Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Kamu mengetahuinya?


__ADS_3

Eenmmm.. Eemmmm...Eehhmmmm!"


Arif pun mulai mencairkan suasana tegang itu, dengan dehemannya yang panjang. Alana yang terkejut menoleh ke arah Arif dengan bingung nya.


"Panjang bener...!" ujarnya tersipu malu merasa lucu dengan tingkahnya Arif. Ya, Arif Adalah tipe pria yang humoris, pintar, ganteng dan berkharisma.


Arif melirik Alana dengan senyum tipis. "Pernikahan merupakan momen sakral berharap terjadi sekali seumur hidup, Pernikahan adalah menyatukan dua pribadi, tentu beserta egonya masing-masing. Pernikahan bukan seperti pacaran yang saat bosan kita bisa berkata putus sesuka hati. Ada komitmen yang harus kita jaga dalam pernikahan." Ujar Arif dengan serius menatap Alana, yang juga serius menanti ucapan Arif selanjutnya.


"Apa kamu tahu banyak tentang aku?"


Kedua alisnya Alana mengkerut mendengar pertanyaan Arif.


"Dulu, kalai sekarang gak tahu banyak." Sahut Alana dengan serius.


"Jujur saja ya Dek Alana, aku tak yakin dengan Pernikahan ini. Aku akan katakan semuanya dengan detail, termasuk masa laluku. Ku harap, setelah ku ceritakan semuanya. Kamu bisa mengambil keputusan yang tepat. Kamu tak usah merasa tertekan dan terpaksa menikah denganku." Arif menjeda sesaat ucapannya. Ia melayangkan


pandangannya ke arah lain merasa tak percaya diri untuk menceritakan masa lalunya bersama Ali.

__ADS_1


Huufftt


Arif terlihat menghela nafas panjang dan dalam, kemudian menghembuskannya dengan berat. Ia melakukan itu berulang kali sedangkan Alana memperhatikan dengan seksama Arif yang terlihat sangat tegang dan tertekan itu. Setelah merasa sedikit tenang Arif pun kembali menoleh ke arah Alana.


Alana masih setia menatap Arif.


"Aku punya masa lalu yang kelam. Aku ini seorang duda. Bukan seorang perjaka yang dikatakan orang orang di kampung ini. Aku telah menikah, dan bahkan aku menikahi seorang pria."


Ujar Arif menatap serius kedua netra Alana yang jernih itu.


Arif sangat bersyukur, waktu ia datang bersama Flo alias Ali ke kampung sang ibu. Saat itu, acara pengenalan Flo jadi menantunya tak jadi dilaksanakan. Kalau sempat itu dilaksakan betapa malunya Arif, menikahi wanita Trans - gender.


"Ooww...!" Sahut Alana dengan ekspresi wajah biasa saja.


Reaksi Alana yang biasa itu membuat Arif terheran heran. Koq Alana gak terkejut dengan status yang ia katakan dengan jujur itu.


"Koq, kamu gak terkejut Dek?" tanya Arif dengan bingungnya menatap Alana.

__ADS_1


"Saat tahu pertama kali ya aku terkejut. Tapi, kalau sekarang gak terkejut lagi." Ujar Alana dengan tenang.


"Kamu, kamu tahu aku sudah menikah?" tanya Arif lagi ingin memastikan, apa yang Alana ketahui tentangnya.


"Ia, abang menikahi Abang Ali. Teman kita bermain sejak kecil."


Deg


Jantungnya Arif rasanya sudah copot dari tempat nya. Begitu juga dengan darahnya juga terasa sudah tumpah ruah di rongga dadanya itu. Arif lemas seketika di saat mengetahui kalau Alana tahu tentang dirinya yang menikahi Flo seorang wanita trans gender.


Arif loyo seketika, tertunduk malu kepada Alana. Sungguh ia tak sanggup menunjukkan wajahnya pada Alana saat ini.


"Sejak kapan kamu tahu?" tanya Arif dengan suara lirih masih menunduk tak sanggup menatap ke arah Alana yang dulu di sebelah kirinya.


"Sekitar dua minggu lalu. Sorenya saat kita bertemu di rumah orang tua Abang Ali." Jawab Alana nanar. Sebenarnya dia pusing juga mengetahui pria yang pernah ia taksir menikahi seorang wanita transgender.


TBC

__ADS_1


__ADS_2