Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Ditangkap


__ADS_3

Braakkk..


Prangg...


Cermin rias yang ada di kamar itu hancur berkeping-keping bahkan kini tangannya Arif sudah berdarah.


"Ariifff anak ku... ada apa ini nak?"sang ibu yang tiba tiba nongol di ambang pintu, histeris melihat anaknya emosi dan meninju cermin itu.


" Arif... Kamu gak apa apa nak?" tanya ibunya Arif dengan sedih serta ketakutan melihat Arif yang Semurkah itu. Seumur hidup dia tidak pernah melihat anaknya itu seperti ini. Arif terlihat sangat hancur.


Ibunya Arif meraih tubuh sang putra yang ambruk di lantai, memeluknya serta memperhatikan tangannya yang kena pecahan kaca.


Hu... Hu.. Hu...


Arif menangis dengan sedihnya dalam dekapan ibunya. "Ampuni dosaku bu, yang tidak patuh padamu Bu. Bu, aku sudah hancur bu. Bu... Aku benci tubuh ini..." Arif menepis nepiskan tangannya pada seluruh tubuhnya, ia merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. Ia telah melakukan hubungan badan dengan wanita transgender. Dan manusia laknat itu adalah sahabat nya sendiri.


"Kamu kenapa nak?" ibunya Arif masih terlihat bingung. Ia pun akhirnya menoleh ke arah Flo yang juga terlihat hancur dalam dekapan Mimpi peri. lebih baik mati daripada menerima kenyataan ini.


"Bu, aku tak pantas lagi untuk hidup di dunia ini. Aku kotor bu, aku bodoh bu..!" Arif


masih merutuki kebodohan dirinya yang mau menikah dengan Flo, tanpa menyelidiki dengan detail-detailnya.


Ia belum cek semua tentang Flo yang trans gender. Ia hanya menggunakan feelingnya tadi, setelah Flo minum obat. Mimi peri dan ibunya


keluar dari kamar itu. Arif kembali membantu Flo untuk berbaring dan kebetulan sekali, saat itu ponselnya Arif, pemberian Ali sedang tergeletak di atas ranjang di sebelah Flo. Dan tanpa sengaja Flo menyentuhnya dan memegang ponsel itu dan tiba-tiba saja ponsel itu terbuka saat itu Arif dibuat terkejut serta heran karena yang bisa membuka ponsel itu hanya dirinya dan Ali sebab di ponsel itu tersimpan sidik jarinya Ali.


Flasback on


"Kenapa kamu bisa membuka layar ponsel ini?" Arif meraih ponsel nya dari tangan sang istri yang nampak terkejut.


Flo nampak bingung. "Aku, aku gak tahu. Aku hanya menyentuhnya dan langsung terbuka, mungkin ponsel Hubby sedang tidak terkunci." Sahut Flo dengan ekspresi wajah ketakutannya. Flo sudah menyadari kalau saat ini Arif sudah mengetahui identitasnya dia tidak bisa menghindar lagi. Arif bukanlah pria bodoh.


"TIDAK...." Teriak Arif dengan frustasinya.

__ADS_1


menjambak rambut sendiri dengan kedua tangannya menatap tajam Flo sepersekian detik dan Kemudian Arif membuang muka dengan berbalik badan rasanya Ia mau muntah saat ini.


"Tega... tega kamu lakukan ini semua Ali Muhammad..! Apa maksudmu..? Apa maksudmu lakukan ini padaku.." Arif kembali membalik badan dengan wajah merah padamnya. Terlihat Arif sangat murka di hadapan Flo yang ketakutan.


"I, itu..!"


"A, aku aku tak percaya lagi, Aku sudah curiga di awal kita mau me nikah. Tapi bodohnya aku tidak peka akan kata hatiku? Apa yang kau lakukan ini Ali..?!!"


Pakk..


Satu tamparan mendarat di wajah nya Flo. Flo terlihat meringis kesakitan, saat Arif menampar wajahnya. Matanya yang indah langsung berkabut hitam.


"Sakitnya tamparan itu tak sebanding dengan sakitnya hatiku, atas penipuan ini.. Kenapa kamu merubah gendermu Ali.... Apa kamu sudah kehilangan akan sehat? di agama kita dilarang itu..." Arif bicara penih emosi.


