Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Maksa


__ADS_3

Lama meratapi kesedihan atas meninggalnya sahabatnya Ali dipusara itu. Arif pun tersadar, tak seharusnya ia terpuruk dalam kesedihan ini. karena sejatinya semua makhluk yang hidup di dunia ini akan mengalami yang namanya mati. Hanya saja caranya dan waktu setiap orang berbeda dalam melewati kematian itu.


Arif memutuskan pulang ke rumah. Dia ingin menyegarkan dirinya dengan mandi. Berharap ada setitik cahaya terang yang membuatnya kembali semangat dalam menjalani hidup ini. Dan ia akan berangkat malam ini, pulang ke kota dan paginya akan menyusul sang istri ke luar negeri.


Lama ia kembali merenung dalam kamarnya, duduk disebuah sofa sudut kamar, dengan pikiran kalut, menerawang atas semua kejadian yang terjadi. Entah kenapa ia sedikit merasa Ada hal janggal dalam kematian Ali.


Deg


Dag


Dig


Dug


Hatinya Arifpun bergetar kuat, memikirkan hal itu. Entah kenapa keyakinannya bertambah seribu kali lipat, bahwa Ali tidak mengalami kecelakaan. Arif yakin Ali telah dibunuh. Entah dari mana datangnya firasat itu padanya saat ini. Tapi Arif sangat yakin, bahwa Ali dibunuh.


Arif pun bangkit dari duduknya dengan semangat yang berkobar kobar. Ia harus menuntaskan kasus ini mengusut sampai ke akar-akarnya. Ia tak yakin, Ali meninggal karena kecelakaan.


Saat ia menutup pintu kamar. Ponsel yang ada di saku celananya bergetar berulang kali, dengan penasarannya, ia merogoh ponselnya yang berdering itu. Kedua sudut bibirnya tertarik sudah sedikit demi sedikit. Ia merasa senang karena Flo menelpon nya. Tadinya ia ada niat menghubungi istrinya. Tapi, karena ia sedang sibuk dan sedih. Jadilah ia memutuskan akan menghubungi Flo nanti malam, disaat mau tidur dan Hatinya sudah baikan. Eeeh... nggak tahunya istrinya itu sudah menghubunginya terlebih dahulu.


" Ya Sayang sudah bagaimana keadaanmu? Apakah sudah selesai operasinya?" tanya Arif dengan lembut serta dengan penuh kekhawatiran, menatap Flo yang saat ini memang terlihat sedang berbaring di atas bed di sebuah ruangan rawat di rumah sakit.. ARif nggak tahu apakah Flo mau dioperasi atau sudah selesai operasi.


Hiks


Hiks


Hiks

__ADS_1


Di layar ponsel panggilan video itu, Flo terlhat sedih. "Belum... Operasinya sebentar lagi. Kira kira pukul empat sore. Hua... Hua.... Flo bicara sambil menangis histeris. Arif dibuat sedih akan hal itu. Kalau Ia tak sesibuk ini, dia pasti sudah terbang menyusul sang istri ke luar negeri.


" Honey... Jangan sedih ya! kamu harus semangat. Selesai masalah pembunuhan sahabatku Ali. Aku akan menyusulmu." Ujar Arif dengan penuh keyakinan membusuk Flo.


Terlihat Flo sangat terkejut mendengar ucapan sang suami. Wajahnya menegang kini, dengan mata yang membola dan mulut menganga. "Ap.. Aapa sahabatmu Ali meninggal sayan" tanyanya dengan penasarannya.


"Iya sayang." Sahut Arif lemah. Kalau membahas Ali, dia akan sedih sekali.


"Astaga Kok bisa ya Bi?" tanya Flo masih penasaran.


" Entahlah sayang inilah Hubby mau menyelidiki kasusnya lagi."


"Oohh.. Mau diselidiki lagi, bukannya sudah ketahuan?" Tanya Flo cepat.


"Ketahuan, ketahuan apanya?" Tanya Arif dengan herannya.


" Iya, sepertinya dia dibunuh. Karena kematian Ali, terasa janggal. Dia kan ditemukan tegas dalam mobilnya kecelakaan dan mobilnya terbakar. Tapi, aku nggak yakin, kalau itu kecelakaan. Hati Hubby mengatakan bahwa Ali dibunuh seseorang. Sekarang inilah Hubby mau menyelidikinya lagi." Jelas Arif panjang lebar, pada istri nya dipanggilan video itu.


