua tempat mencari keberadaan Flo. Disaat mata ini menemukan keberadaannya dalam jarak 10 meter. Ku lambaikan tangan ke arahnya. Tapi, ia tak melihat ke arahku. Berteriak memanggilnya bukanlah ide yang bijak. Jadi, ku putuskan menghampirinya.


Saat ini ia sedang berada di tepi sebuah kolam renang yang sangat besar. Di atas kolam renang itu terdapat banyak sekali lampu-lampu yang membuat tempat itu semakin indah. Memang pesta kali ini sangat meriah dan megah.


"Flo...Flo...!" Teriakku


Lagi-lagi Aku melakukan hal bodoh. Mana mungkin Flo mendengarkan suaraku yang berteriak memanggil-manggil namanya, apalagi saat ini kulihat Flo sedang bahagia, dia tertawa lepas dan menunjuk nunjuk ke arahku kolam senang. Aku tidak tahu apa yang ia tertawakan saat ini.


Disaat aku sudah semakin dekat ke arah kolam renang. Aku dibuat terkejut mendapati pemandangan. Seorang wanita sedang tenggelam . Dan anehnya tak ada yang menolongnya, bahkan semua nya menertawakan wanita itu.


Ku amati dengan dekat, siapa wanita yang hendak tenggelam itu.


Deg


Aku dibuat sangat terkejut disaat melihat wajah wanita yang tenggelam dan berusaha menyelamatkan diri sendiri itu adalah Ana.


"Ana.... Ana...!"


Tanpa pikir panjang, aku cemplungkan diriku ke kolam renang itu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2