Oh My Baby

Oh My Baby
satu helai


__ADS_3

Jung Kook baru saja pulang dari latihannya di gym.


"Hyung ..." Jung Kook menyapa Yoon Gi. Ia lalu menuju ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya. Saat ia selesai Yoon Gi sudah tidak ada lagi.


"Noona ... Yoon Gi Hyung ke mana?" Jung Kook bertanya.


"Yoon Gi oppa ditelfon manajernya. Ada syuting mendadak katanya."


Jung Kook yang tidak melihat gelagat aneh dari Hana dan Yoon Gi merasa lega. Meski begitu ia masih sedikit merasa insecure. Ia masih membandingkan dirinya dengan Yoon Gi yang bisa dibilang jauh lebih baik darinya dari segi materi.


Jung Kook mengeluarkan buku gambar. Ia lalu sibuk menggambar.


"Kookie ... Kau bikin apa?"


"Aku bikin buku cerita bergambar buat Kiki."


Jung Kook mulai menggambar lagi. Ia membuat cerita bergambar tentang seorang anak yang hanya mempunyai satu helai rambut.


"Lelahnya ..." Jung Kook merenggangkan kedua lengannya ke atas. Begitu juga dengan kakinya. Duduk menggambar terlalu lama membuatnya capek.


Ia lalu membacakan buku cerita yang baru saja ia buat untuk Kiki. Jung Kook duduk di sofa. Kiki lalu mengambil posisi di pangkuan Jung Kook. Sedangkan Hana duduk di sebelah kanan Jung Kook.


"Satu helai." Jung Kook mulai bercerita.


"Kookie ... Ini mirip Upin yang nggak pake baju." Hana berkomentar.


[Apa Upin dan Ipin terkenal juga di Korea? Author juga nggak tahu.]



"Pada jaman dahulu hidup anak laki-laki yang hanya mempunyai satu helai rambut."


"Ia melihat ke cermin dan bertanya-tanya mengapa ia tidak mempunyai rambut seperti yang lainnya."


"Anak lelaki itu memutuskan untuk memulai perjalanan mencari rambut yang akan terlihat bagus untuknya."

__ADS_1


"Dalam perjalanannya ia bertemu serigala."


"Serigala, apa aku boleh meminjam bulumu?"


"Boleh."



"Tetapi bulu serigala terlalu kasar dan tidak terlihat bagus di kepala anak lelaki itu."


"Seyigala." Kiki mencoba menghafal kata serigala.


"Bocah lelaki itu memutuskan untuk mencari bulu lain "


"Dalam perjalanannya ia bertemu angsa."



"Tetapi bulu angsa terlalu panas, membuat bocah lelaki itu berkeringat. Bocah lelaki itu menyerah."



"Bocah lelaki itu menaruh daun Pinus di atas kepalanya."


"Karena bocah lelaki itu tidak bisa fotosintesis, daun Pinus pun layu."


"Foto ..." Kiki berpura-pura memfoto Hana.


Hana mengikuti permainan Kiki dengan berpose imut. Jung Kook ikut berpose di samping Hana.


"Cup ..." Satu kecupan dari Jung Kook mencatat di pipi Hana.


Jung Kook lalu melanjutkan ceritanya.


"Bocah lelaki itu sedih karena ia tidak bisa menemukan rambut yang tepat untuknya."

__ADS_1


"Ia pulang dengan hati yang hancur."


"Saat ia kembali ke rumah, ia melihat ke cermin."


"Anak laki-laki itu memiliki sehelai rambut yang terlihat sempurna pada dirinya tidak seperti bulu lainnya."


"Bocah lelaki itu mendapatkan kepercayaan dirinya."


"Ia memutuskan untuk mencintai satu helai rambutnya yang tampak sempurna pada dirinya."



"Bocah lelaki itu hidup bahagia dan merawat rambutnya."


"Satu helai. Selesai." Jung Kook menutup ceritanya.


"Ouch .." Jung Kook berteriak kesakitan. Rambutnya baru saja dicabut Kiki.


"Sakit, Ki ..." Jung Kook mengelus area kepalanya yang rambutnya dicabut Kiki.


Kiki lalu menaruh rambut Jung Kook di atas gambar bocah lelaki itu.


"Sekayang yambutnya dua," ucap Kiki.


Tangan Jung Kook bersiap mencabut rambut Kiki. Kiki menyadarinya lalu berlari menjauhi Jung Kook. Jung Kook dan Kiki bermain kejar-kejaran. Kiki akhirnya berhasil Jung Kook tangkap.


"Appa ... Maaf ..." Kiki buru-buru meminta maaf. Ia tahu ia salah telah mencabut rambut ayahnya.


"Appa maafkan." Jung Kook memaafkan Kiki dengan cara menggelitik perut buncit Kiki.


"Ha ... Ha ... Ha ... Appa geyi." Kiki tertawa karena merasa geli dengan jari-jari Jung Kook yang bergerak di perutnya.


...😎😎😎...


*Berdasarkan cerita yang dibuat oleh Jin dengan Jung Kook sebagai ilustratornya di Run BTS episode 143.

__ADS_1


__ADS_2