"Ngapain lagi diselidiki By. Bukannya sudah jelas kecelakaan dan manyatnya tentu sudah dikuburkan kan?" Flo terlihat kaberatan, atas niat Arif yang ingin menyelidiki kematian sahabatnya Ali.


"kematiannya sangat janggal. Kami Perlu menyelidikinya."


"Sudahlah Hubby, susullah aku ke sini. aku nggak ada kawan di sini. Istri nya pergi berobat malah gak ditemani. Ya sudah, aku gak mau berobat lagi. Aku akan pulang sekarang. Mati, biarin aku mati saja. Hubby lebih peduli pada orang yang jelas-jelas sudah mati. Dari pada perduli pada istri sendiri yang sedang sekarat mau dioperasi."


Flo bicara dengan nada penuh kekesalan. Matanya yang indah kini berkabut.


"Bukan gitu sayang. Hubby pasti menyusulmu. Kamu harus lanjut berobatnya. Besok, Besok Hubby akan menyusulmu. OK!"

__ADS_1


"Gak.... Aku gak mau. Aku mau pulang..! TITIk...!" Flo berteriak, dan seketika panggilan video itu pun terputus.


"Aaarrrggghhkk... Apa lagi sih ini?'" Arif mulai kesal dan tak tenang. Flo tak mau mengerti akan keadaan nya. Flo juga maksa mau berobat, dia kan yang ingin pergi sendiri. Kenapa sekarang, malah memaksaku menyusulnya.


Jauh hari sebelumnya, semua telah direncanakan. mereka akan di kampung selama seminggu. Ibunya Arif telah menyiapkan resepsi pernikahan untuk mereka. Tapi, entah kenapa Flo membatalkan semuanya. Dan tiba-tiba dia ngotot ingin pergi ke luar negeri, berobat, di saat kabar hilangnya Ali diketahui oleh Arif. Flo yang mengingkari semua kesepakatan. Dan sekarang wanita itu malah memaksa Arif menyusul nya.


"Persetan dengan semuanya, kamu yang telah mengingkari perjanjian kita di awal. Sebelum kasus kematian Ali terbongkar, aku tak akan pergi dari kampung ini." Arif bicara sendiri dengan kesalnya.


Arif pun menyimpan ponselnya ke saku celananya. Dia tidak melakukan panggilan balik kepada Flo yang mematikan telepon secara sepihak itu. Arif tipe pria yang tegas. Sebelum istrinya itu berangkat ke luar negeri tak ada istrinya itu meminta dia menyusul, dan sekarang kenapa malah memaksa nya.


Dengan perasaan tak enak, karena baru berantem dengan sang istri. Arif pamit pada ibunya. Ia memacu motornya menuju kantor polisi. Ia dan rekan polisi lainnya. Akan menyelidiki kembali kasus kematian Ali.


Hanya butuh waktu 10 menit, Arif pun sampai di kantor polisi. Dia langsung masuk ke dalam ruangan kepala kepolisian.


"Oohh.. Pak Arif, silahkan duduk!" ujar kapolres dengan ramahnya.


Ali tersenyum tipis, membalas sambutan sangat bapak kepala kepolisian itu. Dia pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu, begitu juga dengan bapak Kapolres ikut duduk di sofa yang ada di hadapan Arif.


"Meninggalnya sahabatku Ali ini adalah kasus pembunuhan Pak. Kita harus kembali menyelidikinya. Mobilnya Ali dalam kecelakaan perlu diperiksa lebih detail." Ujar Arif dengan tegas, menatap lekat Pak Kapolres yang terlihat bingung dengan penuturan Arif.


"Bukankah semuanya sudah kita selidiki, mulai dari onservasi nonpartisipan , teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat dan teknik dokumentasi. Penindakan saat pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menemukan sejumlah barang bukti (BB), selain menemukan sejumlah barang bukti " Sahut pak kapolres.


"Tapi, mobil yang terbakar itu belum kita periksa pak. Benarkah mobil itu terbakar karena kecelakaan, atau dibakar dengan sengaja." Jelas Arif dengan tegas.


"Eemmm... Baiklah, kita akan turun ke lapangan lagi sekarang." Ujar Pak Kapolres, bangkit dari duduknya, dan bersiap siap kembali ke TKP, di mana mobilnya Ali terbakar.


TBC

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan memberi like komentar positif dan hadiahnya Rider Sayang... please. 😁🙏😘🤭


__ADS_2