Obsessive Love Disorder.

Obsessive Love Disorder.
Mirip


__ADS_3

Setelah Arif berangkat kerja. Kini tinggallah Flo beserta ibunya di rumah. Mereka tengah duduk do bangku beton, taman depan rumah. "Kalau ibu perhatikan kamu itu mirip sekali dengan sahabatnya Arif." Ujar ibunya Arif pada Flo.


Flo terlihat terkejut mendengar ucapan sang ibu mertua. "Mirip sama siapa Bu? sama Alana?" tanya Flo dengan muka masam.


"Kamu kenal dengan Alana?" tanya ibunya Arif dengan penasarannya


" kenal sekalipun Bu. Aku kadang jadi kesal kalau lihat Alana. Abang Arif selalu ceritakan Alana setiap waktu." Ujar Flo dengan muka masamnya


"Oh begitu, kamu nggak mirip sama Alana tapi kamu itu miripnya sama sahabatnya Arif yang tiba-tiba menghilang, si Ali."


Uhuk


Uhuk


Uhuk


"Kamu kenapa nak?" tanya ibunya Arif.


"Enggak apa-apa Bu." Sahut Flo sambil memegangin kerongkongannya dan mengusap usapnya lembut. Ia sama sekali tak berani menatap sang ibu mertua.


"Hai... Flo my Angel..!" Flo dan ibu mertuanya menoleh ke asal suara. Ternyata wanita jadi jadian, Assistennya Flo kini turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.


Flo tersenyum semangat menyambut kedatangan asistennya. Ia pun bangkit dengan cepat dari duduknya, bergegas menghampiri sang asisten yang bernama Mimpi peri.


"Kamu gak bosan di rumah saja?" ujar sang asistennya yang bernama Mimi peri dengan centilnya. Tangannya dengan gemai gemulai menyentil dagunya Flo yang lancip.


"Ya bosan lah Mi." Sahut Flo dengan muka masam.


"Ada job ringan hari ini. Mau gak?" tanya Mimpi peri dengan harap. Wajahnya menunjukkan anti penolakan.


"Eemmm... Mau sih, tapi aku da bilang sama Hubby liburan satu bulan ini." Jawab Flo, menarik tangannya Mimi peri, agar bergabung dengan sang ibu mertua.


Setelah MiMi peri menghampiri Ibunya Arif. Ia pun langsung menyodorkan tangannya, untuk berjabat tangan dengan Ibunya Arif.


"Ya Allah... Semoga anak ku ini mendapatkan hidayah." Ujar ibunya Arif tegas.

__ADS_1


"Iihh... Si emak. Jangan gitu dong! biar begini, kita gak pernah dzolimi hidup orang tahu. " Sahut nya nyolot, menampilkan ekspresi wajah masam.


"Akan lebih baik, kamu kembali ke kodratmu nak!"


"Iihh.. Capek dech bicara dengan orang yang tak sefrekuensi." Sahut nya semakin kesal melihat ibunya Arif.


"Mi, sopan sedikit. I ii mertua gue loh


Gue ebih milih mertua gue Mending loe."


"Iya deh, yang punya punya mertua." Sahut Mimi peri dengan nyolot dan muka masamnya.


Mereka pun meningalkan taman itu, bergegas masuk ke dalam rumah. Flo dan Mimi


peri duduk di sofa yang sama, sedangkan ibunya Arif duduk di sofa yang ada di hadapan Flo dan Mimi peri.


Flo kini sedang menghubungi nomornya Arif dia akan minta izin keluar dari rumah untuk bekerja sebentar dan di panggilan pertama sambungan telepon pun terhubung. Flo mengatakan keinginannya untuk keluar rumah dan awalnya Arif tidak setuju tapi dengan bujuk merayu Fli serta Mimi peri, Arif pun mengizinkan istrinya itu untuk ikut pemotretan dan harus diawasi oleh Arif, karena Kebetulan sekali kerjaan Arif hari ini sangat lempang.


Flo dan sang asisten sedang menuju lokasi pemotretan tempat pemoteratan itu di outdor konsep pantai.


"Bayaran nya Yang kita dapat cukup banyak Flo. Makanya aku terima, walau kamu sedang minta cuti." Ujar Mimi peri dengan semangat. Flo hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sang asisten.


