
Hari ini hujan lagi ~ Hana melihat ke arah jendela kamar terapung.
Kiki sedang bersama Jung Kook mempelajari nama-nama hewan. Sejak pulang dari Alpaca world, Kiki jadi lebih bersemangat mempelajari nama-nama hewan.
"Sapi" Jung Kook menunjuk gambar sapi ke Kiki yang berada di pangkuannya.
"Sapi"
"Moo ..."
"Moo ..."
"Appa ...." Kiki menunjuk gambar kelinci.
"Appa aniya. Toki" Jung Kook mengoreksi Kiki.
Kiki menunjukkan kedua gigi depannya menirukan kelinci.
Nanti gigi Kiki kalau sudah besar juga mirip gigi kelinci appa.
"Toki adeul" Jung Kook mencubit ringan pipi Kiki.
"Eomma ..." Kiki menunjuk gambar singa yang bersurai.
Hana melihat ke arah Kiki.
"Singa, Ki. Bukan eomma" Jung Kook dengan cepat mengoreksi Kiki lagi. Jung Kook bakal dicubit Hana kalau ia tidak mengoreksi Kiki.
Ini pasti karena Noona jarang sisiran. Bikin rambutnya kayak singa.
"Kookie ..."
"Aku butuh yang hangat-hangat"
"Teh hangat?"
"Bukan ..."
"Pelukan hangatmu"
__ADS_1
Hana mendekat ke arah Jung Kook dan Kiki.
Ia memeluk Jung Kook. Menyebabkan Kiki terjepit di tengah-tengah.
Hana melepaskan pelukan karena pergerakan Kiki. Kiki kepanasan dan sesak di tengah himpitan kedua orang tuanya. Kiki melepaskan dirinya dari pelukan kedua orang tuanya.
Hana menutupi dirinya dan Jung Kook dengan selimut. Menyebabkan dirinya dan Jung Kook tidak terlihat oleh Kiki.
Kiki ikut masuk ke dalam selimut. Ia mengira mereka sedang bermain menyembunyikan diri.
...🌼🌼🌼...
Hujan berhenti.
Angin berhembus sepoi-sepoi. Jung Kook berencana mengajak Kiki bermain layang-layang di luar.
Hana memegang layang-layang sedangkan Jung Kook memegang tali mengendalikan layang-layang.
Hana melepaskan layang-layang. Layang-layang terbang tinggi. Kiki ingin ikut menerbangkan layang-layang. Ia memegang gulungan benang.
Hana mengeringkan kepala Kiki dan Jung Kook.
"Noona ... Aku kedinginan. Aku butuh yang hangat-hangat" ucap Jung Kook.
"Sebentar ... Aku buatkan teh hangat" Hana membuat teh hangat untuk mereka bertiga.
Jung Kook meminum tehnya.
"Masih dingin, Noona"
"Aku butuh yang hangat-hangat lagi"
"Teh hangat lagi? Atau susu hangat? Tapi aku nggak bawa susu untuk orang dewasa. Aku bikinkan dari susu bubuknya Kiki, ya"
Noona ... Yang aku butuhkan itu pelukan hangatmu.
Hana masih belum membaca kode dari Jung Kook. Hana tetap membuat susu hangat dari susu bubuk Kiki.
__ADS_1
Hana membawa susu hangat yang baru saja dibuatnya untuk Jung Kook.
Noona ... Bukan susu hangat ~ Jung Kook menaruh gelas susu yang sudah kosong habis ia minum.
"Aku masih kedinginan, Noona"
Jung Kook sakit? Hanya karena terkena hujan sebentar? Mustahil ~ Hana mulai khawatir.
Hana menaruh telapak tangannya ke kening Jung Kook ~ Tidak panas.
Noona ... Aku nggak sakit. Aku ...
Jung Kook langsung memeluk Hana.
"Ini yang aku mau, Noona. Pelukan hangatmu" bisik Jung Kook di telinga Hana.
"Noona ... Kiki sudah tidur. Kita lanjutkan yang kemarin" bisik Jung Kook lagi.
"Kalau Kiki bangun bagaimana? Nanti malam aja" Hana ikut berbisik. Kiki baru saja tertidur. Bisa-bisa Kiki terbangun.
Jung Kook hanya diam.
"Kookie ... Kau ngambek?"
"Nggak ... Aku nggak ngambek"
Aku ngambek berat.
"Aku bilang, kan nanti malam. Bukannya aku nggak mau"
"Sudahlah ..." Jung Kook berbaring membelakangi Hana.
"Kookie ... Kau itu sudah besar. Kau itu sudah jadi ayah. Nggak boleh terlalu manja lagi. Hanya karena masalah sepele, kau jadi ngambek."
Jung Kook kemudian bersuara "Jadi, Noona nyesel nikah sama aku?"
Mulai lagi ini.
"Aku nggak pernah menyesal menikah denganmu. Aku kasihan denganmu. Karena aku dan Kiki, kau harus sudah bekerja di saat kau harusnya masih menikmati masa mudamu. Maafkan aku" suara Hana mulai serak. Tanda ia menahan tangisnya. Ia tahu Jung Kook tak pernah luput dari pukulan dan tendangan saat bertanding melawan lawannya di ring.
__ADS_1
"Noona ... Aku nggak pernah menyesal harus bekerja lebih cepat dari orang lain. Itu sudah kewajibanku. Aku suamimu. Aku ayah Kiki" Jung Kook menghampiri Hana. Menghapus air mata yang sudah jatuh di pipi Hana.