Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Apa maunya


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Pagi-pagi sekali Ali dikejutkan dengan tamu yang datang ke rumahnya. Ia sedang memakai sepatu boot nya di teras rumah, sudah bersiap-siap pergi ke kebun.


"Walaikum salam... " Sahut Arif dan sang ibu secara bersama-sama. Ya, ibunya Arif juga ada di teras rumah. Akan ikut juga ke kebun bersama Arif.


"Pak Samsul... Ayo masuk dulu ke dalam rumah Pak!" Ibunya Arif mempersilahkan Pak Samsul, ayahnya Alana masuk ke dalam rumah. Terpaksa Arif yang sudah memakai sepatu bootnya, melepas kembali sepatu itu, karena ia tak mungkin pergi di saat tamu datang ke rumah mereka.


Arif tersenyum tipis masuk kembali ke dalam rumahnya dan menghampiri Ibu serta Pak Samsul yang sudah duduk di kursi tamu.


Huuffftt...


Pak Samsul terlihat menarik nafas panjang dan dan kemudian pria paruh baya itu menghembuskannya pelan.


Arif memperhatikan ayahnya Alana dengan sedikit bingung dan penasarannya. Apa

__ADS_1


kira-kira gerangan ayahnya Alana datang ke rumah mereka. Kalau untuk mengundang kenduri tak mungkin. Karena kenduri kematian ibunya Alana sudah selesai kemarin.


"Ada apa ya pak, pagi-pagi sudah datang ke rumah kita ini?" tanya ibunya Arif sopan terlihat ayahnya Alana enggan untuk memulai pembicaraan.


Huufftt..


Ayah Alana kembali menarik nafas dalam dan panjang. Entah sudah berapa kali pria itu menghela nafas di dalam rumahnya Arif. Tentu Arif jadi takut, jangan-jangan pria ini punya penyakit dan tiba-tiba meninggal di dalam rumah Mereka, kan jad berabe nantinya.


"Si Rudy, anaknya Pak Sulaiman sudah bercerita semuanya tentang kejadian tiga hari lalu. Antara kamu dan Alana." ujar ayahnya alana dengan sedih menatap Arif yang nampak bingung.


"Apa anak ibu tidak cerita?" Pak Samsul malah balik nanya.


Ibunya Arif menggelengkan kepalanya cepat. Kemudian wanita paruh baya itu menoleh ke arah sang putra.


"Emang apa yang terjadi antara kamu dan Alana Nak?" tanya ibunya Arif kepada sang anak yang nampak bingung.

__ADS_1


"Terjadi, apa yang terjadi. Tak terjadi apa apa, antara aku dan Alana bu, pak." Tegas Arif, pada Ibunya dan pak Arif.


"Mungkin tak ada kejadian yang serius tapi sekarang fotomu, aduhhh.. Aku tak tahu lagi mau menaruh wajah ini kemana Nak Arif. Fotomu dam Alana telah tersebar tadi malam." Ujar Pak Samsul dengan muka murungnya.


"Foto? Foto apa Rif?" tanya ibunya Arif dengan penasarannya pada putranya itu


"Eemmm.. Itu salah paham pak, aku tak melakukan apapun pada Alana."


"Iya, tapi dengan foto itu, orang orang berpikiran kalian telah melakukan perbuatan me -sum di pondok itu." Ujar Ayahnya Alana sedih


"A.. apa?" ibunya Arif sangat terkejut mendengar penjelasan Pak Samsul. Ayahnya Alana.


"Salah paham bu, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu. Mana saat itu, keadaan Alana sakit." Jelas Arif serius pada ibunya yang terlihat panik itu.


"Iya, bapak yakin kalian tak melakukan apapun di tempat itu. Tapi, foto itu mengatakan lain nak!" Jelas Pak Samsul tegas menatap Arif yang terlihat santai.

__ADS_1


"Jadi, apa maunya bapak?" tanya Arif


__ADS_2