"Suami ku bukan pria matre Mi." Sahut Flo cepat.


"Iya deh, yang lagi bucin akut...!" ledek Mimi peri tertawa lebar. Flo hanya mengerucutkan bibirnya, tak suka diledek oleh Mimi peri.


Sesampainya di tempat lokasi. Mimi peri menggandeng Flo menuju kru. Dan pemotretan kali ini, banyak diliput media. Flo sedikit merasa tak nyaman. Biasanya, paling dua atau tiga media Yang akan mewawancarainya. Tapi, kali ini sangat banyak.


"Iklan obat nyamuk Yang kamu perankan terakhir kali, laku keras dipasaran dan lihat lah tawaran kerjaan akan makin banyak datang. Nanti saat di wawancara, kamu harus pantai pandai menjawab pertanyaan wartawan." Mimi peri memberi peringatan.


"Eemmm.. "Sahut Flo. Ia pun kini mendudukkan bokongnya di kursi. Ia akan di rias.


" Si pangeran datang tuh!" Ujar Mimi peri, menunjuk ke arah Arif Yang kini dengan gaya jalan nya Yang berkarisma menghampiri mereka.


Cekrek

__ADS_1


Cekrek


Cekrek


Di tempat itu Arif jadi pusat perhatian semua kamera tertuju kepadamu dan wartawan pun langsung yang mengurumi pria tanpam itu. Flo belum bisa diwawancarai, jadilah Arif yang diserbu wartawan.


"Pak Polisi, minta waktunya sebentar." Ujar Salah satu wartawan berjenis kelamin pria.


Arif menghentikan langkahnya. Ia siap diwawancarai. Lagi pula Flo tak keberatan jika hubungan mereka di ekspose media.


"No komen ya Pak." Sahut Arif ramah. Ngapain juga dia mau diwawancarai. Apa wartawan kepo dengan pernikahan mereka.


"Eemmm.. Berarti Bapak no Coment dengan status istri Bapak yang transgender?!"


"Apa.... Pertanyaan apa ini?" tanya Arif dengan muka bingungnya menatap tajam wartawan yang bertanya.


Sedangkan Flo dibuat tak tenang saat ini di kursi. Walau jarak ia dan Arif saat ini ada lima meter lagi, tapi ia dengar apa yang ditanyakan Wartawan kepada suaminya.


"Mi, Mimi bahaya...!" Ujar Flo dengan pelan


Mimi peri yang panik, menghampiri para wartawan. Dan juga Arif. "Sudah... Kami sedang bekerja jangan diganggu." Ujar Mimi peri. Menggandeng Arif yang bingung itu ke tempat pemotretan.


Mimi peri memberi perintah pada pihak keamanan, agar mengusir para wartawan. Karena keadaan sudah tidak kondusif.


"Flo, kamu tahu gak lawanmu bwr akting?" tanya Mimi peri dengan centilnya.


Flo yang paling tak tenang, hanya menggeleng dengan tidak semangatnya


"Ya Pak Arif Dirgantara." Sahut Mimi peri.


Arif sedang bingung saat ini, hatinya terusik dengan pertanyaan wartawan tadi. Tapi, heboh nya Mimi peri, membuat dirinya yang sempat bingung, kembali bisa konsentrasi.


Setelah Flo selesai di rias. Pengambilan gambar pun mulai dilakukan. Jalan cerita iklan kali ini adalah. Halus nya kulit Flo, karena memakai hand body lotion yang di iklankannya. Jalan ceritanya, Flo sedang liburan di pantai, ia terlihat sedang duduk di atas pasir putih sambil mengoleskan hand body ke tangan, kaki dan leher. Saat itu juga, ada segerombolan penjahat menggangu Flo, dan datang lah Arif sebagai penolong.


Setelah di tolong, Flo berterima kasih pada Arif. Dan terjadi lah kontrak fisik di antara mereka, Yaitu Arif yang menjabat tangan putih, mulus dan halus nya Flo. Agar terpesona pada Flo. Pengambilan gambar pun berakhir.

__ADS_1


"Transgender .....Woi.. Dia transgender..!" teriak seseorang dari kerumunan. Seketika, Flo pun pingsan di tempat.


TBC


__ADS_2