Oh My Baby

Oh My Baby
his wish


__ADS_3

Di ranjang ...


Jung Kook menggelitiki Hana lagi.


"Stop ... Stop ..." Hana menyerah. Ia merasa geli.


"Aku cuma lihat aja. Nggak ada maksud apa-apa."


"Tapi aku nggak suka Noona lihat pria lain."


"Kiki appa ... Yang punya hati aku itu cuma kamu."


"Noona ..." Jung Kook hendak mencium Hana.


"Kruuuk ... Kruuuk ..." Perut Hana dan Jung Kook berbunyi bersamaan.


"Kita tunda dulu hukumannya. Kita makan dulu." Jung Kook berdiri dan berjalan keluar kamar. Hana mengikuti Jung Kook.


Di meja makan ...


Kiki dan Yoon Gi makan dengan lahap. Begitu juga Hana dan Jung Kook.



"Noona harus makan yang banyak. Noona harus ada tenaga buat nanti." Jung Kook mengambil sepotong ayam dan memberinya ke Hana.


Hana memakan ayam pemberian Jung Kook. Ia tahu "hukuman" Jung Kook nanti bakal lama. Ia harus mengisi perutnya.

__ADS_1


Tapi "hukuman" yang Hana kira tidak terjadi. Jung Kook tidak minta dilayani atau apapun yang mengarah ke 17+.


Di ranjang ...


"Noona ... Aku rasa sudah waktunya kita pulang ke rumah kita sendiri. Kita di sini malah membebani Yoon Gi Hyung. Kita keseringan nitip Kiki," kata Jung Kook.


"Tapi ... Tangan Yoon Gi oppa belum pulih betul."


"Sebenarnya ..."


"Kau takut aku semakin dekat dengan Min Hyuk oppa?" Hana tahu rumah Min Hyuk dan Yoon Gi hanya sebatas lorong. Hanya bersebrangan. Membuatnya lebih bisa sering bertemu Min Hyuk.


"Iya ... Tapi Noona masih boleh kok kalau mau bantu Yoon Gi Hyung. Nanti aku antar."


"Aku ikut keinginanmu aja." Hana tahu ia harus menuruti Jung Kook saat ini. Jung Kook terkadang masih sering merasa insecure dengan perasaan Hana.


Hana mulai membereskan barang-barang mereka.


"Tapi nanti dua hari sekali atau tiga hari sekali, aku datang ke sini." Hana melanjutkan perkataannya.


"Karena Jung Kook?"


"Iya. Ia takut aku bakal sering ketemu Min Hyuk oppa dan jadi tambah dekat."


"Jung Kook masih meragukanmu?"


Hana menganggukkan kepalanya "Aku yang salah oppa. Aku tadi terlalu terpesona sama abs nya Min Hyuk oppa saat di studio foto sampai nggak sadar Jung Kook memanggilku."

__ADS_1


"Oppa nggak pa pa, kan aku tinggal? Oppa kalau lapar bisa pesan makanan. Kalau bersih-bersih nanti biar aku dan Jung Kook."


"Kau akan datang di pernikahan Nam Joon?"


"Aku akan datang. Aku harus melihat wanita seperti apa yang bisa mendapatkan hati Nam Joon oppa untuk selamanya."


"Kau tidak apa-apa?"


"Sudah saatnya aku merelakan Nam Joon oppa. Aku harus mendoakan kebahagiaannya. Aku jadi nggak sabar ngelihat istrinya Nam Joon oppa." Hana berbalik dan masuk ke dalam kamar. Tak ia duga air matanya menetes lagi.


Ia berusaha melupakan Nam Joon tapi tetap saja sisa-sisa kenangan dengan Nam Joon masih melekat. Membuat Hana semakin bersalah dengan Jung Kook.


Siapa yang berada di sampingmu saat ini?


Jung Kook.


Siapa yang paling mencintaimu saat ini?


Jung Kook.


Hana selalu berusaha agar hanya ada Jung Kook di hatinya. Hana tahu pernikahannya dengan Jung Kook lebih karena adanya Kiki.


Saat itu Hana hanya berpikir bukankah lebih baik ia menerima lamaran Jung Kook secara Jung Kook adalah ayah Kiki. Tetapi setelah beberapa lama ia tahu ia melakukan kesalahan besar. Ia seharusnya memastikan perasaannya terlebih dahulu. Ia seharusnya tidak terburu-buru menikah dengan Jung Kook walaupun Jung Kook tahu Hana masih mencintai Nam Joon.


Hana buru-buru menghapus air matanya saat hendak memasuki kamar.


Air mata ...

__ADS_1


Aku mohon ...


Jangan menetes lagi.


__ADS_2