Oh My Baby

Oh My Baby
1486


__ADS_3

Hana, Jung Kook dan Kiki sedang berebah di ranjang. Hana dan Jung Kook saat ini sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing. Hana mengecek sosial media milik Seok Jin, secara ia fans beratnya. Sedangkan Jung Kook melihat video Khabib Nurmagomedov, petarung UFC di YouTube.


"Noona ... Lihat ... Khabib itu kuat karena dari kecil sudah melawan beruang."


Hana hanya melihat sekilas. Ia merasa ngeri.


Ada pesan masuk dari Jung Kook untuk Hana <1486>


Kode apa ini? Uang bulananku naik 1.486 won? Dikit banget. Kookie ... Kita ini satu ranjang saat ini. Kenapa juga lewat pesan. Ngomong aja langsung. ~ pikir Hana.


Sedangkan Jung Kook berpikir ~ Noona kok nggak bales-bales pesanku.


Kembali lagi ke Hana yang berupaya mengetahui pesan angka dari Jung Kook.


Biasanya di cerita detektif-detektif ini kode huruf.


1 \= A


4 \= D


8 \= H


6 \= F


ADHF? Nggak nyambung hurufnya ini. H itu mungkin namaku, Hana.


Aku


Dan


Hana


Fu**

__ADS_1


Kookie ... Pikiranmu ... Nggak pagi, nggak siang, nggak malam.


Hana menatap sinis Jung Kook.


"Kookie ... Aku memang istrimu tapi aku nggak suka pesan yang kau kirim. Terlalu kasar bahasanya."


"Maksud Noona?" Jung Kook tidak mengerti.


Bukannya wanita paling suka jika orang yang dicintainya bilang "Saranghae".


"Kode 1486 itu bukannya Aku Dan Hana Fu**? Kalau 'pengen' kasih kode yang lebih halus."


"Ha ... Ha ... Ha ..." Jung Kook tertawa.


"Noona ... Bukan itu maksudku." Jung Kook akhirnya mengerti mengapa Hana marah.


"1 itu bisa dibaca Hana, yaitu nama Noona."


"486 itu kode untuk Saranghae."


"Oh ... Itu artinya." Hana akhirnya paham.


Hana mengirim pesan untuk Jung Kook


Jung Kook membaca pesan dari Hana. Ia tersenyum.


"Noona ... Tapi nggak pa pa kalau itu jadi kode yang lain. Kode yang Noona pecahkan tadi."


"Sekarang artinya JK Dan Hana Fu**." Jung Kook mendekat ke arah Hana. Bibir Jung Kook hampir menyentuh bibir Hana tapi dihalangi oleh tangan Kiki.


"Appa ... Stop ... Kiki duyuan (Kiki duluan)" Kiki ingin mencium ibunya terlebih dahulu.


Kiki mencium Hana. Dan mencium Hana lagi.

__ADS_1


"Ki ... Gantian. Satu aja cukup. Appa juga mau cium eomma." Jung Kook sudah tidak sabar.


"Kookie ... Kau yakin pengen punya banyak anak? Baru Kiki aja sudah nggak sabar. Gimana kalau sudah ada adik-adik Kiki? Bisa-bisa dapet antrian paling akhir. Atau mungkin malah nggak dapet?"


"Tok ... Tok ... Tok ..." Bunyi pintu kamar diketuk oleh Yoon Gi.


"Makan. Makanan sudah datang." Yoon Gi tadi memesan makanan lewat pesan antar.


"Iya ... Oppa ..." Hana segera beranjak dari ranjang.


"Noona ... Ciuman untukku?"


"Nanti aja. Aku mau makan dulu. Lapar." Hana mengelus perutnya yang sudah minta diisi.


Hana berjalan keluar kamar. Hendak makan malam.


Jung Kook berlari menuju pintu. Menahan Hana keluar dari kamar. Mencium ringan bibir Hana.


"Kruuuk ... Kruuuk ..." Bunyi perut Hana.


"Kookie ... Aku mau ke meja ma-" Belum sempat Hana menyelesaikan kalimatnya, Jung Kook menciumnya lagi.


Hana menginjak kaki Jung Kook. Jung Kook meringis kesakitan.


Sudah aku bilang, aku lapar. Masih maksa. ~ Hana marah.


Hana membuka pintu dan keluar dari kamar diikuti oleh Jung Kook yang masih merasakan sakit di kakinya.


"Kakimu kenapa?" Yoon Gi bertanya saat melihat cara berjalan Jung Kook yang sedikit aneh.


"Diin-" Jung Kook melihat Hana yang menatapnya sinis.


"Kebentur pintu tadi." Jung Kook membuat alasan.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama.


__ADS_2