"Aku lakuin ini, karena aku mencintaimu. Aku tak bisa hidup tanpamu." Ujar Flo terisak.


"Stop.. Stop.... Kamu, Ali..... Kenapa kamu lakukan ini padaku..?'


Arif masih tak percaya dengan semua yang terjadi dia merasa sangat bodoh. Kenapa ia bisa ditipu oleh Ali? Kenapa sedikit pun ia tak menanggapi kecurigaannya diawal. Allah.. Telah memberi nya bisikan di hati. Kalau ia tak perlu menikah dengan Flo. Tapi, bisikan baik itu ia tepis dan sekarang ia menyesal sudah.


"Tutup mulut kotormu itu... !" Arif menunjuk tajam Flo, dan seketika Flo tertunduk. Arif yang kesal, mengucek bibirnya kasar, rasanya ia ingin muntah saat ini. Karena ia teringat setiap moment, disaat mereka memadu kasih.


"Kenyataan ini terlalu mengerikan Ali. Tega kamu merusak hidupku. Pantas, kamu buat rekayasa kematianmu, hanya untuk ini. Kamu gila, kamu saiko."


"Iya, aku gila, gila karena mencintaimu." Ujar Flo dengan terisak.


"Diam... Diam mulutmu, jangan kata kan itu lagi manusia hina." Tegas Arif pada Ali. Ali masih duduk Flo atas ranjang.


Hueekk


Hueeekk..


Arif mau muntah jikalau berlama -lama satu ruangan dengan manusia tak ada kotak di hadapannya.

__ADS_1


Ia pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Saat itu juga ia merogoh ponsel dari saku celananya. Dengan cepat melakukan panggilan ditelepon, sebelum ia masuk ke kamar mandi.


"Iya pak, lapor... Di sini ada kasus penipuan. Barus di tangkap sekarang pak." Arif melapor ke atasannnya. Agar Flo dan Mimi peri dijeblolskan ke kantor polisi.


Setelah Arif membuat laporan kepada polisi. Di mana Polisinya itulah teman kerjanya. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi. Ia langsung langsung mengguyur tubuhnya di bawah shower, menggosok dengan kuat wajahnya terutama bagian bibir.


"Najis....!" umpatnya kuat, berteriak di dalam kamar mandi. "Sial...." Ia menumpahkan kesedihan di hatinya, sambil menggosok bibirnya. Bibirnya itu yang sering mengecup wanita jadi-jadian yang sempat jadi istrinya.


Bibir yang digosok sudah terasa sakit. Ia juga mengusap pipinya dengan kuat baik pipi kiri dan kanan sehingga pipinya yang semula putih itu, kini memerah sudah. Ya Arif memiliki kulit yang putih bersih. Tak hanya itu ia menggosok dengan tangannya seluruh badannya dengan penuh emosinya.


"TIDAK....!" Arif berteriak histeris dalam kamar mandi. Rasanya mandi junub seribu


tahun pun tak akan melunturkan dosa-dosa yang telah ia lakukan dengan menikahi seorang transgender dan bahkan sudah melakukan hubungan suami istri.


Arif sengaja ingin menenangkan dirinya, dengan mengguyur tubuhnya dengan air di kamar mandi. Kalau ia terus melihat wajahnya sang istri. Dia bisa khilaf dan membunuh wanita jadi-jadian itu. Dan kalau itu terjadi, masalah tambah panjang. Ia akan masuk penjara, karena membunuh.


Walau ia sedang tertekan, otaknya masih bisa berfikir dengan baik. Makanya dia lebih memilih berendam di kamar mandi, meluapkan kemarahannya yang berkobar kobar, sebelum polisi datang menangkap Flo. Di dalam guyuran air itu, Arif terus saja menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, guna menepis jauh, setiap moment kebersamaannya bersama Flo, yang terus saja muncul di pikiran


Flasback off


Tok


Tok


Tok


Terlihat seorang polisi mengetuk pintu kamar. Dan di belakang polisi itu, ada dua polisi lagi.


"Tangkap mereka pak!" Arif menunjuk ke arah Flo dan Mimi peri.


"Siap komandan..!" ternyata Arif adalah atasan ketiga polisi itu.


"Tidak... jangan tangkap aku... pak arif... jangan tangkap kami...!" Mimi peri berontak saat tangannya di borgol. Sedang kan Flo pasrah dengan semuanya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2